Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita memohon pertolongan, ampunan, serta perlindungan-Nya dari keburukan diri dan amal perbuatan kita. Kita bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah semata, tanpa sekutu bagi-Nya. Kita juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga, para sahabat, serta orang-orang yang mengikuti petunjuk dan sunnah beliau hingga hari kiamat.
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
📚┃ Materi : Mendidik Seperti Rasul
🎙️┃ Pemateri : Ustadz Ahmad Ubaidillah Nasiden, Lc Hafizhahullah
🗓️┃ Hari, Tanggal : Ahad, 13 September 2026 M / 02 Rabi’ul Akhir 1448
🕌┃ Tempat : Masjid Al Fattah, Grogol, Sukoharjo
📖┃ Daftar Isi :
Segala puji milik Allah, Dialah satu-satunya yang pantas untuk dipuji. Tiada satu pun dari kita yang pantas mendapat pujian itu. Maka tauhidkan pujianmu, esakan pujianmu hanya untuk Dia, dan jangan sekali-kali memuji dirimu sendiri. Itulah di antara makna Alhamdulillah, karena apa pun hal menyenangkan yang kita dapatkan, semuanya murni pemberian dari Allah.
Sholawat dan salam semoga senantiasa tersampaikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, anak cucu, dan siapa pun yang meneruskan agamanya, melanjutkan perjuangannya, serta menapaki jejak langkahnya. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan beliau. Amin ya rabbal alamin.
Dalam konsep pengajaran Islam, Rasulullah ﷺ merupakan teladan terbaik. Jika kita menelaah metode beliau, terdapat prinsip-prinsip utama yang menjadi landasan Rasulullah ﷺ dalam mendidik umatnya.
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu, dimana majelis ilmu adalah majelis terbaik di sisi Allah ﷻ, yaitu majelis yang dibacakan ayat-ayat dan sunnah Nabi ﷺ.
Kajian pada kali ini membahas masalah yang berkaitan dengan pernikahan dan hubungan suami isteri. Agar pernikahan menjadi langgeng dan awet.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum Ayat 21:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ٢١
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Sakinah yaitu ketenangan. Zaman Bani Israil, mereka meninggalkan sakinah dalam bentuk tabut (peti) yang menjadikan ketenangan dalam Bani Israil hingga selalu menang dalam peperangan. Karena Kekuatan dalam peperangan adalah sakinah. Sehingga malaikat membantu peperangan dengan menjadikan hati musuh takut dan gelisah, hingga kalah.