بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
📗 | Jangan Tertipu Dunia
🎙️| Ustadz Khoirul Huda Hafidzahullah
🗓️ | Singopuran, 20 Sya'ban 1447 / 8 Februari 2026
🕌 | Masjid Al-Ikhlash Safira Residence Kartasura
Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu berupa nikmat kesehatan. Dengan kesehatan kita akan mampu menjalani kehidupan dan ibadah yang lebih baik.
Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi Muhammad ﷺ sebagai panutan dan teladan kita.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Hadid Ayat 20:
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.
بسم الله الرحمن الرحيم
٨ .استقامة القلب
Bab 8: Keteguhan (Istiqamah)-nya Hati
Istiqamahnya hati merupakan fondasi keimanan dan amal shaleh, karena hati yang istiqamah (lurus dan teguh) akan menggerakkan seluruh anggota tubuh untuk taat, membawa ketenangan, perlindungan Allah, kebahagiaan dunia, serta jaminan surga di akhirat, menjauhkan dari rasa takut dan sedih, serta menjadi kunci kesuksesan sejati dalam menjalani hidup. Tanpa istiqamah hati, keimanan dan amalan tidak akan kokoh dan mudah goyah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, semoga Allah meridainya, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda:
لا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُّهُ، وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Iman seorang hamba tidak akan teguh sampai hatinya teguh, dan hatinya tidak akan teguh sampai lidahnya teguh, dan tidak seorang pun akan masuk surga jika tetangganya tidak terbebas dari perbuatan jahatnya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad (13048), dan dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Sahih al-Targhib wa al-Tarhib (2554)).
بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃ Materi : Bekal Terbaik Menjelang Ajal Tiba
🎙┃ Pemateri : Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA. hafizhahullah (ANB Channel).
🗓️┃ Hari/ Tanggal : Sabtu, 17 Januari 2026 M / 28 Rajab 1447
🕌┃ Tempat : Masjid Baabussalam Mojolegi Boyolali
Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu. Apalagi dilakukan setelah maghrib menjelang Isya, yang pahalanya seperti pahala Ribath.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ألا أدلكم على ما يمحو الله به الخطايا ويرفع به الدرجات؟ » قالوا : بلى يا رسول الله، قال: « إسباغ الوضوء على المكاره وكثرة الخطا إلى المسجد وانتظار الصلاة بعد الصلاة فذلكم الرباط فذلكم الرباط فذلكم الرباط
“Apakah kalian mau aku tunjukkan amalan yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat? Mereka menjawab, “Mau , wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda, “Menyempurnakan wudhu’ pada saat-saat yang tidak disukai, memperbanyak langkah kaki menuju ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Yang demikian itulah ar Ribath” (HR. Muslim)
Menyempurnakan wudhu’, berjalan kaki menuju masjid, merindukan datangnya waktu shalat merupakan jihad fi sabiilillah. Karena seorang muslim -ketika melakukan hal-hal tersebut- berjuang dengan gigih melawan nafsunya. Karena melawan hawa nafsu bukan perkara ringan, maka Rasulullah menyerupakannya dengan “ar ribath” yang pada asalnya merupakan istilah di dalam medan jihad. Maka, para salaf dahulu disaat puasa Ramadhan, lebih menyukai tinggal di masjid setelah shalat, untuk menjaga puasa mereka.
Selengkapnya: Bekal Terbaik Menjelang Ajal Tiba | Ustadz Ammi Nur Baits Hafidzahullah