Bismillah
📚┃Materi : KUMPULAN HADIST AKHLAK (Syarah Kitab Ahadits Akhlak, Karya Syaikh Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr)
🎙┃Pemateri : Ustadz Ja'far Ad Demaky,S.Ag حفظه الله تعالى (Pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo )
🗓| Hari: Senin, 27 April 2026 / 9 Dzulqa'idah 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al Kautsar Puri Gading - Jl. Puri Gading Raya Perum Puri Gading, Dusun I, Grogol, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
📖|Daftar Isi:
أحاديث الأخلاق - حُقُوقُ الْجَارِ
Ahaditsul Akhlak - Bab 7: Hak-hak Tetangga
Syariat Islam memerintahkan kita untuk memperlakukan tetangga kita dengan baik, bahkan jika mereka bukan Muslim. Jadi, betapa lebih lagi kita harus memperlakukan tetangga Muslim kita dengan baik?
ذُبِحَتْ لَهُ شَاةٌ فِي أَهْلِهِ، فَلَمَّا جَاءَ قَالَ: أَهْدَيْتُمْ لِجَارِنَا اليَهُودِيِّ؟ أَهْدَيْتُمْ لِجَارِنَا اليَهُودِيِّ؟
Dari Mujahid, bahwa seekor domba disembelih untuk Abdullah ibn Amr (semoga Allah meridainya) di rumahnya. Ketika dia tiba, dia bertanya: “Apakah kamu memberikan sebagian kepada tetangga Yahudi kita? Apakah kamu memberikan sebagian kepada tetangga Yahudi kita?”
Aku mendengar Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) berkata kepadanya:
مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرّثُهُ
“Jibril terus mendesakku untuk memperlakukan tetanggaku dengan baik sampai aku berpikir dia akan menjadikannya ahli waris.” (Diriwayatkan oleh al-Tirmidhi no. 1943)
Selengkapnya: Ahaditsul Akhlak #20: Hak-hak Tetangga [Bagian-3]
Bismillah
📚┃Materi : KUMPULAN HADIST AKHLAK (Syarah Kitab Ahadits Akhlak, Karya Syaikh Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr)
🎙┃Pemateri : Ustadz Ja'far Ad Demaky,S.Ag حفظه الله تعالى (Pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo )
🗓| Hari: Senin, 13 April 2026 / 24 Syawal 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al Kautsar Puri Gading - Jl. Puri Gading Raya Perum Puri Gading, Dusun I, Grogol, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
📖|Daftar Isi:
أحاديث الأخلاق - حُقُوقُ الْجَارِ
Ahaditsul Akhlak - Bab 7: Hak-hak Tetangga
Tetangga yang buruk adalah sumber kesengsaraan dan penderitaan yang besar di dunia ini, terutama di tempat tinggal seseorang. Ini seperti membangun rumah, bersusah payah dalam pembangunannya, dan menghabiskan harta berharga untuk itu, hanya untuk dikejutkan oleh tetangga yang buruk. Ia tidak menemukan kebahagiaan di rumahnya, tidak ada kenyamanan di sana, dan tidak ada ketenangan pikiran mengenai anak-anaknya, keluarganya, dan harta miliknya. Inilah sesuatu yang seharusnya kita hindari dengan berlindung kepada Allah.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya:
تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ جَارِ السَّوْءِ فِي دَارِ الْمُقَامِ، فَإِنَّ الْجَارَ الْبَادِي مُحَوَّلٌ عَنْكَ.
“Rasulullah ﷺ bersabda: 'Berlindunglah kepada Allah dari tetangga yang buruk di tempat tinggal tetapmu, karena tetanggamu di padang gurun akan berubah.'” Diriwayatkan oleh An-Nasa’i dalam Al-Kubra (7886), dan disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ (2963).
Kejahatan tetangga orang-orang fasik di alam nyata adalah selamanya, dan penderitaan mereka terus-menerus. Adapun tetangga dari Kesulitan yang dihadapi saat bepergian atau di tempat penginapan sementara bersifat sementara, hanya berlangsung beberapa jam atau hari, lalu berlalu kemudian berubah.
Selengkapnya: Ahaditsul Akhlak #19: Hak-hak Tetangga [Bagian-2]