ุจูุณููู ู ุงูููููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู
๐โMateri : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. Hadits: https://shamela.ws/
๐โ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
๐โ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 16 Januari 2026 M / 27 Rajab 1447 H
๐โTempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
[ูุชุงุจู ุงูุนููู ] ูขูคูก- ุจุงุจู ูุถู ุงูุนูู
ูกูค/ูกูฃูจูฉ- ูุนูู ุงุจู ู ุณูุนููุฏูุ ุฑุถู ุงููููู ุนููููุ ูุงูู: ุณู ูุนูุชู ุฑูุณูููู ุงููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู ููููููู: "ููุถููุฑู ุงููููู ุงู ูุฑุกุงู ุณู ูุน ู ููุง ุดูููุฆุงูุ ูุจููููุบููู ููู ูุง ุณูู ุนููู ููุฑูุจูู ู ูุจููููุบู ุฃููุนู ู ููู ุณูุงู ูุน ". ุฑูุงูู ุงูุชุฑู ุฐููู ููุงู: ุญุฏูุซู ุญูุณูู ุตูุญูุญู.
1389. Dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahuโanhu, ia menuturkan: "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: 'Semoga Allah ๏ทป memperbagus (akhlak dan kedudukan) seseorang yang mendengar sesuatu (hadits) dari kami lalu menyampaikannya sebagaimana yang ia dengar. Adakalanya orang yang disampaikan kepadanya suatu hadits lebih mengerti daripada orang yang mendengarnya secara langsung.'
(HR. At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits hasan shahih."
Shahih. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2657, 2658), Ibnu Majah (232), Ahmad (I/437), al-Humaidi (88), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (112), dan lainnya melalui jalur Ibnu Mas'ud dengan hadits ini. Derajat hadits ini Shahiih.
Hadits ini juga mempunyai beberapa hadits penguat dari sejumlah Sahabat yang mencapai tingkat mutawatir.
ูกูฅ/ูกูฃูฉู - ูุนู ุฃูุจู ููุฑูุฑุฉูุ ุฑุถู ุงููููู ุนููููุ ููุงูู: ููุงูู ุฑุณูููู ุงููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู :"ู ูู ุณูุฆูู ุนูู ุนููู ู ููููุชูู ูููุ ุฃููุฌูู ูููู ู ุงููููุงู ุฉู ุจูููุฌุงู ู ู ููู ููุงุฑู".ุฑูุงูู ุฃูุจู ุฏุงูุฏ ูุงูุชุฑู ุฐูุ ูููุงูู: ุญุฏูุซู ุญุณูู.
1390. Dari Abu Hurairah Radhiyallahuโanhu, ia berkata: "Rasulullah bersabda: 'Barang siapa ditanya suatu ilmu, lalu dia menyembunyikannya, Allah akan menyumbat mulutnya dengan besi kekang dari api Neraka kelak di hari Kiamat.'"
(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan "Hadits hasan.")
Shahรฎh. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3658), at-Tirmidzi (2649) Ibnu Majah (261), Ahmad (1I/263, 305, 344, 353, 495), dan yang lainnya dengan sanad shahih.
ูกูฆ/ูกูฃูฉูก- ูุนูู ููุงูู: ููุงูู ุฑุณููู ุงููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู : "ู ูู ุชูุนูููู ู ุนููู ุงู ู ูู ุง ููุจุชูุบูู ุจููู ููุฌููู ุงูููููู ุนุฒ ููุฌูููู ูุง ููุชูุนูููู ููู ุฅููุงูู ููุตููุจู ุจููู ุนูุฑูุถุงู ู ููู ุงูุฏูููููุง ููู ู ูุฌูุฏู ุนูุฑููู ุงูุฌูููุฉู ูููู ุงููููุงู ุฉู "ููุนูููู: ุฑููุญูููุงุ ุฑูุงู ุฃูุจูู ุฏุงูุฏ ุจุฅุณูุงุฏ ุตุญูุญ.
1391. Dari Abu Hurairah Radhiyallahuโanhu, dia bertutur: "Rasulullah bersabda: 'Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya ditujukan untuk mencari ridha Allah ๏ทป, namun dia mempelajarinya hanya untuk mendapatkan suatu harta dunia, maka dia tidak akan mencium baunya Surga pada hari Kiamat.'
(HR. Abu Dawud dengan sanad shahih).
Shahรฎh. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3664), Ibnu Majah (252) Ahmad (I/338), dan yang lainnya. Di sanadnya terdapat Fulaih bin Sulaiman, yang sedikit menjadi perbincangan. Namun, dalam hadits ini dia tidak sendirian, karena Abu Sulaiman al-Khuza'i menyetujuinya pada riwayat Ibnu Abdil Barr dalam kitab Jรขmi'u Bayรขnil ilmi wa fadhlih (1/190). Dengan persetujuan ini, hadits tersebut menjadi hadits shahih. Wallahu a'lam.
ูกูง/ูกูฃูฉูข- ูุนูู ุนุจุฏู ุงููููู ุจู ุนู ุฑู ุจู ุงูุนุงุต ุฑุถู ุงููููู ุนููููู ุง ููุงูู: ุณู ูุนุชู ุฑุณููู ุงููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู ูููู:"ุฅููู ุงููููู ูุงู ูููุจูุถ ุงูุนูููู ุงููุชูุฒูุงุนุงู ูููุชุฒูุนููู ู ููู ุงููููุงุณูุ ูููููู ูููุจูุถู ุงูุนูููู ู ุจูููุจูุถู ุงูุนูููู ุงุกู ุญุชููู ุฅูุฐูุง ูู ู ููุจููู ุนูุงููู ุงูุ ุงุชููุฎูุฐู ุงููููุงุณู ุฑูุคูุณุงู ุฌููููุงูุงู ููุณุฆููููุงุ ูุฃููุชูููุง ุจุบูููุฑู ุนูู ูุ ููุถูููููุง ูุฃูุถูููููุง" ู ุชููู ุนููููููู.
1392. Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiyallahuโanhu, ia berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu pengetahuan dengan menghapusnya dari dada manusia. Akan tetapi, Allah mencabutnya dengan meninggalnya para ulama, sehingga apabila tidak ada seorang ulama pun, maka orang-orang mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin mereka. Jika orang-orang itu, ditanya, mereka akan memberikan fatwa dengan tanpa didasari ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan.' (Muttafaq alaihi)
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (XI/194-Fathul Bรขri) dan Muslim (2673).
โขโโโโโโโขโโโฟโโโขโโโโโโข
ุงููููููู ูู ุฅููููู ุฃูุนููุฐู ุจููู ุฃููู ุฃูุดูุฑููู ุจููู ููุฃูููุง ุฃูุนูููู ู ุ ููุฃูุณูุชูุบูููุฑููู ููู ูุง ูุง ุฃูุนูููู ู
โYa Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahuiโ.
ูุจุงููู ุงูุชูููู ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุนูู ุขูู ูุตุญุจู ูุณูู
ุจูุณููู ู ุงูููููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู
๐โMateri : Kitab Adabul Mufrad | Hadits: https://shamela.ws
๐โ Pemateri : Ustadz Yunan Hilmi, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
๐โ Hari/ Tanggal : Senin, 12 Januari 2026 M / 23 Rajab 1447 H
๐โTempat : Masjid Al-Ikhlas - Adi Sucipto Jajar Solo.
๐โDaftar Isi:
ูขูจูก - ุจูุงุจู ู ููู ุฐูููุฑู ุนูููุฏููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููู ู ููุตูููู ุนููููููู
647. 'Ali mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin 'Abdirrahman, maula keluarga Thalhah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Kuraib Abu Risydin, dari lbnu Abbas:
ูฆูคูง - ุนููู ุฌูููููุฑูููุฉู ุจูููุชู ุงููุญูุงุฑูุซู ุจููู ุฃูุจูู ุถูุฑูุงุฑูุ ุฃูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฎูุฑูุฌู ู ููู ุนูููุฏูููุงุ ููููุงูู ุงุณูู ูููุง ุจูุฑููุฉูุ ููุญูููููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุงุณูู ูููุงุ ููุณูู ููุงููุง ุฌูููููุฑูููุฉูุ ููุฎูุฑูุฌู ููููุฑููู ุฃููู ููุฏูุฎููู ููุงุณูู ูููุง ุจูุฑููุฉูุ ุซูู ูู ุฑูุฌูุนู ุฅูููููููุง ุจูุนูุฏูู ูุง ุชูุนูุงููู ุงููููููุงุฑูุ ูููููู ููู ู ูุฌูููุณูููุงุ ููููุงูู: " ู ูุง ุฒูููุชู ููู ู ูุฌูููุณูููุ ููููุฏู ููููุชู ุจูุนูุฏููู ุฃูุฑูุจูุนู ููููู ูุงุชู ุซูููุงุซู ู ูุฑููุงุชูุ ูููู ููุฒูููุชู ุจูููููู ูุงุชููู ููุฒูููุชูููููู: ุณูุจูุญูุงูู ุงูููููู ููุจูุญูู ูุฏููู ุนูุฏูุฏู ุฎูููููููุ ููุฑูุถูุง ููููุณูููุ ููุฒูููุฉู ุนูุฑูุดูููุ ููู ูุฏูุงุฏู - ุฃููู ู ูุฏูุฏู - ููููู ูุงุชููู"
Dari Juwairiyah binti Al-Harits bin Abi Dhirar, bahwa Nabi ๏ทบ (suatu kali) keluar dari rumahnya. Dulu namanya Barrah, lalu Nabi ๏ทบ mengganti namanya dengan Juwairiyah. Beliau keluar karena tidak suka beliau masuk sedangkan namanya adalah Barrah. Beliau kembali menemuinya setelah hari bertambah siang, sementara ia masih tetap berada di tempat duduknya. Rasulullah ๏ทบ bertanya, "Engkau masih berada di tempat dudukmu? Setelah meninggalkanmu, aku telah mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali yang sekiranya ditimbang dengan kalimat-kalimatmu niscaya (bandingannya) akan sama, (yaitu) 'Subhaanallaahi wa bihamdihi 'adada khalqihi wa ridhaa nafsihi wa zinata 'arsyihi wa midaada -atau madada- kalimaatihi' (Mahasuci Allah, hamba memuji-Nya, pujian sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebesar ridha diri-Nya, seberat timbangan 'arsy-Nya dan sebanyak tinta (tulisan) Kalam-Nya).'
๐ Diriwayatkan Muslim: Kitab Adz-Dzikr wad Du'aa' Bab At-Tasbiih Awwalan nahaar wa 'indan naum (79). Dan di Kitab Al-Aadaab Bab lstihbaab taghyiiril ismil qabiihi ilaa hasan (16).
ุจูุณููู ู ุงูููููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู
๐โMateri : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. Hadits: https://shamela.ws/
๐โ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
๐โ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 09 Januari 2026 M / Rajab 1447 H
๐โTempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
[ูุชุงุจู ุงูุนููู ] ูขูคูก- ุจุงุจู ูุถู ุงูุนูู
ูค/ูกูฃูงูฉ- ูุนููู ุณููููู ุจู ุณุนุฏูุ ุฑุถู ุงููููู ุนููููุ ุฃููู ุงููููุจููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู ููุงูู ููุนูููููุ ุฑุถู ุงููููู ุนูููู: "ูู ุงูููููู ูุฃูู ูููุฏููู ุงููููู ุจููู ุฑุฌููุงู ูุงุญูุฏุงู ุฎูููุฑู ููู ู ู ุญูู ูุฑู ุงููููุนู " ู ุชููู ุนูููู.
1379. Dari Sahl bin Sa'd Radhiyallahuโanhu, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda kepada Ali Radhiyallahuโanhu: "Demi Allah, diberikannya seseorang hidayah oleh Allah melalui dirimu benar-benar lebih baik bagimu daripada kamu (mendapatkan) seekor unta merah (barang termahal kala itu ) " (Muttafaqun alaih).
Pengesahan hadits dan penjelasannya telah diberikan pada bahasan hadits nomor 175, dalam Bab "Memberi Petunjuk kepada Kebaikan dan Mengajak kepada Kebenaran atau Kesesatan"
*****
ูฅ/ูกูฃูจู - ูุนู ุนุจุฏู ุงููููู ุจู ุนู ุฑู ุจู ุงูุนุงุตุ ุฑุถู ุงููููู ุนููููู ุงุ ุฃููู ุงููููุจููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู ููุงูู: "ุจูููุบููุง ุนููููู ููููู ุขููุฉูุ ูุญูุฏููุซููุง ุนูู ุจูููู ุฅุณูุฑูุงุฆูู ูููุง ุญูุฑุฌูุ ูู ูู ููุฐูุจ ุนููููู ู ูุชูุนู ููุฏุงู ูููููุชุจููููุฃู ู ูููุนูุฏูู ู ููู ุงููููุงุฑ" ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู.
1380. Dari Abdullah bin Amar bin al-Ash Radhiyallahuโanhu, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda "Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat. Tidak mengapa kalian membicarakan Bani Israil Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka bersiaplah menempati tempat duduknya di Neraka" (HR. Al-Bukhari)
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (VI/496-Fathul Bari)
1. Penjelasan perihal wajibnya menyampaikan ajaran agama, baik dari Kitabullah atau dari as-Sunnah. Hadits ini merupakan keterangan mengenai wajibnya seseorang menyampaรฏkan pengetahuan Agama yang diketahui dan dipahami walaupun sedikit. Apabila seseorang segera melaksanakannya, maka semua yang datangnya dari Nabi akan datang beruntun kepadanya setelah itu.
2. Tidak mengapa berbicara tentang Bani Israil karena pada mereka terdapat hal-hal yang aneh. Maka, tidak seharusnya membenarkan mereka dan tidak pula mendustakannya, kecuali yang riwayatnya memperteguh syariat kita dengan jalur yang shahih.
3. Diharamkan berbuat dusta dengan mengatasnamakan Rasulullah dan para ulama sepakat bahwa berbohong dengan mengatasnamakan Rasulullah adalah sebagian dari dosa-dosa besar. Bahkan, sebagian mereka berpendapat bahwa berbuat kebohongan dengan mengada-ada terhadap Rasulullah dapat membuat dirinya kafir.
ูฆ/ูกูฃูจูก- ูุนูู ุฃูุจู ููุฑูุฑุฉูุ ุฑุถู ุงููููู ุนูููููุ ุฃููู ุฑุณููู ุงููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู ุ ูุงูู: "ูู ููู ุณููู ุทุฑูููุงู ููููุชูู ูุณู ููููู ุนูููู ุงูุ ุณููููู ุงููููู ูููู ุจููู ุทูุฑูููุงู ุฅูููู ุงูุฌููููุฉู "ุฑูุงูู ู ุณูู ู.
1381. Dari Abu Hurairah Radhiyallahuโanhu, bahwasanya Rasulullah bersabda "Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mempermudah baginya jalan menuju ke Surga." (HR. Muslim)
Adapun pengesahan hadits dan penjelasannya telah diberikan pada bahasan hadits nomor (245), di dalam Bab (29): "Memenuhi Kebutuhan Kaum Muslimin".
ูง/ูกูฃูจูข- ููุนููููุ ุฃููุถุงูุ ุฑุถู ุงููููู ุนููู ุฃููู ุฑูุณููู ุงููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู ููุงูู: "ู ููู ุฏูุนูุง ุฅูููู ููุฏูู ูุงูู ููู ู ููู ุงูุฃุฌูุฑ ู ูุซูู ุฃูุฌูุฑู ู ูู ุชูุจูุนูู ูุงู ูููููุตู ุฐููู ู ููู ุฃูุฌููุฑูููู ุดูููุฆุงู "ุฑูุงูู ู ุณูู ู.
1382. Dari Abu Hurairah Radhiyallahuโanhu, bahwasanya Rasulullah bersabda "Barang siapa mengajak kepada suatu petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tidak berkurang sedikit pun dari pahala mereka itu." (HR. Muslim)
Pengesahan hadits dan penjelasannya telah diberikan pada bahasan hadits nomor (174), dalam Bab (20): "Memberi Petunjuk kepada Kebaikan dan Mengajak kepada Kebenaran atau Kesesatan".
ูจ/ูกูฃูจูฃ- ูุนูููู ููุงูู: ููุงูู ุฑุณูููู ุงููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู : "ุฅูุฐูุง ู ุงุชู ุงุจููู ุขุฏูู ุงููููุทูุน ุนูู ูููู ุฅูุงูู ู ููู ุซููุงุซู: ุตูุฏููุฉู ุฌูุงุฑููุฉูุ ุฃูู ุนููู ู ููููุชูููุนู ุจูููุ ุฃูู ูููุฏู ุตุงูุญู ูุฏูุนูู ูููู" ุฑูุงูู ู ุณูู ู.
1383. Dari Abu Hurairah Radhiyallahuโanhu, dia bertutur: "Rasulullah bersabda: 'Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.'" (HR. Muslim)
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (1631).
1. Anjuran mempersiapkan bekal dengan amal-amal shalih sebelum ajal menjemput.
2. Amal-amal shalih yang manfaatnya tetap berlanjut setelah orangnya meninggal dunia, maka pahalanya tetap mengalir kepadanya.
3. Anjuran agar melaksanakan amal kebaikan dengan cara wakaf, seperti membangun masjid, mendirikan madrasah, membuat sumur, ataupun menanam pohon. Semua itu sedekah jariyah.
4. Disunnahkan agar mengajarkan ilmu dan menyusun kitab-kitab yang bermanfaat. Itulah di antara ilmu yang bermanfaat, yang pahalanya tetap berlangsung sepanjang zaman.
5. Anjuran untuk mendidik anak dan mengajari mereka perkara yang fardhu dan sunnah, serta adab sopan santun supaya mereka menjadi orang-orang shalih.
ูฉ/ูกูฃูจูค- ููุนูููู ููุงูู: ุณู ูุนูุชู ุฑุณููู ุงููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู ููููููู: "ุงูุฏููููููุง ู ููุนููููุฉูุ ู ููุนูููู ู ูุง ูููููุงุ ุฅูุงูู ุฐููุฑู ุงููููู ุชูุนูุงููุ ููู ูุง ูุงูุงูููุ ูุนูุงูู ุงูุ ุฃูู ู ูุชูุนูููู ุงู "ุฑูุงูู ุงูุชุฑู ุฐููู ููุงู: ุญุฏูุซู ุญุณูู.
ููููู"ููู ูุง ููุงูุงูู"ุฃูู: ุทุงุนุฉู ุงููููู.
1384. Dari Abu Hurairah , dia mengatakan: "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: 'Dunia itu terkutuk, dan isinya pun terkutuk, kecuali mengingat Allah ta'ala dan yang menunjangnya (taat kepada Allah ta'ala), orang yang berilmu, atau orang yang mencari ilmu.'" (HR. At-Tirmidzi. Dia berkata: "Hadits basan.")
Pengesahan hadits dan penjelasannya telah diberikan pada bahasan hadits nomor (478), yaitu dalam Bab (55): "Keutamaan Zuhud terhadap Kenikmatan Dunia".
ูกู /ูกูฃูจูฅ- ููุนููู ุฃูุณูุ ุฑุถู ุงููููู ุนูููู ูุงูู: ููุงูู ุฑูุณูููู ุงููููููุ ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู : "ู ูู ุฎุฑูุฌ ูู ุทูููุจู ุงูุนููู ูุ ูุงู ูู ุณูุจููู ุงูููููู ุญูุชููู ูุฑุฌูุนู "ุฑูุงูู ุงูุชุฑูู ูุฐููู ููุงู: ุญุฏูุซู ุญูุณูู.
1385. Dari Anas , dia berkata: "Rasulullah bersabda: Barang siapa berangkat untuk mencari ilmu, maka dia fi sabilillab sampai kembali."" (HR. At-Tirmidzi. Dia berkata: "Hadits hasan.")
Dha'if. Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2647) dengan sanad dba'if karena Abu Ja'far ar-Razi hafalannya jelek (sayyi-ul hifzh)
Hadits ini dha'if sehingga tidak bisa dijadikan hujah. Adapun hujjah dalam masalah ini sudah cukup dengan hadits shahih dari Nabi ihwal keutamaan ilmu, yaitu keutamaan menuntut ilmu dan/atau mengajarkannya.
ูกูก/ูกูฃูจูฆ- ูุนููู ุฃูุจู ุณูุนูุฏู ุงูุฎุฏูุฑููููุ ุฑุถู ุงููููู ุนูููููุ ุนููู ุฑุณูููู ุงููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู ููุงูู: "ูููู ู ููู ุฎูููุฑู ุญูุชููู ููููููู ู ูููุชูููุงูู ุงูุฌููููุฉู". ุฑูุงูู ุงูุชุฑู ุฐูููุ ูููุงูู: ุญุฏูุซู ุญุณูู.
1386. Dari Abu Sa'id al-Khudri , dari Rasulullah beliau bersabda: "Seorang Mukmin tidak akan pernah kenyang dari kebaikan, sehingga puncak kebaikan yang diperolehnya adalah Surga. (HR. At-Tirmidzi Dia berkata: "Hadits hasan.")
Dha'if. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi (2686 dengan sanad dha'if karena riwayat Darraj dari Abul Haitsam itu dha'if.
1. Cukuplah hadits shahih melalui jalur-jalur dan syahid (penguat)nya sebagai hujjah dalam masalah ini, yaitu: 'Dua orang yang rakus (tidak kenyang-kenyang), yaitu (1) orang yang rakus ilmu, dia tidak akan kenyang dari ilmunya dan (2) orang yang rakus dunia, dia tidak akan kenyang dari dunianya."
2. Para penuntut ilmu adalah orang yang rakus terhadap ilmu, mereka idak akan kenyang darinya. Sebab, tidak kenyangnya itu merupakan konsekuensi iman dan sifat orang-orang Mukmin. Oleh sebab itu para pemimpin Islam apabila ditanya: "Sampai kapan batas ilmu itu?`' Mereka menjawab: "Al-Mabbaratu ilal Maqbarab (Waktu Berburu Ilmu sampai di Kubur.)"
3. Penuntut ilmu senantiasa mencari tambahannya karena mereka merealisasikan firman Allah ta`ala: "Dan katakanlah: 'Ya, Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.'" (QS. Thaha [20]: 114
4. Kelezatan yang diperoleh dari ilmu dan iman selalu inovatif. Orang yang memperoleh kelezatan ilmu dan iman selalu merasa kurang dan kehausan, sehingga dia pasti akan selalu mencari tambahannya dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan. Motivasinya tidak lain untuk menikmati kelezatan yang telah diperoleh, kelezatan yang diharapkan untuk diperoleh, dan kelezatan dalam mencarinya.
*****
ูกูข/ูกูฃูจูง- ูุนููู ุฃูุจู ุฃูู ูุงู ุฉุ ุฑุถู ุงููููู ุนููููุ ุฃููู ุฑูุณููู ุงููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู ููุงูู: "ูุถููู ุงููุนุงููู ุนูููู ุงููุนุงุจูุฏู ููููุถููู ุนูููู ุฃูุฏูููุงููู ู"ุซูู ูู ููุงูู: ุฑุณูููู ุงูููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู :"ุฅููู ุงููููู ูู ูุงุฆูููุชููู ูุฃููููู ุงูุณููู ูุงุชู ูุงูุฃุฑุถู ุญุชููู ุงููููู ูููุฉู ูู ุฌูุญูุฑูููุง ููุญูุชููู ุงูุญููุชู ููููุตููููููู ุนููู ู ูุนูููู ูู ุงููููุงุณู ุงูุฎูููุฑู "ุฑูุงูู ุงูุชุฑู ุฐู ููุงูู: ุญูุฏูุซู ุญูุณูู.
1387. Dari Abu Umamah Radhiyallahuโanhu; Bahwasanya Rasulullah bersabda: 'Keutamaan orang yang berilmu terhadap seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaan aku terhadap orang yang paling rendah di antara kamu." Selanjutnya, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah , Malaikat-Malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi, hingga semua yang berada di dalam lubangnya dan ikan pun benar-benar bershalawat kepada mereka yang mengajarkan kebaikan kepada orang-orang." (HR. At-Tirmidzi. Dia berkata: "Hadits hasan.")
Hasan li ghairih. Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2685 dengan sanad yang dapat dimungkinkan menjadi hasan. Sebab, al-Walid bin Jamil haditsnya lebih mendekati kepada derajat Hasan.
Hadits ini mempunyai syahid (penguat) yang berstatus mursal, dari al-Hasan al-Bashri, yang diriwayatkan oleh ad-Darimi (I/97-98).
Kesimpulannya, hadits ini basan li ghairihi. Wallahu a'lam.
1. Anjuran untuk mengajarkan kebaikan kepada orang-orang karena kebaikan merupakan penyebab mereka menjadi selamat, bahagia, dan jiwa mereka bersih. Barang siapa yang melakukan anjuran ini, Allah ๏ทป akan membalasnya sesuai dengan apa yang telah dia lakukan, yaitu shalawat Allah dan para Malaikat-Nya, juga para penduduk bumi, sehingga dia menjadi selamat, bahagia, dan beruntung karenanya.
2. Orang yang mengajarkan kebaikan berarti dia memenangkan agama Allah dan hukum-Nya, serta mengenalkan Asma dan Sifat-Nya. Maka itu, Allah ๏ทป menjadikannya mulia dan terpuji di antara para penduduk langit dan bumi dengan shalawat-Nya dan shalawat para Malaikat-Nya serta para penduduk langit dan bumi.
3. Para ulama yang berdakwah, mereka melaksanakan tugas para Nabi. Yaitu, mengajak kepada Allah ๏ทป, mengajari umat manusia kepada kebaikan. Merekalah yang disebut pewaris para Nabi. Oleh sebab itu, mereka mendapatkan keutamaan, yaitu lebih utama daripada yang lainnya, sebagaimana para Nabi lebih utama daripada umat manusia. Tetapi. hal itu tidak berarti para ulama sama Pangkatnya dengan para Nabi. Hendaklah direnungkan agar jangan sampai kalian menjadi orang-orang yang lalai.
*****
ูกูฃ/ูกูฃูจูจ-ููุนููู ุฃูุจู ุงูุฏููุฑูุฏุงุกูุ ุฑุถู ุงููููู ุนูููููุ ููุงู: ุณู ูุนูุชู ุฑูุณููู ุงูููููู ุตูููู ุงูููู ุนููููููู ูุณููููู ุ ููููู: "ู ูู ุณููููู ุทูุฑููุงู ููุจูุชูุบูู ููููู ุนููู ุงู ุณูููู ุงููููู ููู ุทูุฑููุงู ุฅูููู ุงูุฌูุฉูุ ููุฅููู ุงูู ูุงุฆูููุฉู ููุชูุถูุนู ุฃุฌูููุญูุชูููุง ููุทุงูุจ ุงููุนูููู ู ุฑูุถุงู ุจูู ุง ููุตูููุนูุ ููุฅููู ุงููุนุงููู ููููุณูุชูุบูููุฑู ูููู ู ูู ูู ุงูุณููู ููุงุชู ูู ูู ููู ุงูุฃุฑูุถู ุญุชููู ุงูุญููุชุงูู ูู ุงูู ุงุกูุ ูููุถููู ุงููุนูุงููู ุนูููู ุงููุนุงุจูุฏู ููููุถููู ุงููููู ุฑ ุนููู ุณูุงุฆูุฑู ุงููููููุงููุจูุ ูุฅููู ุงููุนูููู ุงุกู ููุฑูุซูุฉู ุงูุฃููุจููุงุกู ูุฅููู ุงูุฃููุจููุงุกู ููู ู ูููุฑููุซููุง ุฏููููุงุฑุงู ูููุง ุฏูุฑูููู ุงู ูุฅูููู ุง ูุฑููุซููุง ุงููุนูููู ูุ ููู ูู ุฃูุฎูุฐููู ุฃูุฎูุฐู ุจูุญุธูู ููุงููุฑู". ุฑูุงูู ุฃูุจูู ุฏุงูุฏ ูุงูุชุฑู ุฐููู.
1388. Dari Abud Darda Radhiyallahuโanhu, dia berkata: โAku mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda: โBarang siapa menempuh suatu jalan karena menuntut ilmu, maka Allah mempermudah baginya jalan ke Surga. Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya, untuk orang yang menuntut ilmu karena menyenangi perbuatannya. Sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan di dalam air.
Kelebihan orang yang berilmu terhadap orang ahli ibadah adalah seperti kelebihan bulan terhadap semua bintang lainnya. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan uang emas dan uang perak, melainkan mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya, maka berarti dia telah mengambil bagian yang melimpah.โ (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
Hasan. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (3641), at-Tirmidzi (3682), Ibnu Majah (223), Ahmad (V/196), ad-Darimi (1/98), al-Baghawi di dalam Syarhus Sunnah (I/275-276), Ibnu Hibban (88-al-Ihsan), Ibnu Abdil Barr di dalam Jami' Bayanil โilm (I/36-37) dan ath-Thahawi di dalam Musykilul Atsar (I/429).
1. Jalan yang ditempuh orang yang menuntut ilmu menuju Surga merupakan balasan Allah atasnya karena telah menempuh jalan mencari ilmu yang mengantarkannya kepada ridha Rabbnya. Sedang apa yang dilakukan para Malaikat dengan mengembangkan sayap-sayapnya merupakan bentuk kerendahan hati, penghormatan, dan pengagungan mereka kepada para penyandang dan pencari martabat pewaris kenabian ini. Itulah wujud rasa cinta dan rasa hormat para Malaikat kepada orang yang berusaha untuk hidup di dalam dunia ilmu dan keselamatan. Maka dari itu, di antara Malaikat dan para pewaris kenabian ini mempunyai keserupaan dan relevansi.
2. Mengingat orang berilmu merupakan penyebab umat manusia menjadi selamat dari segala macam dosa yang membinasakan. Usaha Itu terbatas bagi para ulama saja. Karena keselamatan hamba Allah berada di kedua tangan para ulama, maka para ulama juga mendapat imbalan dengan jenis usaha dan amal mereka, yaitu mendapatkan doa keselamatan dan doa ampunan Allah dari segala macam dosa yang membinasakannya, dari semua penduduk langit dan bumi.
3. Sebuah pernyataan bahwa orang yang berilmu lebih utama daripada seorang ahli ibadah seperti bulan dengan semua bintang-bintang lamnya. Pernyataan ini merupakan ungkapan relevansi perumpamaan antara bulan dan bintang. Bulan dapat menerangi seluas ufuk, cahayanya merata untuk seluruh penjuru dunia, sebagaimana pula halnya seorang ahli ilmu. Berbeda dengan bintang, cahayanya tidak lebih hanya untuk dirinya sendiri dan sekitarnya dalam jarak yang dekat. Demikian pula seorang ahli ibadah, cahaya ibadahnya hanya sebatas kepada dirinya, tidak kepada yang lainnya. Kalaupun lebih dari itu, cahaya ibadahnya itu dapat menjangkau sekitarnya hanya dalam jarak yang dekat, seperti halnya bintang.
5. Di antara kebaikan yang paling besar bagi ahli ilmu adalah predikat pewaris para Nabi. Dan para Nabi adalah sebaik-baik makhluk Allah. Oleh karena itu, pewaris para Nabi juga sebaik-baik makhluk setelah para Nabi. Karena warisan para Nabi itu agama, maka ulama sebagai pewaris para Nabi merupakan orang yang paling pantas menduduki kedudukan para Rasul dalam menyampaikan risalah-Nya kepada umat sepeninggal mereka.
5. Di dalam hadits ini pula terkandung suatu peringatan kepada kita bahwa ulama adalah orang yang paling dekat kepada para Rasul. Bukankah warisan hanya jatuh kepada seorang yang paling dekat kepada pemilik yang diwariskan? Begitulah harta warisan uang emas dan perak diwariskan, seperti itu pula warisan nubuwwah. Allah ๏ทป menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
6. Di dalam hadits ini pula terdapat suatu bimbingan dan perintah agar umat Islam mentaati ulama, berarti menghormati dan memuliakan mereka. Mereka adalah pewaris hak-hak para Rasul yang wajib disampaikan kepada umat. Selain itu, ulama adalah Khalifah mereka di tengah-tengah umat.
7. Di dalam hadits ini juga terdapat suatu peringatan, bahwa mencintai ulama termasuk bagian dari agama. Membenci ulama berarti menafikan agama, sebagaimana pula mencintai dan membenci para Nabi yang memberikan warisan kepada mereka. Rasulullah meriwayatkan firman Rabbnya : โBarang siapa memusuhi seorang kekasih-Ku, maka dia benar-benar telah menantang-Ku dengan peperangan.โ Para pewaris Nabi adalah para penghulu kekasih-kekasih Allah ๏ทป.
8. Dalam hadits ini terdapat suatu peringatan kepada para ulama agar mereka mengikuti petunjuk dan cara para Nabi dalam menyampaikan dakwah. Misalnya dalam hal kesabarannya, ketabahannya di dalam menjawab dengan kebaikan, dan kelemahlembutan atas perlakuan umatnya yang tidak baik ketika mereka diajak kepada Allah dengan Cara terbaik. Upaya memberi nasihat, semuanya itu adalah bagian dan warisan para Nabi kepada mereka yang amat tinggi kedudukannya dan amat besar pula resikonya.
9. Di dalam hadits ini mengandung suatu peringatan kepada para ulama agar di dalam mendidik umat, mereka memperlakukan sebagaiman sang ayah mendidik anak. Mereka mendidiknya secara bertahap dan berkembang, dimulai dari ilmu yang kecil sampai kepada yang besar Diberinya pula tanggung jawab sesuai dengan kemampuan mereka seperti halnya mendidik anak dan pengaturan menu makanan mereka Maka dari itu, ruh umat manusia bersama para Nabi dan Rasul tidak ubahnya dengan anak-anak bersama ayah mereka. Bahkan, jauh di bawah itu. Oleh karenanya, setiap ruh yang belum pernah dididik oleh para Rasul, maka ruh itu sama sekali tidak akan pernah beruntung dan tidak pernah baik.
10. Para Nabi tidak mewariskan uang emas dan perak. Mereka hanya mewariskan ilmu. Inilah pertanda bahwa para Nabi itu sempurna, dan kesetiaan mereka itu kepada umat amatlah besar. Sempurnanya nikmat-nikmat Allah kepada para Rasul dan umatnya adalah dengan diselamatkan-Nya dari aib dan cacat. Di samping diselamatkan pula dari semua materi yang membuat orang-orang salah menduga bahwa para Nabi dan Rasul Allah seperti para raja yang menyenangi dunis dan kekuasaan. Allah melindungi mereka dari anggapan tersebut dengan perlindungan yang amat kuat dan teguh.
11. Barang siapa memegang ilmu, maka amat beruntunglah dia. Sebab, keuntungan yang paling besar bagi seseorang ialah yang bermanfaat dan abadi baginya. Dalam hal ini tidak lain yang dimaksud yaitu Ilmu dan agama. Itulah keuntungan abadi yang berguna karena walaupun orangnya telah meninggal dunia, maka manfaatnya terus berjalan selama-lamanya dan tidak akan terputus-putus dengan pemiliknya. Sebab, bagian ini senantiasa bersambung dengan Yang Mahahidup dan tidak mati. Keuntungan semacam ini tidak akan terputus dan tidak akan lepas, sedangkan keuntungan lainnya akan hilang dan lenyap setelah penyandang dan bendanya lenyap.
12. Mengingat baiknya dunia ini karena ulama. Jika tidak ada ulama, manusia akan seperti binatang, bahkan lebih jahat dari binatang. Maka dari itu, kematian ulama adalah musibah besar yang ia tidak dapat diobati kecuali dengan datangnya pengganti lain sesudahnya.
13. Ulama juga yang memimpin bangsa, negara, dan pemerintahan. Maka matinya seorang ulama adalah rusaknya aturan-aturan dunia. Karena Itu, untuk agama ini, Allah senantiasa menjadikan pengganti para pendahulunya untuk memelihara kelestarian agama Allah, KitabNya, dan para hamba-Nya.
โขโโโโโโโขโโโฟโโโขโโโโโโข
ุงููููููู ูู ุฅููููู ุฃูุนููุฐู ุจููู ุฃููู ุฃูุดูุฑููู ุจููู ููุฃูููุง ุฃูุนูููู ู ุ ููุฃูุณูุชูุบูููุฑููู ููู ูุง ูุง ุฃูุนูููู ู
โYa Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahuiโ.
ูุจุงููู ุงูุชูููู ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุนูู ุขูู ูุตุญุจู ูุณูู
ุจูุณููู ู ุงูููููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู
๐โMateri : Kitab Adabul Mufrad | Hadits: https://shamela.ws
๐โ Pemateri : Ustadz Yunan Hilmi, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
๐โ Hari/ Tanggal : Senin, 15 Desember 2025 M / 24 Jumadil Awal 1447 H
๐โTempat : Masjid Al-Ikhlas - Adi Sucipto Jajar Solo.
๐โDaftar Isi:
ูขูงูจ - ุจูุงุจู ุฏูุนูุงุกู ุงููุฃูุฎู ุจูุธูููุฑู ุงููุบูููุจู
623. 'Abdullah bin Yazid mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Ziyad mengabarkan kepada kami:
ูฆูขูฃ - ุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ููุฒููุฏู ููุงูู: ุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู ููู ุจููู ุฒูููุงุฏู ููุงูู ููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ููุฒููุฏู: ุณูู ูุนูุชู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ุนูู ูุฑููุ ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูู: ยซุฃูุณูุฑูุนู ุงูุฏููุนูุงุกู ุฅูุฌูุงุจูุฉู ุฏูุนูุงุกู ุบูุงุฆูุจู ููุบูุงุฆูุจูยป. ุถุนูู
Abdullah bin Yazid berkata kepadaku, "Aku mendengar Abdullah bin 'Amr (berkata) dari Nabi ๏ทบ , beliau bersabda, 'Do'a yang paling cepat terkabul adalah doa orang yang tidak hadir (berada jauh) kepada orang yang tidak hadir (saling berjauhan)."
Dha'if. Abdurrahman bin Ziyad Al-lfriqiy dha'if. Lihat Dha'if Abi Dawud (7291. Diriwayatkan Abu Dawud: Kitab Ash-Shalaat. Bab Ad-Du'a' bi Zhohril Ghoib (1535), dan At-Tirmidziy: Kitab Al-Birr wash shilah. Bab Maa jaa-a fii da'watil akhi li akhiihi bi zohril ghaib (1980).