بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
📚┃ Materi : Pelajaran Aqidah dari Ayat Kursi
🎙┃ Pemateri : Ustadz Ahmad Fathin, BA. Hafizhahullah
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Ba'da Maghrib], 17 April 2026 M / 28 Syawal 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 255:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
Ayat ini sudah sering kita baca dalam sehari semalam: Pada pagi dan petang, sesudah shalat dan ketika hendak tidur. Pertanyaannya, sudahkah kita memahami dan merenungkannya disaat membaca kalimat yang agung ini? Inilah yang hendaknya kita tadabburi.
بسم الله الرحمن الرحيم
Tidak Masuk Surga, Mengaku Anak Orang yang Bukan Bapaknya
BAB-19. MENGAKU ANAK ORANG YANG BUKAN BAPAKNYA, TIDAK AKAN MASUK SORGA
📖 HADITS SA'AD BIN ABI WAQQOSH
عَنْ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ سَمِعْتُ النَّيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ (مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرٍ أَبِيهِ، وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِیهِ، فَالْجْنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌُ)
Dari Sa'ad rodhiyallohu 'anhu, dia berkata: "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengaku sebagai anak seseorang yang bukan bapaknya, sedangkan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya, maka surga haram untuknya".
(HR. Bukhari, no. 6767; Muslim, no. 63)
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّهُ سَيِعَ التَّبيَّ ، يَقُولُ: (لَيْسَ مِنْ رَجُلٍ ادَّعَى لِغَيْرِ أَبِيهِ - وَهُوَ يَعْلَمُهُ - إِلَّا كَفَرَ)
Dari Abu Dzarr rodhiyallohu 'anhu, bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorangpun mengaku sebagai anak seseorang yang bukan bapaknya, sedangkan dia tahu, kecuali dia telah berbuat kekafiran".
(HR. Bukhari, no. 3508; Muslim, no. 61)
Selengkapnya: Tidak Masuk Surga, Mengaku Anak Orang yang Bukan Bapaknya
Bismillah
Kecemasan dan stres menjadi masalah yang semakin umum di seluruh dunia, termasuk di kalangan umat Islam. Kecemasan adalah perasaan takut, khawatir, atau gelisah yang wajar sebagai reaksi terhadap stres, tetapi dapat menjadi gangguan jika berlebihan, sulit dikendalikan, dan mengganggu aktivitas harian.
Di tengah-tengah kesibukan dan tekanan hidup, Islam menawarkan doa-doa yang berfungsi sebagai obat bagi hati yang gelisah. Nabi Muhammad ﷺ telah mengajarkan banyak doa yang dapat membantu seorang Muslim meraih ketenangan dalam menghadapi rasa cemas dan stres. Akan tetapi do'a sebagai senjata kaum muslimin, tidak akan mempan jika tidak diimbangi dengan tauhid yang kuat. Dan sikap tawakal adalah buah dari tauhid yang benar.
Selengkapnya: Manajemen Kecemasan: Ketika Tawakal Menjadi Senjata Utama
بسم الله الرحمن الرحيم
Kesombongan, Penghalang Masuk Surga
📗 Hadits Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu’anhu
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.
Dari Abdullah bin Mas’ûd, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?”) Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya Allâh Maha Indah dan menyintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”.
📖HR. Muslim, no. 147/91; Ibnu Hibban, no.5466. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani.
Selengkapnya: Kesombongan dan Pemimpin yang Curang, Penghalang Masuk Surga