Menu Al-Qur'an

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya". (Al-Hijr: 9).
Baca Al-Qur'an Digital Mushaf Kuno Tafsir Al-Qur'an Tajwid Murotal Juz 30 Download

بسم الله الرحمن الرحيم

📚 ┃Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr Al-Qur`ān Al-Karīm
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.i حفظه الله تعالى - Staff Pengajar Ponpes Al-Madinah Surakarta
🗓┃Pertemuan 3: 8 Januari 2026 / 19 Rajab 1447 H
🕰┃ Ba'da Isya [19:30-20:30]
🕌┃ Masjid Ponpes Joglo Qur'an - Boyolali



Tadabbur Surat Nuh #3 | Ayat 28

Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan dan berdo'a hanya kepada-Nya.

Melanjutkan akhir tafsir akhir surat Nuh ayat 28, Allah ﷻ berfirman dalam sebuah do'a yang dipanjatkan oleh nabi Nuh alaihissalam:

رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا

Rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu`minaw wa lil-mu`minīna wal-mu`mināt, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā

Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.


💡 Kandungan Ayat

1. Penetapan akan Tauhid Rububiyah Allah ﷻ.

2. Meminta ampun untuk diri sendiri. Inilah yang seharusnya kita lakukan dalam berdo'a, mendo'akan ampunan dan kebaikan terhadap diri sendiri sebelum orang lain. Inilah yang dicontohkan para Nabi Allah dalam berdo'a: Nabi Ibrahim Khalilullah, Nabi Musa Kalimullah, Nabi Sulaiman dan nabi Nuh alaihimussalam.

3. Setelahnya do'akan kedua orang tua, apapun keadaan mereka. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra Ayat 23:

۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Kisah Uwais Al-Qarni menggendong ibunya adalah tentang pengabdian luar biasa seorang pemuda dari Yaman yang memenuhi keinginan ibunya yang lumpuh untuk berhaji, dengan menggendongnya dari Yaman ke Makkah, berjalan kaki ribuan kilometer, bahkan saat tawaf dan wukuf, sebagai bukti cinta dan baktinya yang luar biasa, hingga Allah menyembuhkannya dari penyakit sopak (kusta) dan memberinya tanda bulatan putih di tengkuk, seperti yang diberitakan Nabi Muhammad ﷺ kepada Sahabat Umar bin Khattab untuk mencari Uwais al-Qarni dan meminta doa karena doanya sangat makbul. Atas ketulusannya berbakti kepada Ibunya, Uwais bisa sampai derajat yang sangat mulia sampai Rasulullah ﷺ menyebutnya sang penghuni langit. (HR. Muslim no. 2542).

4. Medoakan para tamu yang masuk ke dalam rumah dalam keadaan beriman. Dan ini termasuk bukti iman kepada Allah dan hari akhir. Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ»

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari, Muslim) .

Dalam hadits lain:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: إِذَا دَخَلَ الضَّيْفُ على القَوْمِ دَخَلَ بِرِزْقِهِ وإِذَا خَرَجَ خَرَجَ بِمَغْفِرَةِ ذُنُوبِهِمْ

Nabi Muhammad ﷺ bersabda: "Apabila tamu mendatangi suatu kaum/rumah, maka dia masuk dengan membawa rezekinya. Apabila dia keluar, dia keluar dengan membawa ampunan dosa-dosa mereka.” [HR. Daelami No. 113].

5. Mendo'akan kebaikan bagi orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama.’” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lainnya,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, ‘Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.’

Dari sahabat Ubadah bin al-Shamit radhiyallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya:  Barangsiapa yang memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, maka Allah akan mencatat baginya dengan setiap orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagai satu pahala kebaikan.

(Hadits shahih riwayat al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir juz 19 [909] dan Musnad al-Syamiyyin [2155]. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma’ al-Zawaid juz 10 hlm 210, sanad hadits ini jayyid).

6. Mendo'akan kebinasaan bagi orang-orang yang dzalim.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم