Bismillah
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Was-shalatu was-salamu ‘ala asyrofil mursalin, nabiyyina wa maulana Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in. Wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sahbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumiddin.
Mengapa kita perlu mempelajari dan memahami alam barzakh? Sebab, kita disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan ziarah kubur secara fisik. Ketika seseorang datang ke pemakaman, tujuan utamanya adalah agar ia senantiasa mengingat kehidupan akhirat.
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam—sang pembawa kabar gembira dan peringatan, yang diutus membawa cahaya yang terang benderang. Beliau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasihati umat, dan meninggalkan kita di atas jalan yang putih bersih; jalan yang malamnya seterang siangnya, di mana tidak ada yang berpaling darinya melainkan akan binasa. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga, para sahabat, serta orang-orang yang berpegang teguh pada sunnahnya hingga hari kiamat.
Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya disampaikan kepada segenap pimpinan, pengurus, para ustadz, dan para santri Pondok Pesantren Al-Madinah atas penyambutan yang hangat serta pemuliaan yang diberikan. Semoga seluruh amal kebaikan ini dicatat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.
عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ مِحْصَنٍ الأنصاري رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا»
Dari ‘Ubaidillah bin Mihshan al-Anshariy radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata, ‘Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang dipagi hari dalam keadaan aman pada jiwanya, sehat pada tubuhnya, dan padanya terdapat kebutuhan pokok harinya, maka seakan-akan telah dikumpulkan baginya dunia dengan seluruh sisi-sisinya.”
Diriwayatkan oleh al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan di dalam Tarikhnya, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Humaidiy di dalam Musnadnya, al-‘Uqaiiliy di dalam ad-Dhu’afaa`, Ibnu Abi ad-Dunya di dalam al-Qanaa’ah, al-Khathiib di dalam at-Taariikh, al-Baihaqiy di dalam az-Zuhdu, dan al-Qudha’iy di dalam al-Musnad.(1)
Tiga perkara; jika ketiga perkara tersebut terealisasi bagi seorang hamba, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya sebagaimana telah diberitakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.
Selengkapnya: Terkumpulnya Dunia dan Seisinya dalam Tiga Hal
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Hadits ke-26: Rukun Islam Cukup Menjadi Sebab Masuk Surga
📗 Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
أَنَّ أَعْرَابِيًّا أَتَى النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ دُلَّنِى عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ . قَالَ « تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ الْمَكْتُوبَةَ ، وَتُؤَدِّى الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ ، وَتَصُومُ رَمَضَانَ » . قَالَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ أَزِيدُ عَلَى هَذَا . فَلَمَّا وَلَّى قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَذَا »
“Ada seorang Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku amal yang jika aku lakukan, aku dapat masuk surga.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau menyembah Allah semata, tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun juga; engkau mengerjakan shalat wajib; engkau menunaikan zakat yang wajib; juga engkau berpuasa di bulan Ramadhan.”
Arab Badui tersebut berkata, “Demi Dzat yang jiwaku berada pada tangan-Nya, aku tidak akan menambahkan selain itu.”
Ketika orang tersebut berbalik pulang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang senang melihat seseorang dari ahli surga, maka lihatlah orang ini.”
(HR. Bukhori, no. 1397; Muslim, no. 15/14; Ahmad, no. 8515)