haji-banner

Rukun, Wajib Dan Sunnah-Sunnah Haji

07 Jul 2009

Rukun, Wajib Dan Sunnah-Sunnah Haji

Ibadah haji adalah salah satu di antara ibadah-ibadah dalam Islam. Dengan demikian dia memiliki rukun-rukun, kewajiban-kewajiban dan sunnah-sunnah. Dan disini kami akan menukil secara ringkas mengenai rukun, wajib dan sunnah-sunnah haji, sebagai berikut:

RUKUN-RUKUN HAJI.

  • Ihram/niat karena Allah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
    "Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (dalam menjalankan agama) dengan lurus…" (QS. Al-Bayyinah: 5)
    Dan Rasulullah bersabda:

    إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

    "Sesungguhnya amal-amal itu hanyalah dengan niat."

  • Wuquf di 'Arafah.
    Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

    الْحَجُّ عَرَفَةٌ

    "Ibadah haji adalah wuquf di Arafah."

  • Thawaf ifadhah.
    Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
    "…Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)." (QS.Al-Hajj: 29)

    Selengkapnya: Rukun, Wajib Dan Sunnah-Sunnah Haji

Larangan-Larangan Ihram

07 Jul 2009
Yang dimaksud dengan larangan-larangan ihram yaitu hal-hal yang dilarang melakukan-nya disebabkan karena berada dalam keadaan ihram, dengan bahasa lain yaitu hal-hal yang di-haramkan karena ihram.
Dalam penjelasannya tentang larangan-larangan ihram, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin Rahimahullaah berkata: "Di antara larangan-larangan ihram adalah:

    * Mengadakan hubungan intim (jima') antara suami dan isteri, ini adalah larangan ihram yang paling besar dosanya, dan paling berpengaruh (pada ibadah haji atau umrah yang sedang dilaksanakannya,-Pent). Dalil-nya firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
      "…Barangsiapa yang telah menetapkan niatnya akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan ber-bantah-bantahan didalam masa menger-jakan haji… (QS. Al-Baqarah: 197).

      Yang dimaksud rafats ialah melaksanakan jima' dan hal-hal yang mengarah kepada jima'.
      Dan jika terjadi jima' sebelum tahallul yang pertama (sebelum melempar Jumratul 'Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah,-Pent), maka perbuatan tersebut mengakibatkan lima hal:
  • Dosa.
  • Ibadah hajinya rusak.
  • Harus menyelesaikan/menyempurnakan ibadah hajinya hingga selesai.
  • Wajib baginya membayar fidyah be-rupa seekor unta yang disembelih dan dibagi-bagikan dagingnya kepada para fuqara'.
  • Wajib mengqadha' hajinya ditahun berikutnya.

    Selengkapnya: Larangan-Larangan Ihram