Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.”
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

Berikut Playlist Kajian Kitab Talbis Iblis bersama Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A. Hafidzahullah

Kajian Kitab Talbis Iblis: Perintah Berpegang Teguh pada Jamaah : Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

03.02.2021
Berpegang Teguh kepada Sunnah dan Tetap Bersama Al-Jamaah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 12 Jumadil Akhir 1442 H / 25 Januari 2021 M. CERAMAH AGAMA ISLAM TENTANG BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH DAN TETAP BERSAMA AL-JAMAAH Pada pertemuan sebelumnya kita telah menjelaskan salah satu di antara motivasi dan tujuan dari Ibnu Jauzi menulis kitab ini adalah seperti yang beliau katakan: “Maka aku memandang perlu untuk memperingatkan manusia dari tipu daya iblis dan menunjukkan kepada mereka jerat-jerat perangkapnya. Karena mengetahui hal-hal yang buruk merupakan salah satu cara agar terhindar dari keburukan itu.” Kita bisa terhindar dari keburukan karena kita mengetahui keburukan, bukan untuk melaksanakan keburukan itu. Seperti yang disebutkan dalam hadits, Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: كانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ عَنِ الخَيْرِ، وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي “Orang-orang biasa bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang kebaikan-kebaikan. Sementara aku bertanya kepada beliau tentang keburukan-keburukan, itu karena aku khawatir keburukan tersebut akan menimpa diriku.” Jadi kita perlu juga mengetahui apa-apa yang mendatangkan mudharat. Sehingga kita bisa menghindari mudharat itu. ------------------------ Mari dukung dakwah tauhid dan sunnah melalui Radio Rodja dan Rodja TV. Salurkan infak Anda melalui rekening khusus operasional: Bank Syariah Mandiri 756 1212 001 a.n. Yayasan Cahaya Sunnah Kode Bank 451 Daftarkan juga diri Anda sebagai muhsinin (donatur) tetap Radio Rodja dan Rodja TV, untuk informasi dan konfirmasi (SMS/WA) di: 0812 1454 6543 Setiap rupiah yang Anda infakkan akan sangat membantu tersiarnya dakwah tauhid dan sunnah melalui Radio Rodja dan Rodja TV ke seluruh penjuru Nusantara. Jazakumullahu khairan. Untuk dapat menyimak siaran Rodja TV dirumah dengan memasang antena parabola melalui: Outlet Rodja Parabola Pemasangan Parabola dan Service https://wa.me/6281291888756
3197
78
12

Kajian Kitab Talbis Iblis: Berpegang Teguh Pada Sunnah : Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

09.02.2021
Berpegang Teguh kepada Sunnah dan Tetap Bersama Al-Jamaah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 12 Jumadil Akhir 1442 H / 25 Januari 2021 M. Pada pertemuan sebelumnya kita telah menjelaskan salah satu di antara motivasi dan tujuan dari Ibnu Jauzi menulis kitab ini adalah seperti yang beliau katakan: “Maka aku memandang perlu untuk memperingatkan manusia dari tipu daya iblis dan menunjukkan kepada mereka jerat-jerat perangkapnya. Karena mengetahui hal-hal yang buruk merupakan salah satu cara agar terhindar dari keburukan itu.” Kita bisa terhindar dari keburukan karena kita mengetahui keburukan, bukan untuk melaksanakan keburukan itu. Seperti yang disebutkan dalam hadits, Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: كانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ عَنِ الخَيْرِ، وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي “Orang-orang biasa bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang kebaikan-kebaikan. Sementara aku bertanya kepada beliau tentang keburukan-keburukan, itu karena aku khawatir keburukan tersebut akan menimpa diriku.” Jadi kita perlu juga mengetahui apa-apa yang mendatangkan mudharat. Sehingga kita bisa menghindari mudharat itu. Salah satu hukuman yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah Allah membuat dia lupa kepada perkara-perkara yang membawa maslahat dan menyebabkan dia jatuh dalam mudharat. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan di dalam Al-Qur’an: وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّـهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah membuat mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” (QS. Al-Hasyr[59]: 19) Ibnul Qayyim mengatakan bahwa salah satu bentuk Allah membuat lupa manusia itu kepada diri mereka adalah Allah buat lupa mereka terhadap perkara yang membawa maslahat dan menghindarkan mereka dari mudharat. Sehingga tidak bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Maka di sini ini Hudzaifah Ibnul Yaman bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang perkara-perkara buruk bukan untuk melakukannya, tapi untuk menghindarinya.
2564
64
7

Kajian Kitab Talbis Iblis: Celaan terhadap Bid'ah dan Pelakunya : Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

18.03.2021
Celaan Terhadap Bid’ah dan Para Pelakunya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 17 Rajab 1442 H / 1 Maret 2021 M. PENGERTIAN BID’AH Bid’ah secara bahasa adalah membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya, baik itu dalam urusan dunia maupun dalam perkara-perkara agama. Adapun secara istilah syar’i: البِدعة في الدين هي ما لم يَشرَعْه الله ورسولُه، وهو ما لم يأمر به أمر إيجاب ولا استحباب “Bid’ah di dalam agama adalah apa-apa yang tidak disyariatkan Allah dan Rasulullah, yaitu perkara-perkara yang tidak diperintahkan oleh syariat baik itu wajib ataupun anjuran.” Lebih jelas lagi Imam Syathibi memberikan definisi sebagai berikut: هي طريقة في الدّين مخترعة، تضاهي الشرعية، يُقصد بالسلوك عليها المبالغة في التعبُّد لله “Dia adalah satu metodologi di dalam agama yang diada-adakan yang menyerupai syariat dan maksud dari pelaksanaannya adalah berlebih-lebihan di dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Sepertinya yang dituju oleh Imam Syathibi di sini adalah bid’ah dalam bab ibadah. Walaupun di sana ada bid’ah dalam bab aqidah. Maka dengan definisi dan terminologi seperti itu, bid’ah di dalam agama adalah perkara yang tercela, dilarang dan tidak ada nash dari Allah Subhanahu wa Ta’ala maupun NabiNya melainkan mencela hal-hal yang baru dan diciptakan untuk menandingi agama. Karena hak untuk menyampaikan agama ada di pundak para Nabi dan Rasul. Maka salah satu kaidah yang harus kita pegang adalah: ألا يعبد الله إلا بما شرعه الله ورسوله “Bahwa tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan cara yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya.”
1555
57
3

Kajian Kitab Talbis Iblis: Berpegang Teguh Pada Sunnah #5 : Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

24.03.2021
Berpegang Teguh kepada Sunnah dan Tetap Bersama Al-Jamaah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 12 Jumadil Akhir 1442 H / 25 Januari 2021 M.
985
30
2

Kajian Kitab Talbis Iblis: Celaan terhadap Pelaku Bid'ah #2 : Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

24.03.2021
Celaan Terhadap Bid’ah dan Para Pelakunya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 17 Rajab 1442 H / 1 Maret 2021 M. PENGERTIAN BID’AH Bid’ah secara bahasa adalah membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya, baik itu dalam urusan dunia maupun dalam perkara-perkara agama. Adapun secara istilah syar’i: البِدعة في الدين هي ما لم يَشرَعْه الله ورسولُه، وهو ما لم يأمر به أمر إيجاب ولا استحباب “Bid’ah di dalam agama adalah apa-apa yang tidak disyariatkan Allah dan Rasulullah, yaitu perkara-perkara yang tidak diperintahkan oleh syariat baik itu wajib ataupun anjuran.” Lebih jelas lagi Imam Syathibi memberikan definisi sebagai berikut: هي طريقة في الدّين مخترعة، تضاهي الشرعية، يُقصد بالسلوك عليها المبالغة في التعبُّد لله “Dia adalah satu metodologi di dalam agama yang diada-adakan yang menyerupai syariat dan maksud dari pelaksanaannya adalah berlebih-lebihan di dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Sepertinya yang dituju oleh Imam Syathibi di sini adalah bid’ah dalam bab ibadah. Walaupun di sana ada bid’ah dalam bab aqidah.
1335
53
1

Kajian Kitab Talbis Iblis: Perintah Berpegang Teguh Kepada Sunnah : Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

05.04.2021
Berpegang Teguh kepada Sunnah dan Tetap Bersama Al-Jamaah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 12 Jumadil Akhir 1442 H / 25 Januari 2021 M. Pada pertemuan sebelumnya kita telah menjelaskan salah satu di antara motivasi dan tujuan dari Ibnu Jauzi menulis kitab ini adalah seperti yang beliau katakan: “Maka aku memandang perlu untuk memperingatkan manusia dari tipu daya iblis dan menunjukkan kepada mereka jerat-jerat perangkapnya. Karena mengetahui hal-hal yang buruk merupakan salah satu cara agar terhindar dari keburukan itu.” Kita bisa terhindar dari keburukan karena kita mengetahui keburukan, bukan untuk melaksanakan keburukan itu. Seperti yang disebutkan dalam hadits, Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: كانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ عَنِ الخَيْرِ، وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي “Orang-orang biasa bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang kebaikan-kebaikan. Sementara aku bertanya kepada beliau tentang keburukan-keburukan, itu karena aku khawatir keburukan tersebut akan menimpa diriku.” Download rekaman audionya melalui: https://www.radiorodja.com/49702-be...
1273
47
0

Ahlul Bid'ah terpecah belah dalam Masalah Nama dan Sifat Allah - Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

24.04.2021
Ahlul Bid'ah terpecah belah dalam Masalah Nama dan Sifat Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 29 Sya’ban 1442 H / 12 April 2021 M. CERAMAH AGAMA ISLAM TENTANG PECAHAN-PECAHAN DARI KELOMPOK JAHMIYAH Kita membahas satu kelompok yang menyimpang di dalam bab nama dan sifat Allah, mereka melakukan pengingkaran/penolakan terhadap nama-nama dan sifat-sifat Allah, yaitu kelompok Jahmiyah. Kelompok ini juga terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok. Salah satu di antaranya yang sudah kita sebutkan yaitu Al-Mu’attilah. Inti dari pemikiran mereka adalah mengingkari nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, atau kandungan sifat yang terdapat didalam nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jadi hanya sebatas nama tidak ada sifat yang terkandung didalamnya. Dan di antara keyakinan mereka yang menyimpang dari sunnah adalah keyakinan bahwa Allah tidak akan bisa dilihat oleh manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Mereka menyatakan kafir orang-orang yang meyakini Allah bisa dilihat di surga. Dalam hal ini tentunya mereka mengingkari hadits-hadits yang sangat banyak, bahkan disebut oleh para ulama sebagai hadits mutawatir bahwa orang-orang beriman akan melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala di surga pada hari kiamat nanti. Haditsnya diriwayatkan dari puluhan sahabat dan dishahihkan oleh para imam-imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Kelompok ini mengingkari hal itu. Tentunya ini menyimpang dari kesepakatan Ahlus Sunnah wal Jama’ah di dalam masalah tersebut.
2507
106
4

Talbis Iblis: Perpecahan Ahlul Bid'ah - Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

24.05.2021
Kita masih melanjutkan pembicaraan tentang perpecahan yang terjadi di antara ahli bid’ah. Mereka terpecah-pecah menjadi 72 kelompok, dan ada 6 yang menjadi ushul bid’ah, salah satunya adalah murji’ah. Kelompok murji’ah ini juga terpecah menjadi beberapa kelompok. Satu di antaranya mengatakan bahwa tidak ada kewajiban yang dibebankan Allah kepada hambaNya, kewajiban hanyalah beriman saja. Maka siapa yang telah beriman dan mengetahui Allah, maka dia bebas melakukan apa yang dia sukai. Sebelumnya kita jelaskan bahwa inti dari pemikiran murji’ah adalah memisahkan amal dari iman. Mereka mengatakan bahwa amal bukan bagian dari iman, amal tidak ada kaitanya dengan iman. Dari situ muncullah beberapa pemikiran-pemikiran baru di dalam kelompok tersebut yang mengatakan bahwa tidak ada kewajiban. Karena amal tidak mempengaruhi iman, maka tidak ada kewajiban. Begitulah bid’ah yang akan terus berkembang, akan lahir bid’ah-bid’ah yang baru dari adal bid’ah itu sendiri. Ini adalah pemikiran yang sangat ekstrem di dalam kelompok tersebut. Sehingga mereka menihilkan kewajiban-kewajiban agama. Karena orang yang melakukan dosa/pelanggaran, meninggalkan kewajiban, tidak akan berkurang iman mereka. Iman mereka akan tetap sama levelnya dengan iman para Nabi dan Rasul, iman para sahabat, iman orang-orang shalih.
2713
112
7

Talbis Iblis: Mewaspadai Fitnah dan Tipu Daya Iblis #3 - Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

29.05.2021
1813
50
6

Talbis Iblis: Mewaspadai Fitnah dan Tipu Daya Iblis - Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

25.05.2021
Mewaspadai Fitnah dan Tipudaya Iblis adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary padaSenin, 14 Ramadhan 1442 H / 26 April 2021 M. Perlu kita ketahui bahwa saat manusia diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah membekali mereka dengan syahwat dan keinginan agar dapat mendatangkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri mereka. Manusia juga dikaruniai rasa amarah, hingga ia dapat menolak sesuatu yang menyakitinya. Lebih dari itu manusia dianugerahi akal yang berfungsi untuk membimbing, mengarahkan mereka, bersikap adil dan seimbang dalam mendatangkan ataupun menjauhi sesuatu. Sementara setan yang diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menggoda manusia agar mereka bersikap berlebihan dalam mendatangkan atau menjauhi sesuatu sehingga keluar dari keadilan dan jatuh kepada kedzaliman/aniaya. Oleh karena itu hendaknya siapa saja yang berpikir waras/berakal sehat, tentunya selalu waspada dan hati-hati terhadap musuh yang sudah menabuh genderang-perangnya sejak Adam diciptakan. Setan telah mendedikasikan umur dan seluruh hidupnya untuk menghancurkan anak-anak Adam. Itu adalah sumpahnya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh anak Adam agar selalu berhati-hati terhadap tipu daya setan. Seperti yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 168-169: …وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ‎﴿١٦٨﴾‏‏ “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah (tipu daya/siasat) setan, dia adalah musuh yang nyata bagi kamu.” (QS. Al-Baqarah[2]: 168) إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ ‎﴿١٦٩﴾‏ “Sesungguhnya setan menyuruhmu untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang jahat dan keji, dan menyuruh kamu untuk mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Baqarah[2]: 169)
3471
131
2

Mewaspadai Fitnah dan Tipu Daya Iblis - Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

14.06.2021
1536
64
3

Talbis Iblis: Setan ada Bersama Setiap Insan - Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

17.06.2021
Setan Ada Bersama Setiap Orang adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 12 Syawwal 1442 H / 24 Mei 2021 M. Di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisyaratkan adanya Qarin yang selalu menyertai manusia, dan juga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengingatkan kita bahwa setiap insan akan disertai oleh dua Bithonah, yaitu Bithonatul Khair (pembisik kebaikan, yaitu malaikat) dan Bithonatus Suu’ (pembisik keburukan, yaitu setan). Dan dinukilkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu’ Anha: أنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ خَرَجَ مِن عِندِهَا لَيْلًا، قالَتْ: فَغِرْتُ عليه، فَجَاءَ فَرَأَى ما أَصْنَعُ، فَقالَ: ما لَكِ؟ يا عَائِشَةُ أَغِرْتِ؟ فَقُلتُ: وَما لي لا يَغَارُ مِثْلِي علَى مِثْلِكَ؟ فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: أَقَدْ جَاءَكِ شيطَانُكِ قالَتْ: يا رَسولَ اللهِ، أَوْ مَعِيَ شيطَانٌ؟ قالَ: نَعَمْ قُلتُ: وَمع كُلِّ إنْسَانٍ؟ قالَ: نَعَمْ قُلتُ: وَمعكَ؟ يا رَسولَ اللهِ، قالَ: نَعَمْ، وَلَكِنْ رَبِّي عَزَّ وَ جَلَّى أَعَانَنِي عليه حتَّى أَسْلَمَ “Bahwa pada suatu malam, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar dari sisi ‘Aisyah. ‘Aisyah menuturkan: “Aku pun merasa cemburu kepada beliau. Saat kembali, beliau mengetauhi kecemburuanku. Lantas beliau bertanya: ‘Ada apa denganmu, wahai Aisyah? Apakah kamu cemburu?’ Aku menjawabnya: ‘Bagaimana aku tidak cemburu terhadap orang sepertimu?’ Beliau bertanya: ‘Apakah setanmu telah mendatangimu?’ Aku balik bertanya: ‘Wahai Rasulullah, adakah setan bersamaku?’ Beliau menjawab: ‘Ya’. Aku bertanya: ‘Apakah setan itu bersama setiap orang?’ Beliau menjawab: ‘Ya’. ‘Apakah bersama engkau juga?’ tanyaku kembali. Beliau menjawab: ‘Ya, hanya saja Rabbku telah menolongku untuk menguasainya, hingga ia masuk Islam'”. Imam Al-Khathabi rahimahullah berkata : “Semua perawi menyebutkan hadits ini dengan lafazh: (( فَأَسْلَمَ)) (hingga setan itu masuk Islam), yakni dalam bentuk fi’il madhi (kata kerja lampau), kecuali Sufyan bin Uyainah, dengan lafazh: (( فَأَسْلَمُ)) (hingga aku selamat), yakni selamat dari kejahatan setan. Sufyan beralasan: ‘Syaitan tidak mungkin masuk Islam'”. Namun ada kemungkinan bahwa setan yang masuk Islam adalah setan khusus yang menertai Nabi, bukan untuk manusia-manusia lain. Download rekaman audionya melalui: https://www.radiorodja.com/50233-se...
2068
66
3
Load more...

Kajian-kajian Penting

25.08.2018

Hadits Arbain Dalam Masalah Aqidah dan Manhaj (Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat)

RodjaTV

RodjaTV

Ceramah Agama Islam disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat membahas kitab Hadist Arbain bab Masalah Aqidah dan Manhaj. selamat menyimak semoga bermanfaat, anda dapat menyimak siaran kami melalui, Gabung dan subscribe di media sosial Rodja TV: Youtube: youtube.com/rodjatv/ Facebook: facebook.com/Rodja-TV-645146105580925 Twitter: twitter.com/rodjatv Google+: google.com/+rodjatv Situs web: http://rodja.tv Live stream (primer): http://live.rodja.tv Live stream Youtube: http://live2.rodja.tv (redirect) Rodja TV melalui satelit: Satelit Palapa D, Frekuensi: 4057, Symbol Rate: 2727, Polaritas: H (Horizontal), Video PID: 106, Audio PID: 107, PCR PID: 106 Outlet Rodja untuk jasa pemasangan parabola: http://rodja.tv/outlet Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p= Rodja.TV: http://rodja.tv/
43498
950
0
0
54

Manasik Haji dan Umrah [43 Kajian]

Hadits Arba'in Nawawi [32 Kajian]