haji-banner

Sunnah-Sunnah yang berkaitan dengan Ihram.

07 Jul 2009
    * Mandi ketika akan memulai ihram.

      عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ: أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ تَجَرَّدَ لإِهْلاَلِهِ وَاغْتَسَلَ

      "Dari Zaid bin Tsabit Radhiallaahu anhu, bahwasanya dia pernah melihat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam menanggalkan pakaiannya untuk berihram dan beliau mandi."

    * Memakai wangi-wangian yang dikenakan pada tubuhnya sebelum mengucapkan talbiyah ihram.

      قَالَتْ عَائِشَةُ d: (كُنْتُ أُطَيِّبُ رَسُوْلَ اللهِ لإِحْرَامِهِ حِيْنَ يُحْرِمُ وَلِحِلِّهِ قَبْلَ أَنْ يَطُوْفَ بِالْبِيْتِ)

      "'Aisyah Radhiallaahu anha berkata: 'Aku pernah memakaikan wangi-wangian kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam untuk ihramnya ketika akan memulai ihram, dan setelah ber-tahallul sebelum beliau thawaf (ifa-dhah,-Pent) di Baitullah."

    * Berihram dengan mengenakan dua lembar kain ihram yang berwarna putih.

      عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: (اِنْطَلَقَ النَّبِيُّ مِنَ الْمَدِيْنَةِ بَعْدَ مَا تَرَجَّلَ وَادَّهَنَ وَلَبِسَ إِزَارَهُ وَرِدَاءَهُ هُوَ وَأَصْحَابُهُ)


      "Dari 'Abdullah bin 'Abbas Radhiallaahu anhu ia berkata: 'Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertolak dari Madinah setelah menyisir rapi rambutnya, meminyakinya, dan mengenakan kain sarung ihram dan kain penutup pundak-nya, beliau dan para Sahabatnya.'"

Selengkapnya: Sunnah-Sunnah yang berkaitan dengan Ihram.

Sunnah-Sunnah Ketika Memasuki Kota Makkah.

07 Jul 2009
    * Menginap di sebuah tempat yang bernama Dzu Thuwa (jika memungkinkan,-Pent).

    * Mandi dalam rangka memasuki kota Makkah.

    * Memasuki kota Makkah di siang hari.
      Ketiga hal diatas berdasarkan pada apa yang dikatakan oleh Nafi':

      كَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا دَخَلَ أَدْنَى الْحَرَمِ أَمْسَكَ عَنِ التَّلْبِيَةِ ثُمَّ يَبِيْتُ بِذِى طُوَى ثُمَّ يُصَلِّى بِهِ الصُّبْحَ وَ يَغْتَسِلُ وَ يُحَدِّثُ أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ


      "Adalah Ibnu 'Umar h jika telah masuk dibagian pertama tanah suci (Makkah) ia berhenti bertalbiyah, lalu bermalam di Dzu Thuwa, kemudian ia shalat Shubuh disana dan mandi, ia menceritakan bahwasanya Nabi Shalallaahu alaihi wasalam -dahulu- mengerjakan hal itu."

    * Memasuki kota Makkah dari bagian yang tinggi, berdasarkan hadits 'Abdullah bin 'Umar Radhiallaahu anhu, ia berkata:

      كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ يَدْخُلُ مِنَ الثَّنِيَّةِ الْعُلْيَا وَيَخْرُجُ مِنْ الثَّنِيَّةِ السُّفْلَى

      "Adalah Rasulullah memasuki (kota Makkah) dari daratan yang tinggi dan keluar (meniggalkannya,-Pent) dari daratan yang rendah."

Selengkapnya: Sunnah-Sunnah Ketika Memasuki Kota Makkah.