Bismillah
📚┃Materi : KUMPULAN HADIST AKHLAK (Syarah Kitab Ahadits Akhlak, Karya Syaikh Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr)
🎙┃Pemateri : Ustadz Ja'far Ad Demaky,S.Ag حفظه الله تعالى (Pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo )
🗓| Hari: Senin, 3 Jumadil Akhir 1447 / 24 November 2025
🕌┃Tempat : Masjid Al Kautsar Puri Gading - Jl. Puri Gading Raya Perum Puri Gading, Dusun I, Grogol, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
🗓| Daftar Isi:
أحاديث الأخلاق - رِحْمَةُ الْعِيَالِ - Ahaditsul Akhlak - Bab 6: Berkasih Sayang dengan Keluarga
Sesungguhnya Islam adalah agama kasih sayang, dan Nabi kita ﷺ adalah Nabi yang penuh rahmat. Allah Ta'ala berfirman:
وَمَآ أَرْسَلْنَكَ إِلَّا رَحْمَةُ لِلْعَلَمِينَ
Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam [Al-Anbiya: 107].
Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa beliau bersabda:
أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَحْمَدُ، وَالْمُقَفِّي، وَالْحَاشِرُ، وَنَبِيُّ التَّوْبَةِ، وَنَبِيُّ الرَّحْمَةِ
“Aku adalah Muhammad, yang terpuji, yang mengakhiri, yang mengumpulkan, Nabi taubat, dan Nabi rahmat.” [HR. Muslim no. 2355].
Dalam Tirmidzi disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
“Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh ar-Rahman (Allah). Maka sayangilah penduduk bumi niscaya Yang di atas langit pun akan menyayangi kalian”. [HR. Tirmidzi no. 1924, Disahihkan oleh AL-Albani].
Selengkapnya: Ahaditsul Akhlak #14: Berkasih Sayang dengan Keluarga [Bagian-1]
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
Kajian Mukhtashar fii Khuluqil Muslim#12 | Oleh: Sulthan Bin Abdullah Al-‘Umary Hafidzahullah
Download Kitab: s-alamri.com
🎙| Bersama: Al Ustadz Abu Adib Hafidzahullah
🗓 | Hari/Tanggal: Rabu, 21 Jumadil Awwal 1447 / 12 November 2025
🕰 | Waktu: ba'da maghrib - isya
🕌 | Tempat: Jajar Islamic Center Surakarta
Akhlak Seorang Muslim terhadap Pemerintah
Daftar Isi:
خُلُق المُسْلمِ مع ولاة الأمر
Di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah wajibnya taat kepada pemimpin kaum Muslimin selama mereka tidak memerintahkan untuk berbuat kemaksiyatan, meskipun mereka berbuat zhalim. Karena mentaati mereka termasuk dalam ketaatan kepada Allah, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah wajib. Maka, siapa yang memberontak kepada penguasa, ia keluar dari Ahlussunnah wal Jama'ah.
Beberapa akhlak kepada pemimpin antara lain:
١. السمعُ والطاعةُ في غير معصية الله، قال تعالى ﴿يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ أَطِيعُواْ اللهَ وَأَطِيعُواْ اُلرَّسُولَ وَأُوْلِىِ الأمْرِ مِنكُمْ﴾ [سورة النساء: آية ٥٩].
Allah Yang Maha Tinggi berfirman: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya serta ulil amri di antara kamu. [QS. An-Nisa: 59].
Ta’at kepada pemimpin adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam Al Kitab dan As Sunnah. Ketaatan kepada Ulil Amri harus berada dalam bingkai ketaatan kepada Allah ﷻ.
Dalam ayat ini Allah menjadikan ketaatan kepada pemimpin pada urutan ketiga setelah ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya. Namun, untuk pemimpin di sini tidaklah datang dengan lafazh ‘ta’atilah’ karena ketaatan kepada pemimpin merupakan ikutan (taabi’) dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, apabila seorang pemimpin memerintahkan untuk berbuat maksiat kepada Allah, maka tidak ada lagi kewajiban dengar dan ta’at.
Selengkapnya: Mukhtashar fii Khuluqil Muslim#13: Akhlak Seorang Muslim Terhadap Pemerintah