بسم الله الرحمن الرحيم
📚 Kajian Kitab Fawaid Syarah Al-Arba'in An-Nawawiyah Karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Muhsin Rahimahullah
🎙┃ Ustadz Mohammad Alif, Lc. حفظه الله تعالى
🗓️┃Jum'at, 09 Januari 2026 / 20 Rajab 1447 H
🕰️┃ Ba'da Maghrib
🕌┃ Masjid Al-Qomar Jl. Slamet Riyadi No. 414 Rel Bengkong Purwosari, Solo
📖┃ Daftar Isi:
Kitab ini adalah ringkasan dari kitab Syarah Al-Arbain An-Nawawiyah Karya Abdullah bin Shalih Al-Muhsin Rahimahullah yang telah lama dipakai di Majelis Ilmu Universitas Madinah.
Hadits ini diawali oleh Majelis Imam Ibnu Sholah Rahimahullah yang menyebutkan dan mendikte sebanyak 26 hadits dalam majelis tersebut.
Kemudian Imam An-Nawawi rahimahullah mengumpulkan kembali dan menambah menjadi 42 Hadits (Disingkat menjadi Arba'in An-Nawawi) yang telah disyarah oleh banyak ulama, diantaranya yang terkenal disyarah oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah (Murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu) dan diberi judul kitab Jami' Al-Ulum Wal Hikam dalam dua jilid dan ditambah 8 hadits menjadi 50 hadits.
Kitab ini adalah ringkasan dari Syarah Kitab Arba'in An-Nawawi Karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Muhsin Rahimahullah dengan hanya disebutkan hadits, fawaid dan tambahan Kaidah Nabawiyah dalam setiap akhir hadits.
Kebiasaan ulama menyusun kitab 40 hadist (Arbain) adalah tradisi untuk merangkum pokok-pokok ajaran Islam menjadi hadis-hadis pilihan yang mudah dihafal dan dipahami, biasanya dimotivasi oleh hadits tentang keutamaan menghafal 40 hadis, lalu mereka mengkoleksi hadis-hadis yang mencakup berbagai aspek agama (ushul dan furu') untuk mempermudah umat awam, seperti contoh terkenal Imam an-Nawawi dengan Arbain Nawawi yah yang kita bahas ini.
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
Kajian Kitab: Hadits Arba'in
Tanggal: 15 Safar 1447 / 9 Agustus 2025
Tempat: Masjid Al-Qomar Purwosari, Surakarta
Bersama: Ustadz Abu Adib Hafidzahullah
Hadits Arba'in ke-23: Sarana-sarana Menuju Kebaikan
Syarah oleh: Syaikh Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah
عَنْ أَبِي مَالِكٍ الحَارِثِ بْنِ عَاصِمٍ الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:) الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَانِ، وَالحَمْدُ للهِ تَمْلأُ المِيْزَانَ، وَسُبْحَانَ اللهِ والحَمْدُ للهِ تَمْلآنِ – أَو تَمْلأُ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، وَالصَّلاةُ نُورٌ، والصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَو مُوْبِقُهَا رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bersuci itu sebagian dari iman, ucapan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) itu memenuhi timbangan. Ucapan subhanallah (Mahasuci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah), keduanya memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti nyata, kesabaran adalah sinar, Al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau hujjah yang menuntutmu. Setiap manusia berbuat, seakan-akan ia menjual dirinya, ada yang memerdekakan dirinya sendiri, ada juga yang membinasakan dirinya sendiri.’”
- (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 223]
Selengkapnya: Hadits Arba'in ke-23: Sarana-sarana Menuju Kebaikan
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian Masjid Al-Ukhuwah - Rodja
🎙 Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
🗓 Bandung, 22 Muharram 1447 / 18 Juli 2025
Agama adalah Nasihat: Nasihat kepada Kaum Muslimin
Melanjutkan pembahasan Agama adalah nasihat.
عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْمٍ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” (diulang 3x), Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.” [HR. Muslim, no. 55]
Nasihat adalah memberi nush kepada orang lain. Nush adalah seseorang menginginkan kebaikan bagi saudaranya, mengajak untuk melakukan kebaikan, menjelaskan dan memberikan dorongan untuk melakukan kebaikan tersebut.
Telah berlalu pembahasan nasehat kepada Allah ﷻ, Kitab Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ, nasihat kepada pemimpin (Imam) dan Penguasa kemudian dilanjutkan dengan nasihat kepada kaum muslimin.
Didahulukan nasihat kepada imam-imam sebelum kaum muslimin, karena imam-imam itu bila shaleh maka maslahatnya bagi seluruh kaum muslimin, sebaliknya kalau ulama dan umara jahat, maka efeknya akan terasa begitu luas.
Selengkapnya: Agama adalah Nasihat: Nasihat kepada Kaum Muslimin
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kajian Masjid Al-Ukhuwah - Rodja
🎙 Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
🗓 Bandung, 16 Muharram 1447 / 11 Juli 2025
Agama adalah Nasihat: Nasihat kepada Penguasa
Melanjutkan pembahasan Agama adalah nasihat.
عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْمٍ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” (diulang 3x), Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 55]
Nasihat adalah memberi nush kepada orang lain. Nush adalah seseorang menginginkan kebaikan bagi saudaranya, mengajak untuk melakukan kebaikan, menjelaskan dan memberikan dorongan untuk melakukan kebaikan tersebut.
Telah berlalu pembahasan nasehat kepada Allah ﷻ, Kitab Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ, kemudian dilanjutkan dengan nasihat kepada pemimpin (Imam).
Telah diterangkan ada 2 jenis imam: imam agama (ulama) dan penguasa (umara). Dan penguasa muslim memiliki 2 hak: