Bismillah
Jemaah rahimakumullah, mari kita melanjutkan kajian dari risalah Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Badr hafizhahullah Ta'ala, dalam pembahasan tentang kaidah-kaidah menjadi kunci pembuka kebaikan.
Rasulullah ﷺ menyampaikan sebuah hadis yang memberikan motivasi besar kepada kita agar menjadi orang-orang yang membawa kebaikan bagi orang lain.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
إِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ، مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ، وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ، مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ.
"Sesungguhnya di antara manusia ada orang-orang yang menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Sebaliknya, di antara manusia ada pula orang-orang yang menjadi kunci pembuka keburukan dan penutup kebaikan. Beruntunglah orang yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan melalui kedua tangannya, dan celakalah orang yang Allah jadikan kunci-kunci keburukan melalui kedua tangannya."
Sumber: Sunan Ibnu Majah, Kitab Al-Muqaddimah, Bab Man Kana Miftahan lil Khair, hadis no. 237. Catatan: sanad riwayat ini dinilai lemah oleh sejumlah ahli hadis karena Muhammad bin Abi Humaid, meskipun terdapat riwayat pendukung dengan makna serupa.
Selengkapnya: Kaidah-kaidah Menjadi Kunci Pembuka Kebaikan #1
Bismillah
Ketika kebaikan-kebaikan tersebut terwujud dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala, pada saat yang sama keburukan pun akan tertutup. Inilah karakter sebagian manusia. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang pertama.
Namun, Rasulullah ﷺ juga menyebutkan adanya golongan manusia yang justru menjadi kunci terbukanya keburukan dan tertutupnya kebaikan.
Ada orang yang kehadirannya membuat orang-orang di sekitarnya bersemangat melakukan pelanggaran dan kemaksiatan. Bahkan, sebelum orang tersebut berbicara atau mengajak kepada sesuatu, kehadirannya saja sudah memberikan dorongan kepada orang lain untuk melakukan keburukan.
Sebaliknya, ada orang yang kehadirannya membuat orang lain merasa segan melakukan kemaksiatan. Belum mengatakan apa-apa, belum memberikan nasihat, tetapi orang-orang di sekitarnya sudah merasa tidak enak apabila hendak melakukan keburukan.
Selengkapnya: Menjadi Kunci Terbukanya Pintu Kebaikan dan Tertutupnya Pintu Keburukan