kategori-buku

Buku: Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan

16 Mar 2012

Bismillah..

salafi antara tuduhan kenyataanSegala puji hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala. Shalawat serta salam bagi Rasulullah, keluarga, para sahabat dan semua yang mengikuti petunjuk beliau shallallahu’alaihi wa sallam sampai hari kiamat.

Amma ba’du,

Saya telah membaca sebuah buku yang ditulis oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah dengan muroja’ah Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsari hafizhahullah, terbitan TooBAGUS Publishing Bandung, cetakan pertama, bulan Sya’ban 1432 H.

Buku ini berisi tentang penjelasan indah nan ilmiah dalam membantah berbagai kedustaan dan tuduhan jelek yang dialamatkan kepada dakwah salafiyah, buku yang beliau beri judul “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan; Bantahan Ilmiah Terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” –untuk selanjutnya disingkat SATK- merupakan bantahan ilmiah terhadap buku yang ditulis oleh ‘Syaikh’ Idahram yang berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” –untuk selanjutnya disingkat SBSW- dan diberi kata pengantar oleh Ketua PBNU, Prof. Dr. Said Agil Siradj, MA; sebuah buku yang dipenuhi dengan seruan-seruan kepada penyimpangan aqidah, bid’ah, hingga berbagai macam kedustaan atas nama para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang hakiki, bahkan kedustaan atas nama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam!!

Walhamdulillah, buku SATK yang ditulis oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Sofyan hafizhahullah ini dapat menyingkap berbagai macam tipu daya yang disebarkan oleh Idahram, dkk..

Buku SATK yang penuh manfaat ini dibuka dengan mukaddimah, beliau menjelaskan dalam mukaddimahnya:

  • Hikmah penciptaan jin dan manusia yaitu untuk mentauhidkan Allah Ta’ala.
  • Diantara bentuk penjagaan terhadap kesempurnaan tauhid seorang hamba, adalah dengan menampakkan permusuhannya kepada musuh-musuh tauhid dan memerangi mereka dengan ilmu dan hujjah yang terang.

Hal ini mengisyaratkan kepada pembaca bahwa tujuan penulisan buku SATK adalah demi menjaga kemurnian tauhid, sekaligus untuk menjaga persatuan kaum muslimin yang hakiki, karena persatuan yang hakiki hanya dapat terwujud bila dilandasi dengan aqidah yang benar sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu’anhum.

Setelah menjelaskan tujuan agung dan mulia tersebut, Penulis SATKmulai membahas satu persatu kekeliruan dalam buku SBSW, yang diawali dengan jawaban ilmiah terhadap Prof. Dr. Said Agil Siradj, M.A. selaku ketua umum PBNU yang memberikan kata pengantar terhadap buku SBSW.

Selengkapnya: Buku: Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan

Buku: Penjelasan Ringkas Matan al-Aqidah ath-Thahawiyah

16 Okt 2011

DATA BUKU:

thahawiyahJudul Asli: At-Ta'liqat al-Mukhtasharah Ala Matni al- Aqidah ath-Thahawiyah.
Penulis Matan: Imam Abu Ja'far ath-Thahawi.
Penulis Syarah : Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan.
Judul terjemah: Penjelasan Ringkas Matan al-Aqidah ath-Thahawiyah, Akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Penerjemah: Abdurrahman Nuryaman
Penerbit: Pustaka Sahifa, Jakarta.
Tebal buku: 386 halaman.
Ukuran buku: 16 X 24. 

Lurusnya akidah adalah jaminan yang paling besar bagi keselamatan seorang muslim. Sebesar apa penyimpangan dalam akidahnya, sebesar itu pulalah kadar potensi penyimpangannya dari jalan yang lurus. Apabila akidah seorang muslim bagus dan lurus, insya` Allah sisi-sisi pada dirinya akan ikut tersempurnakan. Dan salah satu cara yang efektif yang dapat dilakukan seorang muslim untuk berusaha meluruskan akidahnya adalah mengkaji buku akidah yang telah diakui dan dirokemendasikan oleh para ulama. Dan salah satunya adalah Matan al-Aqidah ath-Thahawiyah, dan akan menjadi semakin sempurna karena disyarah secara simpel oleh salah seorang di antara Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang ahli aqidah di abad ini, Syaikh al-Fauzan.

TENTANG PENULIS MATAN:

Matan Al-Aqidah ath-Thahawiyah ditulis oleh Imam Abu Ja'far ath-Thahawiyah rahimahullah, yang lahir th. 239 H dan wafat th. 321 H, seorang ulama Islam yang teguh di atas Manhaj Ahlus Sunnah, as-Salaf ash-Shalih. Beliau dikenal sebagai salah seorang yang bermadzhab Hanafi dalam fikih, tapi tetapi salah seorang di antara guru beliau yang paling berpengaruh pada diri beliau adalah Imam al-Muzani yang bermadzhab Syafi'i bahkan murid besar dari Imam asy-Syafi'i rahimahullah. Ini menunjukkan bahwa Imam ath-Thahawi adalah seorang ulama yang merdeka dari belenggu panatisme madzhab yang tercela. Ini dari satu sisi, dan sisi yang lain, ini menunjukkan bahwa sekalipun dalam satuan-satuan masalah fikih di antara para ulama terjadi beda pendapat, tetapi dalam pokok-pokok Agama, Ushuluddin, Akidah, mereka adalah satu.

Selengkapnya: Buku: Penjelasan Ringkas Matan al-Aqidah ath-Thahawiyah

Koreksi Aqidah Anda Tentang Mayit

22 Apr 2011

koreksiJudul Asli : Ar-Rad 'Ala Faishal Muraad 'Ali Ridhaa fiima Kitabihi 'an Sya'nil Amwaati wa Ahwaalihim
Penulis : Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
Penerbitan Asli : Darul 'Ashimah, Riyadh
Penerjemah : Abu Muhammad Miftah
Murajaah : Al-Ustadz 'Abdul Mu'thi Al-Maidani
Cetakan : Pertama, April 2007 M/Rabi'uts Tsani 1248 H
Penerbit : Gema Ilmu
Ukuran : 14 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : 44

Sinopsis:

Menziarahi orang-orang yang telah meninggal, termasuk hak orang-orang yang telah meninggal yang disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Hal ini agar manusia mengambil pelajaran dan nasehat, serta agar mereka mendoakan orang yang meninggal dari kaum muslimin.

Di sisi lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang umatnya berdoa (meminta) kepada orang-orang mati, melarang berdoa kepada Allah di sisi kuburan, melarang salat di sisi kuburan mereka, memberi penerangan, membangun, mengecat dengan kapur, memberi tulisan, dan melarang iktikaf di sisi kuburan mereka.

Larangan-larangan ini bertujuan untuk menjaga tauhid dari kesyirikan dan sarana-sarana kesyirikan, serta dari bidah-bidah dan khurafat yang memang tidak diijinkan oleh Allah.

Namun sungguh disayangkan masih ada saja orang yang meyakini bahwa mayit di dalam kuburnya mengetahui keadaan orang yang masih hidup. Bahkan, dianggap rohnya memiliki kekuatan yang luar biasa jika dibandingkan dengan kekuatan manusia.

Selengkapnya: Koreksi Aqidah Anda Tentang Mayit

Aqidah Salaf Ashabul Hadits

26 Jan 2011

AQIDAH SALAF ASHHABUL HADITS Karya Abu Isma'il Ash-Shabuni

aqidatus_salafKitab ini ditulis oleh Syaikhul Islam Abu Isma'il Ash-Shabuni (373H - 449 H). Beliau sosok Ulama yang gigih menuntut ilmu, pada umur 10 tahun sudah menjadi juru nasehat. Imam Al-Baihaqi berkata :" Beliau adalah syaikhul Islam sejati, dan imam kaum muslimin sebenarbenarnya".

Yang ada dihadapan pembaca ini merupakan ringkasan, pembahasan yang hampir mirip tidak diulang-ulang serta tidak disebutkan para perawinya. Takhrij hadits yang ada sebagian besar merujuk kitab yang ditahqiq oleh Badar bin Abdullah Al-Badar.

KEYAKINAN ASHHABUL HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH

[Syaikh Abu Utsman berkata]: Semoga Allah melimpahkan taufik. Sesungguhnya Ashhabul Hadits (yang berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-Sunnah)-semoga Allah menjaga mereka yang masih hidup dan merahmati mereka yang telah wafat-adalah orang-orang yang bersaksi atas keesaan Allah, dan bersaksi atas kerasulan dan kenabian Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam.

Mereka mengenal Allah subhanahu wata'ala dengan sifat-sifatnya yang Allah utarakan melalui wahyu dan kitab-Nya, atau melalui persaksian Rasul-Nya shallallahu'alaihi wasallam dalam hadits-hadits yang shahih yang dinukil dan disampaikan oleh para perawi yang terpercaya. Mereka menetapkan dari sifat-sifat tersebut apa-apa yang Allah tetapkan sendiri dalam Kitab-Nya atau melalui perantaraan lisan Rasulullah shallallahu'alaihi wasallamshallallahu `alaihi wa sallam. Mereka tidak meyerupakan sifat-sifat tersebut dengan sifat-sifat makhluk. Mereka menyatakan bahwa Allah menciptakan Adam 'alaihissalam dengan tangan-Nya, sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur'an:

"Allah berfirman:"Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. (Shaad:75)

Selengkapnya: Aqidah Salaf Ashabul Hadits

Menyelami Keindahan Jannah

22 Des 2010

47-15

(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring... (Muhammad:15)

Cover-Jannah_copyJudul asli: Al Jannah
Penulis : Syaikh Muhammad Isham bin Mar'I rahimahullah
Fisik : Buku sedang, softcover, 100 halaman
 

Jannah Alloh 'azzawajalla, istilah yang tidak asing lagi dalam benak kita, di dalamnya terdapat seluruh kenikmatan, kebaikan dan kebahagiaan. Tiada kesedihan, kekecewaan dan keburukan, hingga mencapai kenikmatan tertinggi di dalamnya yaitu melihat Alloh 'azzawajalla, Rabb semesta alam tanpa hijab.

Dalam ayal kita, Jannah adalah tempat meraup segala macam kenikmatan, hingga ada yang menyebutnya 'Dunia Kenikmatan Abadi'. Pada beberapa konteks dijelaskan bahwa Jannah adalah kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh kasat mata, terdengar oleh telinga dan terbersit dalam benak manusia. Namun sesederhana itukah?

Selengkapnya: Menyelami Keindahan Jannah