Kesabaran dan Ketentraman di Balik Musibah

Terkadang musibah adalah suatu kesedihan, namun terkadang pula ia adalah ketenteraman. Barangsiapa mengimaninya maka ia akan bersabar diatasnya namun barangsiapa mencelanya maka ia akan menjadi malapetaka dalam kehidupan. Begitu indah sebuah syair yg menuturkan: "Terkadang melalui cobaan, Allah memberikan kenikmatannya betapa pun besarnya cobaan tersebut. Namun terkadang melalui kenikmatan, Allah justru memberikan ujiannya terhadap kaum tertentu.."

Dalam Siyar a'lamin nubala' (11/255) dikisahkan ketika cambukkan keempat menghantam tubuh Imam Ahmad bin Hanbal, beliau rahimahullah mengucapkan:

قُل لَّنْ يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا

Katakanlah, "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami.." (QS. At-Taubah: 51). 

Selengkapnya: Kesabaran dan Ketentraman di Balik Musibah

Ucapan Marhaban - Sunnah yang Terlupakan

UCAPAN “MARHABAN” (SUNNAH YANG TERLUPAKAN) !
 
وهي أن تقول بعد رد السلام مرحباً بارك الله لكم ويزيدكم ﻗﻮﻝ ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑﻌﺪ ﺭﺩ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﺳﻨﺔ ﺛﺎﺑﺘﺔ
 
Yakni mengucapkan setelah menjawab salam kalimat: “Marhaban”, semoga Allah memberkahi kalian dan menambahkan barakah kepada kalian. Ucapan Marhaban setelah menjawab salam itu sunnah yang jelas.
 
Sesungguhnya Nabi ﷺ berkata kepda Putri beliau Fathimah radhiyallahu 'anha:
 
ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑِﺎﺑْﻨَﺘِﻲ
 
“Marhaban putriku.” (HR. Bukhari 3623 dan Muslim 2450)
 
● Nabi ﷺ berkata kepada Ummu Hani:
 
ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑﺄﻡِّ ﻫَﺎﻧِﺊٍ‏
 
“Marhaban Ummu Hani.” (HR. Bukhari 357 dan Muslim 336)

Selengkapnya: Ucapan Marhaban - Sunnah yang Terlupakan

Saat Jenuh dalam Menuntut Ilmu

Saat rasa jenuh dalam menuntut ilmu datang..

=====

Abu Hatim Al-Warroq, murid dan pencatat Imam Bukhori -rohimahumalloh- mengatakan:

Suatu hari Imam Bukhori meng-imlakkan kepadaku hadits yg banyak, sampai beliau khawatir aku jenuh, maka beliau pun mengatakan:

"Hiburlah hatimu, sungguh mereka yg di dunia hiburan; sibuk dalam dunia mereka.. mereka yg di dunia produksi, sibuk dalam produksinya.. mereka yg di dunia bisnis, sibuk dalam bisnisnya.

Tapi engkau, bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat beliau!". [Siyaru A'lamin Nubala' 12/445]

Selengkapnya: Saat Jenuh dalam Menuntut Ilmu

Mutiara Salaf

‘Ali Ibn Abī Thālib berkata, “Sesungguhnya dunia telah pergi berpaling sedangkan akhirat datang menghadap. Masing-masing dari keduanya memiliki anak. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan janganlah menjadi anak-anak dunia. Ketahuilah, sesungguhnya mereka yang zuhud di dunia menjadikan bumi sebagai permadani, tanah sebagai kasur dan air sebagai minyak wangi. Ingatlah, siapa saja yang merindui surga niscaya terhibur dan terlupakan dari syahwat; barangsiapa yang takut dengan neraka niscaya mundur dari hal-hal yang diharamkan; dan barangsiapa yang zuhud di dunia maka terasa ringan baginya segala musibah.” [Ar-Riqqah wal Bukā` fī Akhbār ash-Shālīhīn wa Shifātihim, Imam Ibn Qudāmah, hal. 31; Az-Zuhd, hal. 130; dan Al-Bayhaqi dalam Syu’ab Al-Īmān no. 9670]

‘Aun Ibn ‘Abdillah berkata, “Kedudukan dunia dan akhirat dalam hati seseorang adalah bagaikan dua sisi timbangan. Jika salah satunya sisinya menurun maka sisi lainnya terangkat.”

Selengkapnya: Mutiara Salaf

Hakekat Orang yang Berilmu

RENUNGAN PAGI PENUH BERKAH

■ Ilmu bukanlah diukur dengan banyaknya seseorang

□ berbicara masalah agama,
□ semisal memberikan nasihat,
□ mengumpulkan catatan,
□ berbagi catatan,
□ membahas suatu permasalahan
□ atau berbantah-bantahan sekedar untuk "menampakkan" diri sebagai orang yang berilmu.

■ Tapi ilmu adalah sejauh mana rasa takut seseorang kepada Allah.

■ Yang dengan rasa takutnya itu ia akan senantiasa melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

■ Yang dengan rasa takutnya itu ia akan senantiasa menahan dirinya dari akhlak yang buruk dan dari kezhaliman semisal

□ berkata kasar,
□ mencaci-maki,
□ mencela,
□ atau merendahkan saudaranya sesama muslim.

Selengkapnya: Hakekat Orang yang Berilmu

Kecemburuan Wanita

:::Kecemburuan Wanita:::

By: Abu Faiz

Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan al-ghairah(CEMBURU) merupakan derivasi dr kata taghayyurul qalb(perubahan hati) dan haijanul ghadhab (kobaran amarah) yang
disebabkan pihak lain dlm sebuah urusan.

Cemburu yang tercela yaitu cemburu yang disebabkan oleh zhan (prasangka) yang tanpa ada alasan.
Cemburu karena hawa nafsu dan tanpa bukti acapkali menghancurkan rumah tangga yang rapuh.

Seorang wanita Muslimah yang bertaqwa akan menjaga lisannya dari membicarakan hal-hal yang diharamkan akibat kecemburuan yang disebabkan oleh prasangka.

Ia juga tidak akan melepaskan perasaan cemburunya secara liar demi
menjalankan firman ALLAH Ta’ala:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada ALLAH. Maka ketika itu juga mereka melihat
kesalahan-kesalahannya.”

(QS. Al-A’raf: 201)

Perasaan cemburu bukanlah sesuatu yang harus dienyahkan/ditolak, akan tetapi ia harus dikelola berdasarkan kaidah-kaidah syari’at.

Sa’ad bin ‘Ubadah mengatakan,
“Seandainya aku melihat seorang laki-laki sedang bersama istriku pasti
aku pukul dia dengan sisi pedangku yang tajam!”

Mendengar ucapannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak
herankah kalian kecemburuan Sa’ad? Sungguh aku lebih
cemburu daripada Sa’ad, dan ALLAH lebih cemburu lagi daripada aku.”

(HR. Bukhari No. 5220)

Sejumlah wanita berusaha menyembunyikan kecemburuannya.
Sebetulnya hal ini berlawanan dengan watak mereka. Akan tetapi hal ini sah-sah saja selama tidak menyusahkan dirinya sendiri dan tidak sampai
memadamkannya sama sekali.

Apabila seorang wanita sengaja menyucikan jiwanya dengan
mengendalikan kobaran api kecemburuan yang ada dalam hatinya, maka ia akan mendapatkan pahala.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang ALLAH karuniakan kepada sebagian kamu lebih banyak daripada sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi wanita (pun)
ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Dan mohonlah kepada ALLAH sebagian dari karunia-NYA.
Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(An-Nisa’:32)

Seorang Muslimah yang bertaqwa, hanya mengharapkan pahala dari setiap amal yang dilakukannya.
Dia tidak akan merugikan keimanannya demi seseorang, siapapun dia.
Segala perbuatan dilakukannya dengan timbangan syari’at agar tidak terperosok dalam perangkap syaitan.
Dia lebih suka menutup jurang perselisihan karena keimanan yang berakar didalam hati. Dalam hatinya tidak ada kecintaan yang melebihi kecintaannya kepada ALLAH Azza wa Jalla.

DUHAI WANITA,,,

UNTUK APA MELALAIKAN SESUATU YANG KEKAL DEMI IMAGINASI YANG DANGKAL

BAGAIMANA MUNGKIN ORG YANG AMBISINYA HANYA SYAHWAT DAN
HAWA NAFSU DUNIAWI AKAN MENJADI HAMBA ALLAH YANG SEBENARNYA..

BAGAIMANA MUNGKIN MENJADI SEORANG MUKMINAH SEJATI JIKA
ENGKAU TENGGELAM DALAM POLA PIKIR MATERIALISTIK..

Dari Usamah bin Zaid, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Aku berdiri dipintu Surga, ternyata mayoritas penghuninya adalah orang-orang miskin. Dan aku berdiri dipintu Neraka, ternyata penghuninya didominasi kaum wanita.”

(Muttafaq’alaih, Syarhus Sunnah XIV/265)

Membaca 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imron Ketika Bangun Tidur

Termasuk sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika beliau bangun dari tidurnya di pertengahan malam untuk melakukan sholat tahajjud, maka beliau membersihkan wajahnya dari kotoran, kemudian membaca 10 ayat terakhir surat Ali ‘Imron.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’amhuma berkata,

اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْر الآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَان

“Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bangun (di pertengahan malam), lalu beliau duduk seraya membersihkan kotoran dari wajahnya dengan tangannya, kemudian membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali ‘Imron.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Jiwa-jiwa yang Tertinggal

Sahabat.......
Ramadhan telah berlalu,, maka tertinggal jiwa-jiwa yang menyikapi kepergian ramadhan secara berbeda..

JIWA PERTAMA ... Adalah jiwa orang orang mukmin yang sebelum Ramadhan datang mereka adalah orang yg di sibukkan dengan ketaatan dan Kebaikan..

lalu saat Ramadhan menghampiri mereka, maka mereka semakin sibuk dalam meningkatakan ketaatan diri mereka. Mereka menganggap Ramadhan sebagai ghanimah (harta rampasan) dari Allah. Di dalamnya Amal-amal hamba dilipat gandakan. lalu saat RAMADHAN meninggalkan mereka, maka mereka tetap dalam ketaataan dan kesungguhan mereka mengejar kebaikan akhirat.. 

Mereka sadar bahwa justru dibulan selain ramadhanlah seharusnya mereka semakin giat beramal, karena pahala mereka tidak di lipat gandakan sebagaimana dibulan Ramadhan. Iinilah jiwa mu'min, merekalah yang akan di seru sebagai YA AYYATUHANNAFSUL MUTMAINNAH.. (wahai jiwa Yang tenang).. semoga Allah menganugerahi kita dengan jiwa yang seperti ini.

Selengkapnya: Jiwa-jiwa yang Tertinggal

Penyembah Klub Sepakbola

.:: DULU SUPPORTER, KINI WORSHIPER ::.

bonek

Sangat lumrah dan wajar jika seorang Supporter mendukung tim kesayangannya ketika bertanding. Namun menjadi sangat tidak wajar jika tiba-tiba seorang supporter berubah menjadi seorang Worshiper yg menyembah tim kesayangannya.

Ya, itulah realita para supporter tim sepakbola Indonesia (kecuali mereka yg dirahmati Allah). Mereka saat ini menjelma menjadi kaum 'pagan' penyembah berhala bernama KLUB SEPAKBOLA.

1. SYIRIK & DURHAKA KEPADA ORANG TUA

Salah seorang Bonek berkata dalam sumpahnya :

KAMI PUTRA-PUTRI BONEK MANIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH SATU TANAH AIR INDONESIA BERBANGSA SATU INDONESIA DAN MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN BAHASA INDONESIA)
HiDuP & mAtIkU HaNyA uNtUk PERSEBAYA.....Hidup & Mati Kami Hanya Untuk PERSEBAYA..PERSEBAYA MENJADI HARGA DIRI KAMI... MENDUKUNG PERSEBAYA JADI HARGA MATI BAGI KAMI.. [1]

Seolah tak mau kalah kufurnya, Aremania juga bersumpah :

KAMI AREMANIA SELALU ADA UNTUK AREMA INDONESIA
DIMANAPUN KAU BERADA
KAMI SELALU ADA
KAMI ADA DI MANA - MANA
DAN TIDAK KEMANA - MANA
DARAH KAMI UNTUK AREMA
RAGA KAMI UNTUK AREMA
JIWA KAMI UNTUK AREMA
NYAWA KAMI UNTUK AREMA
BAPAKKU AREMANIA
IBUKU AREMANITA
SALAM SATU JIWA (MALAS UTAS AWIJ)
AREMA INDONESIA
AREMANIA UKUBES
NGALAM [2]

Allahul Musta'an...!! Sungguh Bencana Tsunami, Gempa, Banjir lebih ringan daripada bencana yg satu ini.

Selengkapnya: Penyembah Klub Sepakbola

Nasehat Ustadz Yazid Jawwas tentang Pemilu

Pertanyaan:

Ya Ustad, dalam keadaan Sekarang ini apakah benar kita dianjurkan untuk (Terpaksa) ikut serta dalam Pemilu tahun ini (Nyoblos), disebabkan jika kita tidak Ikut Nyoblos, maka dikhawatirkan Pemerintahan kita akan di Pipimpin dan diatur oleh Kaum Kuffar, terutama dari kalangan Syi'ah di negeri ini...

Dan, apakah benar ikut serta dalam Pemilu tahun ini, ada Kemasylahatan yang besar untuk Kaum muslimin disebabkan Negeri ini (yang bisa dikatakan : Terancam) akan di Kuasai oleh orang-orang Kafir (terutama Syi'ah), Sehingga, dibolehkan kita ikut serta didalam Pelaksanaan Pemilu sebagaimana apa yang telah di fatwakan oleh sebagian Ulama Ahli Sunnah...?

Selengkapnya: Nasehat Ustadz Yazid Jawwas tentang Pemilu

Wahai sang Isteri...

Wahai sang istri….

Apakah dirimu akan rugi, apabila engkau menemui suamimu dengan wajah yang berseri seri, dihiasi simpul senyum saat dia masuk rumah?
Apakah memberatkanmu apabila engkau menyapu debu dari wajahnya, kepala dan baju serta mengecup pipinya?

Apakah engkau merasa sulit, jika engkau menunggu sejenak disaat dia memasuki rumah dan tetap berdiri sampai dia duduk?
Sulikah dirimu, jikalau engkau berkata kepada suami: “Alhamdulillah atas keselamatan kanda, dinda sangat merindukanmu wahai kekasihku…”

Wahai sang istri… hanya kata seperti itu membuat ssuami jd jatuh hati padamu..

Berdandanlah untuk suamimu dan harapkanlah pahala dari Allah diwaktu engkau berdandan
Pakailah parfum yang harum dan bermake-up lah, serta pakailah busana yang paling rapi untuk menyambut suamimu.

Jauhi dan jauhilah bermuka masam dan cemberut.

Janganlah engkau dengar dan hiraukan perusak dan pengacau keharmonisanmu dengan suami. Anggap angin lalu saja..

Jangan selalu tampak bersedih dan gelisah dihapan suamimu, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.

Janganlah berbicara kepada laki laki lain dengan lemah lembut, sehingga menyebabkan orang yang dihatinya ada penyakit mendekatimu..

Selalulah dirimu dalam keadaan lapang dada, hati bersyukur ketika diberi nafkah suamimu walau itu sedikit..

Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya dg apa yang bisa kau lakukan

Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya. Dan jadikan ortunya adalah ortumu yang engkau sayangi..

Didiklah anak anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Perbanyaklah membaca al quran, agar tenang suasana rumahmu

Bangunkanlah suamimu untuk sholat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunah, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan janganlah engkau menghalanginya untuk bersedekah kpd karib kerabatnya.

Semoga bermanfaat..