Raih Pahala yang Terus Mengalir

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya.”
(HR. Muslim nomor. 1893)
Jangan hentikan artikel bermafaat cuma sampai kepada anda, tapi beri kesempatan saudara kita untuk turut membaca dan mengambil manfaat dari artikel itu dengan cara anda share artikel tersebut...

بسم الله الرحمن الرحيم

📚 Ad-Daa wa Dawaa' #13
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.I Hafidzahullah
🗓┃ Sabtu, 17 Januari 2026 / 28 Rajab 1447 H
🕰┃ Ba'da Subuh
🕌┃Masjid Al-Ikhlash Safira Residence Kartasura



 Ad-Daa wa Dawaa' #13: Dampak-dampak Buruk Kemaksiatan terhadap Umat-umat Terdahulu - 2

Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu yang dengannya mudah-mudahan memudahkan jalan menuju ke surga. Melanjutkan kajian:

Dampak-dampak Buruk Kemaksiatan terhadap Umat-umat Terdahulu yang diterangkan dalam Al-Qur’an:

  • Apa yang membinasakan kaum laki-laki yang disebutkan dalam Surat Yasin dengan suara petir yang mengguntur hingga mereka mati tak bersisa? (Lihat kisahnya di surat Yasin ayat 13-29)

Setelah mereka membantah Rasul yang diutus dan membunuh, kemudian Allah ﷻ berfirman:

وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ ۝٢٨ اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خٰمِدُوْنَ ۝٢٩

Setelah dia (dibunuh), Kami tidak menurunkan satu pasukan pun dari langit kepada kaumnya dan Kami tidak perlu menurunkannya. (Azab mereka) itu cukup dengan satu teriakan saja. Maka, seketika itu mereka mati. (QS Yasin ayat 28-29).

Para Mufasir berkata bahwa Allah ﷻ mengirimkan malaikat Jibril kepada mereka. Jibril memegang kedua sisi pintu gerbang negeri mereka, kemudian dia meneriakkan satu kali teriakan terhadap mereka. Maka seketika mereka semuanya mati, tanpa ada seorangpun yang selamat saat itu. (Tafsir Ibnu Katsir rahimahullah).

  • Apa yang mengirimkan suatu kaum dengan kekuatan besar untuk menyerang Bani Israil, lalu mereka merajalela di negeri-negeri mereka, membunuh kaum lelaki, menawan anak-anak dan kaum wanita, membakar rumah-rumah dan merampas harta-harta, kemudian mereka datang kembali untuk kedua kalinya, mereka pun menghancurkan apa yang mereka bisa hancurkan dan membinasakan apa yang mereka sanggup binasakan?.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an:

 وَقَضَيْنَآ إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ فِى ٱلْكِتَـٰبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّۭا كَبِيرًۭا ٤ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ أُولَىٰهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًۭا لَّنَآ أُو۟لِى بَأْسٍۢ شَدِيدٍۢ فَجَاسُوا۟ خِلَـٰلَ ٱلدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًۭا مَّفْعُولًۭا ٥ ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ ٱلْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَـٰكُم بِأَمْوَٰلٍۢ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَـٰكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا ٦ إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْـَٔاخِرَةِ لِيَسُـۥٓـُٔوا۟ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ وَلِيُتَبِّرُوا۟ مَا عَلَوْا۟ تَتْبِيرًا ٧

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: ‘Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.'” “Maka apabila datang saat hukuman pertama dari dua kejahatan itu, Kami kirimkan kepada kalian hamba-hamba Kami yang sangat kuat, lalu mereka merajalela di tengah-tengah negeri. Dan itu adalah janji yang pasti terlaksana.” “Kemudian Kami memberi giliran kepada kalian untuk mengalahkan mereka dan Kami membantu kalian dengan harta dan anak-anak, serta menjadikan kalian lebih besar jumlahnya.” “Jika kalian berbuat baik, maka itu untuk diri kalian sendiri. Dan jika kalian berbuat buruk, maka akibatnya untuk diri kalian sendiri pula.” “Maka apabila datang saat hukuman kedua, Kami datangkan (lagi) orang-orang lain untuk menyuramkan wajah-wajah kalian dan untuk memasuki masjid seperti mereka memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai dengan kehancuran total.” (QS. Al-Isra: 4–7).

  • Apa yang membuat Bani Israil ditimpa berbagai bentuk hukuman, terkadang dengan pembunuhan, penawanan, dan kehancuran negeri, terkadang dengan kezhaliman para raja, terkadang dengan diubahnya wujud mereka dari manusia menjadi kera dan babi, dan yang terakhir adalah sumpah Allah,

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ يَّسُوْمُهُمْ سُوْۤءَ الْعَذَابِۗ

"Bahwa Dia benar-benar akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai Hari Kiamat, orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka seburuk-buruk azab." (Al-A'raf: 167).

Dalam Al-Qur'an, Hari Sabat (Sabtu) disebutkan sebagai hari yang ditetapkan bagi Bani Israil (Yahudi) untuk beribadah dan istirahat, namun mereka melanggarnya dengan mencari ikan sehingga dihukum menjadi kera, sebagaimana dalam Surah Al-Baqarah ayat 65 dan 66 (Q.S. 2:65-66). Al-Qur'an juga menegur orang-orang yang diberi kitab (Yahudi dan Kristen) untuk beriman pada Al-Qur'an dan tidak menjadi seperti kaum yang dilaknat karena melanggar Sabat. Umat Islam sendiri memiliki hari khusus ibadah mingguan pada hari Jumat. Firman-Nya:

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِى السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـِٕيْنَ ۝٦٥

Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina!” (QS. Al-Baqarah ayat 65).

Dampak-dampak Buruk Kemaksiatan yang diterangkan dalam hadits:

Dari Amr bin Murrah, dia berkata, Aku mendengar Abu al-Bakhtari berkata, Seseorang yang mendengar dari Nabi ﷺ mengabariku bahwa beliau bersabda,

لَنْ يَهْلِكَ النَّاسُ حَتَّى يَعْذِرُوا أَوْ يُعْذِرُوا مِنْ أَنْفُسِهِمْ

"Manusia tidak akan binasa sehingga mereka (melakukan banyak dosa yang) memberi alasan (bagi pihak yang mengazab mereka untuk membinasakan) diri mereka."

📖 Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 4347.

Dalam al-Musnad, dari hadits Tsauban Radhiyallahu’anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

"Sesungguhnya seseorang benar-benar dihalangi rizkinya sebab dosa yang dilakukannya".

📖 Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 90, 4022 dan al-Musnad, 5/277, 280, 282.

Di dalam al-Musnad, juga dari Tsauban Rasulullah ﷺ bersabda,

يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

“Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya, ”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata, ”Cinta dunia dan takut mati.”

📖 HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani.

Dalam al-Musnad dan as-Sunan, dari Abu Ubaidah bin Abdullah bin Mas'ud, dari bapaknya, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

"Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dahulu, bila seseorang dari mereka melakukan kesalahan, maka seorang yang melarang hal tersebut datang untuk memberi peringatan. Namun saat esok hari tiba, yang melarang tersebut tetap bergaul, makan dan minum bersamanya, seolah-olah dia tidak melihatnya berbuat kesalahan hari kemarin. Manakala Allah ﷻ melihat hal itu dari mereka, Allah membenturkan hati sebagian dari mereka dengan sebagian lain, kemudian Allah melaknat mereka melalui lisan Nabi mereka, Dawud, dan Isa putra Maryam. Hal itu karena kedurhakaan mereka, dan mereka adalah orang-orang yang melampaui batas. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di TanganNya, kalian harus beramar ma'ruf dan bernahi mungkar, membimbing orang yang bodoh, membelokkannya ke jalan yang benar, atau (kalau tidak demikian) niscaya Allah akan membenturkan hati sebagian kalian dengan sebagian yang lain, kemudian Allah akan melaknat kalian sebagaimana Dia melaknat mereka."

📖 Diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad, 1/391: Abu Dawud, no. 4336; at-Tirmidzi, no. 3047 dan Ibnu Majah, 2/1328.

Imam Ahmad menyebutkan dari hadits ‘Ubaidullah bin Jarir, ayahnya berkata: bahwa Nabi ﷺ bersabda,

مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي هُمْ أَعَزُّ مِنْهُمْ وَأَمْنَعُ لاَ يُغَيِّرُونَ إِلاَّ عَمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ

"Tidak ada suatu kaum yang di dalamnya dilakukan dosa ketika mereka lebih kuat dan lebih berkuasa (mampu menghentikan para pelaku dosa) dan mereka tidak mengubahnya, melainkan Allah akan menurunkan hukuman-Nya kepada mereka semua."

📖 Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad 4/364,366; Abu Dawud no. 4339 dan Ibnu Majah no. 4009.

Dalam Shahih al-Bukhari, dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, dia berkata,

إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ

“Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sesuatu yang membinasakan.”

📖 HR. Bukhari no. 6492.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

  • Media
    Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
    Ebook
    Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh. Ebook Islami sebagai bahan referensi dalam beberapa topik yang insyaAllah bermanfaat.
  • image
    Abu Hazim Salamah bin Dînâr Al-A’raj berkata, “Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
    image
    ‘Ammâr bin Yâsir radhiyallâhu ‘anhumâ berkata,“Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]

Share Some Ideas

Punya artikel menarik untuk dipublikasikan? atau ada ide yang perlu diungkapkan?
Kirim di Sini