Raih Pahala yang Terus Mengalir

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya.”
(HR. Muslim nomor. 1893)
Jangan hentikan artikel bermafaat cuma sampai kepada anda, tapi beri kesempatan saudara kita untuk turut membaca dan mengambil manfaat dari artikel itu dengan cara anda share artikel tersebut...

#Kajian 15: Bahjah Quluubil Abror

بسم الله الرحمن الرحيم

📘 | Materi : Kitab Bahjatu Qulūbil abrār wa Quratu ‘uyūnil Akhyār fī Syarhi Jawāmi’ al Akhbār - Syaikh Abdurrahman bin Naashir As Sa'di Rahimahumullah
🎙| Bersama: Ustadz Abu Faza Ridwan Lc., M.H Hafidzahullah
🗓 | Hari : Rabu, 26 Dzulqa’dah 1447 / 13 Mei 2026
🕰 | Waktu: Ba'da Maghrib - Isya'
🕌 | Tempat: Masjid Al-Ikhlas Adi Sucipto.



 📖 Hadits ke-10: Berdakwah Kepada Petunjuk

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا».
[صحيح مسلم: 2674]

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang mengajak kepada petunjuk (kebajikan), maka ia mendapatkan pahala yang semisal dengan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Sebaliknya, siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia menanggung dosa yang semisal dengan dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun."

📖 Ṣaḥīḥ Muslim - 2674.

📃 Penjelasan:

Hadits ini dan hadits-hadits yang serupa dengannya terkandung padanya beberapa hal:

  • Anjuran untuk berdakwah kepada petunjuk dan kebaikan.
  • Keutamaan seorang yang menyeru (kepada petunjuk).
  • Peringatan bagi orang-orang yang menyeru kepada kesesesatan dan penyimpangan.
  • Besarnya dosa dan balasan bagi penyeru kesesatan dan penyimpangan.

Petunjuk itu adalah ilmu yang bermanfaat dan amalan shalih.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Fatihah ayat 6-7:

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ.

Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

Tahap dakwah harus dimulai dengan ilmu dan kemudian amal.

Setiap orang yang mengajarkan suatu ilmu atau mengarahkan orang: orang yang belajar agar menempuh suatu jalan dalam rangka mendapatkan ilmu, dia adalah penyeru kepada petunjuk.

Setiap orang yang menyeru kepada amalan shalih yang berkaitan dengan hak Allah atau hak-hak makhluk secara umum dan khusus, dia adalah penyeru kepada petunjuk.

Setiap orang yang memberi nasihat, baik terkait dengan perkara agama maupun perkara dunia yang mengantarkannya kepada perkara agama, dia adalah penyeru kepada petunjuk.

Ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu dari tiga amalan jariyah (pahalanya terus mengalir) yang tidak terputus meski seseorang telah wafat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ : "Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim)

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Yasin ayat 12:

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍࣖ ۝١٢

Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).

Makna وَءَاثٰرَهُمْ : dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.

Yakni kebaikan yang tidak terputus manfaatnya setelah kematian mereka, seperti orang yang mencontohkan perbuatan yang baik. Atau keburukan yang tetap mengalir setelah kematian mereka, seperti orang yang mencontohkan perbuatan buruk.

Yang termasuk dari kebaikan yang tetap mengalir pahalanya adalah mengajarkan ilmu dan membukukannya, mewakafkan sumur, dan membangun masjid dan bangunan. Adapun keburukan yang tetap akan mengalir dosanya adalah memulai kezaliman dan membuat sesuatu yang membahayakan manusia kemudian diikuti oleh orang jahat lain.

(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah).

Setiap orang yang mendapatkan petunjuk dalam ilmu dan amalannya, lalu ada orang lain yang meneladaninya, dia adalah penyeru kepada petunjuk.

Setiap orang yang mendahului orang lain dalam beramal kebaikan atau dalam hal-hal yang disyari'atkan dan memiliki manfaat yang luas, dia pun termasuk yang dimaksud dalam nash (hadits) ini.

Maka, begitu luar biasa, pahala para sahabat yang menyampaikan hadits-hadits dari Nabi ﷺ. Bahkan jika kita berinfak sebesar gunung Uhud tidak akan menyamai sedekah mereka satu mud dan tidak pula setengahnya.

Sedangkan kebalikan dari semua itu adalah orang yang menyeru kepada kesesatan. Maka setiap orang yang menyeru kepada petunjuk, mereka adalah pimpinannya orang-orang yang bertakwa dan mereka adalah orang-orang terbaik dari kalangan orang-orang yang beriman. Sedangkan yang menyeru kepada kesesatan, mereka adalah para pemimpin yang menyeru kepada neraka.

Firman-Nya dalam Surat Asy-Syura Ayat 40:

وَجَزَٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa...

Setiap orang yang menolong orang lain dalam kebaikan dan ketakwaan, dia termasuk orang-orang yang menyeru kepada petunjuk. Sedangkan yang menolong orang lain dalam perbuatan dosa dan permusuhan, dia termasuk para penyeru kesesatan.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Fussilat Ayat 33:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

  • Media
    Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
    Ebook
    Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh. Ebook Islami sebagai bahan referensi dalam beberapa topik yang insyaAllah bermanfaat.
  • image
    Abu Hazim Salamah bin Dînâr Al-A’raj berkata, “Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
    image
    ‘Ammâr bin Yâsir radhiyallâhu ‘anhumâ berkata,“Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]

Share Some Ideas

Punya artikel menarik untuk dipublikasikan? atau ada ide yang perlu diungkapkan?
Kirim di Sini