ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
📚┃Materi :Syarah Kitab Riyadush Shalihin Bab 51.
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi hafizhahullahu.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 25 September 2026 M / 14 Rabi’ul Akhir 1448 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
📖| Daftar Isi:
وَعَنْهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ، وَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ، فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ تَعَالَى، فَيَغْفِرُ لَهُمْ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya kamu semua tidak berdosa, Allah pasti akan memusnahkan kamu semua dan mendatangkan kaum yang berdosa kemudian mereka memohon ampunan kepada Allah, maka Allah pun akan mengampuni dosa mereka.”
[Shahih Muslim no. 2749]
Hadits ini menjelaskan karunia Allah berupa ampunan. Tanpanya kita sebagai manusia akan binasa. Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhuma, salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengatakan,
وإن للسيئة سواداً في الوجه ، وظلمةً في القلب ، ووهناً في البدن , ونقصاً في الرزق ، وبغضة في قلوب الخلق
“Maksiat itu berdampak menghitamnya wajah, kegelapan hati, kelemahan badan, berkurangnya rezki dan rasa tidak suka di hati manusia yang sholih.” (Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Ad-Da’ wad Dawa’ hal 135, Dar Alam al-Fawaid)
*****
وَعَنْ أَبِي أَيُّوبَ خَالِدِ بْنِ زَيْدٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: « لَوْلاَ أَنَّكُمْ تُذْنِبُونَ، لَخَلَقَ اللَّهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ، فَيَسْتَغْفِرُونَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Ayyub Khalid bin Zaid radhiyallahu anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kamu semua tidak melakukan dosa, Allah pasti menciptakan makhluk lain yang melakukan dosa. Kemudian mereka memohon ampunan, Allah mengampuni dosa mereka.”
[Shahih Muslim no. 2748]
*****
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كُنَّا قُعُودًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مَعَنَا أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهٌمَا فِي نَفَرٍ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْنِ أَظْهُرِنَا، فَأَبْطَأَ عَلَيْنَا، فَخَشِيْنَا أَنْ يُقْتَطَعَ دُونَنَا، فَفَزِعْنَا، فَقُمْنَا، فَكُنْتُ أَوَّلَ مَنْ فَزِعَ، فَخَرَجْتُ أَبْتَغِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، حَتَّى أَتَيْتُ حَائِطًا لِلأَنْصَارِ وَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ إِلَى قَوْلِهِ: فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « اِذْهَبْ فَمَنْ لَقِيتَ وَرَاءَ هَذَا الْحَائِطِ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إلاَّ اللَّهُ، مُسْتَيقِنًا بِهَا قَلَبُهُ فَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata, “Kami pernah duduk mengelilingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah kumpulan, dan bersama Abu Bakar dan Umar. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beranjak pergi dari sekeliling kami dan terlambat untuk kembali hingga kami kuatir kalau Rasulullah tertangkap oleh musuh atau ditimpa musibah. Kami semua sangat risau, dan aku adalah orang yang pertama kali kuatir dengan keadaan Rasulullah. Maka aku pun berdiri dan keluar untuk mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga sampai pada sebuah kebun milik kaum Ansar dan Bani Najjar.” Seterusnya dia bercerita panjang lebar, menyampaikan ucapannya, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Pergilah, dan siapa pun yang kamu temui di sebalik kebun ini, dia bersaksi bahawa tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan dia mengukuhkan keyakinan ini dalam hatinya, maka berilah khabar gembira kepadanya dengan surga.”
[Shahih Muslim no. 31]
*****
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَلاَ قَوَلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي إِبْرَاهِيمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَن تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي} [ إبراهيم: ٣٦]، وَقَوْلَ عِيسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [ المائدة: ١١٨ ]، فَرَفَعَ يَدَيْهِ وَقَالَ « اَللَّهُمَّ أُمَّتِي أُمَّتِي » وَبَكَى، فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: « يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ، فَسَلْهُ مَا يُبكِيهِ؟ » فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا قَالَ: وَهُو أَعْلَمُ، فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: { يَا جِبْرِ يلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ فَقُلْ: إِنَّا سَنُرضِيكَ فِي أُمَّتِكَ وَلَا نَسُوؤُكَ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Daripada Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah Ta'ala yang menceritakan tentang Nabi Ibrahim 'alaihissalam, “Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu menyesatkan sebagian besar manusia, maka barangsiapa yang mengikuti aku, maka sesungguhnya ia adalah termasuk dalam golonganku,” sampai akhirnya ayat, (QS. Ibrahim: 14: 36) Dan juga tentang Nabi Isa 'alaihissalam, “Jika Engkau -ya Tuhan- menyeksa mereka, maka sesungguhnya mereka itu adalah hamba-hamba-Mu sendiri dan jikalau Engkau memberi pengampunan kepada mereka, maka sesungguhnya Engkau adalah Maha Mulia lagi Bijaksana.” (QS. Al-Maidah: 5: 118)
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, “Ya Allah, tolonglah umatku, tolonglah umatku,” dan Rasulullah terus menangis. Kemudian Allah Ta'ala berfirman, “Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad -dan Tuhanmu sebenarnya Maha Mengetahui, dan tanyakan kenapa dia menangis?” Kemudian Jibril mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahu apa yang telah diucapkannya, kemudian Allah Ta'ala berfirman, “Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad dan katakanlah, “Sesungguhnya Kami (Allah) akan memberikan keridhaan pada umatmu dan Kami tidak akan membuat keburukan padamu.”
[Shahih Muslim no. 202].
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
٤١٦ - وعن أَبي هريرة - أَوْ أَبي سعيد الخدري - رضي الله عنهما - شك الراوي - ولا يَضُرُّ الشَّكُّ في عَين الصَّحَابيّ؛ لأنَّهُمْ كُلُّهُمْ عُدُولٌ - قَالَ: لَمَّا كَانَ غَزوَةُ تَبُوكَ، أصَابَ النَّاسَ مَجَاعَةٌ، فقالوا: يَا رَسُول الله، لَوْ أَذِنْتَ لَنَا فَنَحرْنَا نَواضِحَنَا فَأكَلْنَا وَادَّهَنَّا ؟ فَقَالَ رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم: «افْعَلُوا» فَجاء عُمَرُ - رضي الله عنه - فَقَالَ: يَا رَسُول الله، إنْ فَعَلْتَ قَلَّ الظَّهْرُ، وَلَكِن ادعُهُمْ بفَضلِ أزْوَادِهِمْ، ثُمَّ ادعُ الله لَهُمْ عَلَيْهَا بِالبَرَكَةِ، لَعَلَّ الله أَنْ يَجْعَلَ في ذلِكَ البَرَكَةَ. فَقَالَ رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم: «نَعَمْ» فَدَعَا بِنَطْع فَبَسَطَهُ، ثُمَّ دَعَا بِفضلِ أزْوَادِهِمْ، فَجَعَلَ الرَّجُلُ يَجيءُ بكَفّ ذُرَة وَيَجيءُ بِكَفّ تمر وَيجيءُ الآخرُ بِكِسرَة حَتَّى اجْتَمَعَ عَلَى النّطعِ مِنْ ذلِكَ شَيء يَسيرٌ، فَدَعَا رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم - بِالبَرَكَةِ، ثُمَّ قَالَ: «خُذُوا في أوعِيَتِكُمْ» فَأَخَذُوا في أَوْعِيَتهم حَتَّى مَا تَرَكُوا في العَسْكَرِ وِعَاء إلاَّ مَلأوهُ وَأَكَلُوا حَتَّى شَبعُوا وَفَضَلَ فَضْلَةٌ فَقَالَ رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم: «أشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إلاَّ اللهُ وَأنّي رَسُولُ الله، لا يَلْقَى الله بِهِما عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فَيُحْجَبَ عَنِ الجَنَّةِ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
416. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu -atau Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu’anhu -: perawi hadits ini ragu, tetapi keraguan perawi mengenai nama Sahabat yang menyampaikan hadits ini tidak membahayakan, karena mereka semua adalah 'udul (baik dan jujur).
Dia bercerita; Ketika terjadi Perang Tabuk, orang-orang akan ditimpa kelaparan, maka mereka berkata: "Wahai Rasulullah, kalau saja engkau mengizinkan kami, pasti kami akan menyembelih unta pengangkut air milik kami, sehingga kita bisa makan serta dapat menambah kekuatan?" Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Lakukanlah."
Kemudian Umar Radhiyallahu’anhu datang seraya bercerita: "Wahai Rasulullah, jika engkau mengizinkan (hal itu), maka hanya akan tinggal sedikit hewan tunggangan kita, tetapi serulah mereka untuk mengumpulkan sisa-sisa perbekalan mereka. Kemudian berdoalah kepada Allah ﷻ bagi mereka, mudah-mudahan Allah ﷻ akan memberikan keberkahan pada sisa-sisa perbekalan mereka itu."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Baiklah." Lalu beliau meminta diambilkan tikar dan menghamparkannya. Sesudah itu, beliau ﷺ memerintahkan supaya sisa-sisa perbekalan mereka dikumpulkan di atas tikar tersebut.
Ada seseorang yang menyerahkan segenggam jagung, ada pula yang menyerahkan segenggam kurma, dan ada yang menyerahkan remah roti, sehingga terkumpullah sisa-sisa makanan yang sedikit itu. Selanjutnya, Rasulullah ﷺ berdoa agar sisa-sisa makanan itu diberi berkah.
Lalu beliau bersabda: "Ambillah dan masukkan ke dalam bejana-bejana kalian." Maka mereka pun mengambil dan memasukkannya ke dalam bejana-bejana mereka sehingga mereka tidak meninggalkan satu bejana pun di antara bala tentara melainkan mereka mengisinya dengan sisa-sisa makanan itu, lalu mereka memakannya sampai kenyang dan masih meninggalkan sisa. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan bahwa sesungguhnya aku adalah Rasul-Nya. Tidak ada seorang hamba pun yang menghadap kepada Allah dengan dua kalimat ini tanpa ragu-ragu (yakin tanpa ragu), pasti tidak terhalang dari masuk Surga." (HR. Muslim)
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (72) (45).
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin Bab-51
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 04 September 2026 M / 22 Rabi’ul Awal 1448 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قالَ: قَالَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ، فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا أَوْ أَزْيْدُ، وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ، فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ. وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا، وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذرَاعًا، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ باعًا، وَمَنْ أَتَانِي يَمْشِي، أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً، وَمَنْ لَقِيَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطِيئَةً لَا يُشْرِكُ بِي شَيْئًا، لَقِيتُهُ بِمِثْلِهَا مَغْفِرَةً » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Daripada Abu Zarr radhiyallahu anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Allah Ta'ala berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan satu kebaikan, dia akan dibalas dengan sepuluh kali ganda atau lebih, dan barangsiapa yang mengerjakan satu kejahatan, dia akan dibalas dengan satu kejahatan atau Aku akan mengampuninya. Barangsiapa yang hampir kepada-Ku sejengkal, maka Aku hampir kepadanya sehasta. Barangsiapa yang hampir kepada-Ku sehasta, maka Aku hampir kepadanya sedepa. Barangsiapa yang datangi kepada-Ku dengan berjalan, nescaya Aku datang kepadanya dengan berlari. Dan barangsiapa yang berjumpa kepada-Ku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, sedangkan dia tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, maka Aku akan menerimanya dengan keampunan sebanyak isi bumi juga.”
[Shahih Muslim no. 2687]
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin.
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 10 Juli 2026 M / 25 Muharram 1448 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
٤7 ــ باب عَلامات حب الله تعالى للعبد والحث على التخلق بها والسعي في تحصيلها
2/387 ــ وعنه عن النَّبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: «إذَا أَحَبَّ الله تعالىٰ العَبْدَ نَادَىٰ جِبْرِيلَ: إنَّ اللهَ تعالىٰ يُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ، فَيُحبُّه جِبْريلُ، فَيُنَادي في أَهْلِ السَّمَاءِ: إنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلاناً فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأرْضِ». متفقٌ عليه.
2/387- Masih dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia meriwayatkan dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, bahwa beliau bersabda, "Jika Allah -Ta'ālā- mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril, 'Sesunnguhnya Allah -Ta'ālā- mencintai si polan, maka cintailah dia.' Maka Jibril pun mencintainya. Selanjutnya Jibril berseru di tengah-tengah para penghuni langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia.' Para penghuni langit pun mencintainya. Setelah itu, dia dijadikan dicintai di muka bumi." (Muttafaq ‘Alaih)
وفي روايةٍ لمسلمٍ: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «إنَّ الله تعالىٰ إذَا أَحَبَّ عَبْداً دَعَا جِبْرِيلَ، فقال: إنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ، فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّمَاءِ، فَيَقُولُ: إنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلاناً فَأَحِبّوهُ، فَيُحِبُّهُ أهْلُ السَّماءِ، ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ. وإذا أبْغَضَ عَبْداً دَعا جِبْرِيلَ، فيقُولُ: إنِّي أُبْغِضُ فُلاناً، فَأَبْغِضْهُ، فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّمَاءِ: إنَّ الله يُبْغِضُ فُلاناً، فَأَبْغِضُوهُ، فَيُبْغِضهُ أَهْلُ السَّماءِ، ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ البَغْضاَءُ في الأَرْضِ».
Dalam riwayat Imam Muslim: Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sungguh, jika Allah -Ta'ālā- mencitai seorang hamba maka Allah memanggil Jibril seraya berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai polan, maka cintailah dia.' Maka Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril menyeru di langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai polan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian dia dijadikan dicintai di muka bumi. Dan jika Allah membenci seorang hamba, Allah memanggil Jibril seraya berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci polan, maka bencilah dia.' Maka Jibril pun membencinya. Setelah itu Jibril menyeru di penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah telah membenci polan, maka bencilah dia. Maka penduduk langit pun membencinya. Kemudian dia dijadikan dibenci di muka bumi."
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (VI/303-Fathul Bâri), dan Muslim (2637) (158). Riwayat yang kedua milik Muslim (2637).
Selengkapnya: Riyadush Shalihin Bab-47 | Hadits#387-388 | Tanda-tanda Cinta Allah ﷻ Kepada Hamba-Nya