kategori-buku

Kisah Perjalanan Salman Al-Farisi dalam Menggapai Hidayah

25 Aug 2018

Salman Al FarisiPembaca yang budiman, kisah Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu adalah pelajaran berharga bagi pendamba kebahagiaan dunia dan pengharap surga. Al-Imam Ahmad rahimahullah dalam Musnad-nya (5/441) meriwayatkan perjalanan panjang seorang Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu dalam mencari hidayah.Pembaca yang budiman, kisah Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu adalah pelajaran berharga bagi pendamba kebahagiaan dunia dan pengharap surga. Al-Imam Ahmad rahimahullah dalam Musnad-nya (5/441) meriwayatkan perjalanan panjang seorang Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu dalam mencari hidayah.Disebutkan bahwa Salman dulunya adalah penyembah api. Ayahnya, selaku kepala suku, menugaskan Salman untuk menjaga api agar terus menyala, tidak boleh padam. Salman pun tidak pernah keluar dari rumahnya, layaknya gadis pingitan.

Suatu hari, Salman disuruh oleh ayahnya untuk mengurus kebun dan menyelesaikan beberapa tugas. Di tengah perjalanan, Salman melewati sebuah gereja. Dia mendengar suara-suara merdu dari dalam gereja. Dia pun masuk dan menyaksikan apa yang dilakukan oleh kaum Nasrani. Salman takjub dan ingin memeluk agama mereka. Dia pun tertahan di situ hingga matahari tenggelam. Salman pun menanyakan asal usul agama tersebut yang ternyata berasal dari Syam.

Ketika pulang, Salman langsung diinterogasi dan dimarahi oleh ayahnya. Dia lalu ditahan di kamar dengan kaki terlilit belenggu dari besi. Walhasil, akhirnya Salman berhasil kabur dari rumah. Berangkatlah ia menuju Sxam bersama kafilah dagang dari Syam yang singgah di daerahnya. Di Syam inilah, Salman memulai sejarah perjalanannya mencari hidayah: agama Islam yang haq, Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Di Syam, Salman tinggal bersama seorang penddta di gereja. Ternyata pendeta tersebut adalah orang yang jelek. Di akhir kisah, umat Nasrani menyalib pendeta tersebut.

Salman lalu tinggal bersama seorang pendeta lain yang menggantikan posisi pendeta sebelumnya. Pendeta tersebut adalah orang yang saleh dan baik. Namun, tidak lama berselang, pendeta tersebut tiba ajalnya. Sebelum wafat, dia berwasiat kepada Salman untuk mendatangi seorang saleh di negeri Maushil.

Selengkapnya: Kisah Perjalanan Salman Al-Farisi dalam Menggapai Hidayah

Perjalanan Hidup Empat Khalifah Rasul yang Agung

01 Nov 2010
Judul Asli : Al-Bidayah Wan Nihayah
Penulis : Ibnu Katsir
Penerbit : Darulhaq
Deskripsi : xxii + 562 hal. (SHC)

 

bidayahBenarkah Khalifah Pertama Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiallahu 'anhu diracun hingga menyebabkan kematian beliau? Benarkah penyebab dicopotnya Khalid bin al-Walid RA dari jabatannya sebagai panglima pasukan karena adanya intrik pribadi antara dia dengan Umar bin al-Khaththab RA? Benarkah isu-isu tendensius yang menyebutkan bahwa Utsman bin Affan RA lebih mengutamakan karib kerabat untuk memegang jabatan-jabatan strategis dalam pemerintahan seperti yang dituduhkan sebagian orang? Apa yang melatar-belakangi peperangan Jamal yang terjadi antara Ali bin Abi Thalib RA dengan az-Zubair, Thalhah dan 'Aisyah RA? Dan Apa pula yang melatarbelakangi peperangan antara Ali bin Abi Thalib t dengan Mu'awiyah t di Shiffin?

Benarkah isu yang menyebutkan bahwa al-Hasan bin Ali RA diracun oleh Mu'awiyah t hingga menyebabkan kematiannya? Begitu banyak isu-isu kontroversial yang disebutkan dalam buku-buku sejarah yang perlu diluruskan. Contoh-contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari penyimpangan sejarah. Buku yang hadir di hadapan pembaca ini berusaha meluruskan penyimpangan-penyimpangan tersebut. Dipetik dari al-Bidayah wan Nihayah, sebuah karya monumental seorang ulama besar yang tidak asing lagi; al-Hafizh Imaduddin Abul Fida' Ismail bin Umar bin Katsir yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir. Dalam buku ini pembaca dapat membaca sejarah Khulafa'ur Rasyidin dan dapat menyaksikan masa-masa keemasan Islam yang disajikan secara apik oleh Dr. Muhammad bin Shamil as-Sulami. Tak pelak, kehadiran buku ini akan meluruskan penyimpangan sejarah yang banyak diselewengkan oleh tangan-tangan jahi...

Mereka Adalah Para Tabiin

01 Nov 2010

Judul : Mereka Adalah Para Tabiin
Penyusun : DR. Abdurrahman Ra'fat Al-Bassya
Penerbit : Pustaka At Tibyan
Halaman : 420 hal.

tabiin"Kemunduran sebuah bangsa, karena mereka tidak mengenal sejarah dan tokoh-tokoh mereka" demikianlah yang diungkapkan oleh seorang sejarawan Islam Ibnu Khaldun dalam kitab Al-Muqaddimahnya. Mungkin inilah salah satu sebab kemunduran Islam abad ini.

Kaum muslimin lebih mengenal sejarah agama lain dan tokoh-tokohnya daripada sejarah agama mereka sendiri. Padahal dengan mengenal sejarah Islam dan tokoh-tokohnyalah, kita akan menggenggam kembali dunia ini, sebagaimana para pendahulu kita. Tahukah Anda, bahwa di antara sejarah Islam yang ditulis dengan tinta emas oleh para sejarawan Islam dan Barat adalah Sejarah Tabi'in. Ada apa dengan mereka?

Mengapa Sejarawan Barat ikut mengabadikan sejarah mereka, dan membahasnya dalam kajian-kajian dan literatur-literatur ilmiyah mereka?

Pastikan Anda membaca buku ini!

Terputusnya Ilmu Para Ulama

09 Okt 2010
Judul       : Terputusnya Ilmu Para Ulama
Penyusun : Syaikh Majdi fathi As-Sayyid
Penerbit : Pustaka At Tibyan
Halaman : 284 hal.

terputusnya_ilmuTahukah Anda bahwa di antara ulama yang paling ditakuti oleh syaitan adalah Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah? Saking penasarannya syaitan pernah mengajak Imam bin Hanbal untuk kufur kepada Allah SWT menjelang ajalnya. Lantas apa yang dilakukan oleh Imam bin Hanbal terhadap setan laknatullah alaihi tersebut??

Kisah ini hanyalah merupakan sekelumit kisah dari puluhan kisah yang akan Anda temukan dalam buku ini tentang misteri kematian para ulama terdahulu. Tidak ada yang diharapkan oleh mereka selain akhir kematian yang baik (husnul khatimah). Sebuah tujuan hidup yang banyak dilupakan oleh kaum muslimin. Karena tanpa husnul khatimah dunia dan seisinya tidak akan berarti selama-lamanya tahukan Anda mengapa demikian?

Tahukah Anda bagaimana orang yang telah mendapatkan husul khatimah tersebut? Buku ini akan menjadi jawabannya…