ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 8 Sya’ban 1447 / 27 Januari 2026
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.
Pertemuan#28: Penjelasan Mengenai Wasiat Kalimat Tauhid [Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 132]
📖 59. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:
وقوله تعالى :
Dan Firman-Nya:
وَوَصّٰى بِهَآ اِبْرٰهٖمُ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُۗ يٰبَنِيَّ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَۗ ١٣٢
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (QS. Al-Baqarah ayat 132).
"Dan mewasiatkan (ucapan) itu" - وَوَصّٰى بِهَآ, yakni Kalimat Tauhid. Nabi Ibrahim alaihissalam mewasiatkannya kepada putera-puteranya, Nabi Ismail, Nabi Ishaq dan Nabi Ya'ub alaihumussalam, yaitu Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim yang dikenal dengan Isra'il alaihissalam, dia juga berwasiat kepada anak-anaknya dengan kalimat Tauhid: kalimat ikhlas untuk Allah.
Wasiat adalah pesan seseorang kepada anak-anaknya atau orang-orang di sekitarnya saat dia hendak meninggal dunia agar bertakwa kepada Allah. Wasiat menurut para ulama fikih adalah izin bertindak sesudah wafatnya pemberi wasiat. Inilah (yang disebut) wasiat, dan ia bisa berkenaan dengan harta dan agama, sedangkan wasiat Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq berkenaan tentang berpegang kepada agama.
Nabi Ibrahim dan Nabi Ya'qub alaihumussalam, yang pertama adalah Abu al-Anbiya (bapaknya para nabi) dan yang kedua adalah bapaknya Bani Isra'il, keduanya sama-sama mewasiatkan kalimat Tauhid kepada anak-anaknya, keikhlasan kepada Allah dan agama yang benar. Begitulah yang wajib atas bapak ibu, mendidik anak-anak mereka untuk taat kepada Allah, berpesan kepada mereka saat ajal datang agar teguh di atas agama, dan memegang Tauhid. Ini termasuk perhatian dua orang bapak, Nabi Ibrahim dan Nabi Ya'qub alaihumassalam kepada anak-anak keturunan mereka.
"Wahai anak-anakku!" - يٰبَنِيَّ Ini adalah panggilan. اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰى - "Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untuk kalian" yakni memilih Tauhid bagi kalian, karena mereka adalah anak-anak para nabi dan dari keturunan para nabi, maka mereka lebih patut untuk berpegang kepada agama ini dan menjadi teladan bagi manusia, فَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَۗ - "maka janganlah kalian mati, kecuali dalam keadaan Muslim."
Ini merupakan wasiat untuk berpegang kepada agama hingga mati, mengamalkannya, beristiqamah di atasnya, dan berhati-hati terhadap apa yang menyelisihinya, baik berupa bid'ah, syirik, dan ajakan kesesatan. Selama manusia hidup, maka dia senantiasa ditawari (setan) untuk melakukan penyimpangan dan mengikuti penyeru kesesatan, bila Allah tidak meneguhkannya. Ini menunjukkan bahwa pertimbangan hidup seseorang adalah penutupnya, فَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَۗ - "Maka janganlah kalian mati, kecuali dalan keadaan Muslim," berserah diri kepada Allah dengan Tauhid.
Yang dimaksud dengan Islam adalah Tauhid, ia adalah agama semua rasul. Semua rasul mengajak kepada Tauhid, yaitu berserah diri kepada Allah, mengikhlaskan diri dan menjauhi syirik فَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَۗ - "Maka janganlah kalian mati, kecuali dalam keadaan Muslim." Ini mendorong keteguhan di atas agama, dan tidak menoleh kepada apa yang menyelisihinya. Ini menunjukkan bahwa pertimbangan usia manusia adalah penutupnya, dan bahwa manusia berdasarkan penutup amalnya, berupa kebaikan atau keburukan.
Dalam hadits shahih,
عَنِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan, “Sesungguhnya setiap kamu dihimpunkan kejadiannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, lalu berubah menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan kepadanya ruh dan diperintahkan untuk mencatat empat perkara: mencatat rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya di antara kamu ada orang yang melakukan perbuatan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, akan tetapi catatan mendahuluinya, akhirnya dia melakukan perbuatan ahli neraka, ia pun masuk ke neraka. Sesungguhnya di antara kamu ada orang yang melakukan perbuatan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, akan tetapi catatan mendahuluinya, akhirnya dia melakukan perbuatan ahli surga, ia pun masuk ke surga”
📖 Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 1108 dan Muslim, no. 2643.
Yang dijadikan pertimbangannya adalah penutup usia yang manusia mati di atasnya, karena itu manusia harus melakukan amal-amal yang merupakan sebab penutup hidup yang baik dan menjauhi amal-amal yang merupakan sebab penutup hidup yang buruk. Amal-amal itu berjumlah banyak, selama manusia masih hidup, maka dia berisiko menyimpang dan terkena ujian, bisa saja dia menyimpang dan akhirnya mati bukan di atas Islam. Hadits ini mendorong kepada agama Islam, teguh memegangnya dan memohon husnul khatimah.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم