Terdapat beberapa ungkapan ulama dalam mendefinisikan
ulama. Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah dalam kitab beliau Kitabul ‘Ilmi
mengatakan: “Ulama adalah orang yang ilmunya menyampaikan mereka kepada sifat
takut kepada Allah.” (Kitabul ‘Ilmi hal. 147)
Ibnu Juraij rahimahullah
(wafat 150 H) menukilkan (pendapat) dari ‘Atha (wafat 114 H), beliau berkata: “Barangsiapa yang mengenal Allah, maka
dia adalah orang alim.” (Jami’ Bayan Ilmu wa Fadhlih, hal.
2/49)
Badruddin Al-Kinani rahimahullah (wafat 861 H) mengatakan: “Mereka
(para ulama) adalah orang-orang yang menjelaskan segala apa yang dihalalkan dan
diharamkan, dan mengajak kepada kebaikan serta menafikan segala bentuk
kemudharatan.” (Tadzkiratus Sami’ hal. 31)
Abdus Salam bin Barjas
rahimahullah (wafat 1425 H) mengatakan: “Orang yang pantas untuk disebut sebagai
orang alim jumlahnya sangat sedikit sekali dan tidak berlebihan kalau kita
mengatakan jarang. Yang demikian itu karena sifat-sifat orang alim mayoritasnya
tidak akan terwujud pada diri orang- orang yang menisbahkan diri kepada ilmu
pada masa ini.
Bukan dinamakan alim bila sekedar fasih dalam
berbicara atau pandai menulis, orang yang menyebarluaskan karya-karya atau orang
yang men-tahqiq kitab-kitab yang masih dalam tulisan tangan. Kalau orang alim
ditimbang dengan ini, maka cukup (terlalu banyak orang alim). Akan tetapi
penggambaran seperti inilah yang banyak menancap di benak orang-orang yang tidak
berilmu. Oleh karena itu banyak orang tertipu dengan kefasihan seseorang dan
tertipu dengan kepandaian berkarya tulis, padahal ia bukan ulama. Ini semua
menjadikan orang-orang takjub. Orang alim hakiki adalah yang mendalami ilmu
agama, mengetahui hukum-hukum Al Quran dan As Sunnah. Mengetahui ilmu ushul
fiqih seperti nasikh dan mansukh, mutlak, muqayyad, mujmal, mufassar, dan juga
orang-orang yang menggali ucapan-ucapan salaf terhadap apa yang mereka
perselisihkan.” (Wujubul Irtibath bi ‘Ulama, hal. 8)
Allah Subhanahu wa
Ta'ala menjelaskan ciri khas seorang ulama yang membedakan dengan kebanyakan
orang yang mengaku berilmu atau yang diakui sebagai ulama bahkan waliyullah. Dia
berfirman:
“Sesungguhnya yang
paling takut kepada Allah adalah ulama.” [QS.Fathir: 28].
[Disalin dari Majalah Asy Syariah, Vol. I/No. 12/1425 H/2005, karya Al
Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An Nawawi].
| Ulama Ahlus Sunnah dari Zaman ke Zaman - Kompilasi Ulang dari www.ahlulhadiits.wordpress.com Online melalui www.alquran-sunnah.com |