Bismillah
Daftar Isi:
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang kembali mempertemukan kita dalam majelis ilmu yang penuh keberkahan. Pada kesempatan ini, kita melanjutkan kajian kitab Bulughul Maram karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah.
Kitab Bulughul Maram merupakan salah satu kitab hadis yang sangat bermanfaat, khususnya dalam pembahasan hukum-hukum fikih. Di dalamnya, penulis menghimpun hadis-hadis yang menjadi landasan berbagai permasalahan agama. Menariknya, kitab ini disebutkan disusun untuk membantu putra beliau mempelajari dan menghafal hadis. Namun, dengan izin Allah, manfaatnya meluas hingga dipelajari kaum muslimin di berbagai penjuru dunia.
Hal ini mengingatkan kita bahwa karya tulis yang ikhlas dapat menjadi amal jariyah bagi penulisnya. Banyak ulama yang menyusun karya untuk anak-anak mereka. Di antaranya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dengan Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud. Ini menjadi pelajaran bagi para orang tua bahwa hadiah terbaik bagi anak bukan hanya harta benda, melainkan juga pendidikan agama dan ilmu yang bermanfaat.
Bismillah
Daftar Isi:
Bertemu dengan bulan Ramadan merupakan tanda bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kesempatan besar kepada kita untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala, menggapai surga, serta meraih ampunan-Nya (maghfirah). Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah berkata:
قَيِّدُوا نِعَمَ اللهِ بِالشُّكْرِ
Qayyidū ni’amallāhi bisy-syukr.
"Ikatlah nikmat-nikmat Allah itu dengan bersyukur."
Para ulama menyebut syukur sebagai hāfiz (penjaga), sebab bersyukur dapat menjaga nikmat-nikmat yang ada agar tidak hilang atau dicabut oleh Allah Subhanahu wa Ta me masa Ta'ala.
Selengkapnya: Bulughul Maram #1 | Muqaddimah dan Pengantar Kitab
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃ Materi : Kitab Bulughul Maram
📚┃ Syarah : Minhatul 'Allam fi Syarhi Bulughul Maram
🎙┃ Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.P.di Hafizhahullah (Pengajar Mabais Jajar Solo)
🗓┃ Hari/Tanggal : Kamis, 9 Oktober 2025 M / 17 Rabi’ul Akhir 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al-Qomar Purwosari Solo
🕌┃Daftar Isi:
كِتَابُ اَلطَّهَارَةِ - بَابُ اَلْمِيَاهِ
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليهوسلم – – لَا يَغْتَسِلُ أَحَدُكُمْ فِي اَلْمَاءِ اَلدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ – أَخْرَجَهُمُسْلِمٌ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seseorang di antara kalian mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.” (Dikeluarkan oleh Muslim). [HR. Muslim, no. 283]
وَلِلْبُخَارِيِّ: – لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي اَلْمَاءِ اَلدَّائِمِ اَلَّذِي لَا يَجْرِي, ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ –
Menurut riwayat Imam Bukhari, “Janganlah sekali-kali seseorang di antara kalian kencing dalam air yang tergenang yang tidak mengalir kemudian ia mandi di dalamnya.” [HR. Bukhari, no. 239]
Selengkapnya: Bulughul Maram#2 | Kitab Thaharah Bab-Air | Hadits ke-6 sampai 11