ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 10 Dzulqa’dah 1447 / 28 April 2026
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.
Pertemuan #32: Setiap Anak Terlahir di Atas Fitrah
Ustadz mengulang penjelasan yang dibahas pada pertemuan sebelumnya: Masalah penjelasan Isa Ibnu Maryam alaihissalam
عن أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: ( مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ). ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: { فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ }.
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Telah bersabda Rasulullah ﷺ: “Tidak ada seorang anak pun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi; sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna, apakah kalian melihat ada cacat padanya?”.
Kemudian Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, (mengutip firman Allah subhanahu wata’ala QS Ar-Ruum: 30) yang artinya: “Sebagai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada makhluk ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus.”
HR. Al-Bukhari no. 1359, 1385, 4775; dan Muslim no. 6849
Selengkapnya: Syarah Fadhlul Islam#32: Setiap Anak Terlahir di Atas Fitrah
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 3 Dzulqa’dah 1447 / 21 April 2026
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.
Pertemuan #31: Wajibnya Mengetahui Pembatal-pembatal Keislaman
وَلِلْبُخَارِيّ:
Dalam riwayat Bukhari, Nabi ﷺ bersabda,
((بَيْنَا أَنَا قَائِمَ إِذَا زُمْرَةً، حَتَّى إِذَا عَرَفْتُهُمْ خَرَجَ رَجُلُّ مِنْ بَيْنِيْ وَبَيْنِهِمْ، فَقَالَ: هَلُمَّ، فَقُلْتُ: أَيْنَ؟ قَالَ: إِلَى النَارِ، قُلْتُ: وَمَا شَأَنُهُمْ؟ قَالَ: إِنَّهُمُ ارْتَدُوْا بَعْدَكَ عَلَى أَدْبَارِهِمُ الْقَهْقَرَى، ثُمَّ إِذَا زُمْرَةً ... -فَذَكَرَ مِثْلَهُ-، قَالَ: فَلَا أُرَاهُ يَخْلُصَ مِنْهُمْ إِلَّا مِثْلُ هَمَلِ النَّعَمِ)).
"Saat aku sedang berdiri, tiba-tiba muncullah sekelompok orang, hingga manakala aku mengenali mereka, seorang laki-laki (yakni malaikat) keluar di antara diriku dengan mereka, lalu dia berkata, 'Ayo berangkat.' Aku bertanya, 'Ke mana (kamu membawa mereka)?' Dia menjawab, 'Ke neraka." Aku bertanya, 'Ada apa dengan mereka?' Dia menjawab, 'Mereka murtad sesudah wafatmu, kembali ke belakang (balik kafir)" Kemudian muncul sekelompok orang... -lalu rawi menyebutkan sepertinya-, beliau bersabda, 'Maka aku tidak menduga bahwa ada yang selamat dari mereka kecuali (sedikit) seperti unta merah yang diabaikan pemiliknya'.
Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6587, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu.
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 18 Syawal 1447 / 7 April 2026
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.
ﷺ Pertemuan#30: Mereka yang Terusir dari Telaga Nabi
ولهما عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
Dan pada riwayat milik mereka berdua (al-Bukhari dan Muslim) dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu'anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ، ولَيُرْفَعَنَّ إِلَيَّ رِجَالٌ مِنْ أُمَّتِي حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لِأُنَاوِلَهُمْ؛ اخْتُلِجُوا دُونِي، فَأَقُولُ: أَيْ رَبِّ أَصْحَابِي، فيُقَالُ: إِنَّكَ لا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ.
"Aku adalah farath (pendahulu) kalian ke telaga, sungguh akan didatangkan kepadaku orang-orang dari kalian, hingga saat aku menjulurkan tangan untuk memberi mereka (minum), maka mereka terhalang dariku, lalu aku berkata, Wahai Tuhanku, mereka adalah sahabat-sahabatku.' Maka Allah menjawab, 'Kamu tidak tahu bid’ah yang mereka buat-buat sesudahmu'.
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 7049 dan Muslim no. 2297).
Selengkapnya: Syarah Fadhlul Islam#30: Mereka yang Terusir dari Telaga Nabi ﷺ