Kategori Aqidah

Masalah-masalah ilmiyah yang berasal dari Allah dan RosulNya, yang wajib diyakini oleh setiap muslim
Kajian Bertema Aqidah
Puncak Kenikmatan: Melihat Wajah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى di Surga
Puncak Kenikmatan: Melihat Wajah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى di Surga

Tahukah anda apa nikmat paling indah yang akan didapat oleh penghuni surga? Melihat wajah Allah Azza wa Jalla adalah nikmat terbesar dan terindah yang didapat oleh para penghuni surga kelak.

Jarir bin Abdillah radhiallahu’anhu berkata, Suatu hari kami duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kala itu beliau memandang ke arah bulan purnama. Lalu beliau bersabda:

أما إنكم سترون ربكم كما ترون هذا القمر لا تضامون في رؤيته فإن استطعتم أن لا تغلبوا على صلاة قبل طلوع الشمس وقبل غروبها فافعلوا يعني العصر والفجر ثم قرأ جرير وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَ‌بِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُ‌وبِهَا

❝Ketahuilah bahwa kalian akan memandang Rabb kalian sebagaimana kalian memandang bulan ini. Kalian tidak berdesakan ketika memandang Allah. Karena itu, jika kalian mampu untuk tidak melewatkan shalat sebelum terbitnya matahari dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (shalat Ashar dan Subuh), maka lakukanlah!❞ (Muttafaqun 'alaih).

Kawan! Wajar bila dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sering mengucapkan doa berikut:

اللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ أَحْيِنِي مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي أَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَكَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا وَالْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى وأسألك نعيما لا ينفد وأسألك قرة عين لا تنقطع وأسألك الرضاء بعد القضاء وأسألك برد العيش بعد الموت وَلَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ وَأَعُوذُ بِكَ في غير ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ ولا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مَهْدِيِّينَ

❝Ya Allah, dengan ilmu-Mu atas yang ghaib dan dengan kekuasaan-Mu atas seluruh makhluk, panjangkanlah hidupku, bila Engkau mengetahui bahwa hidup panjang umur itu membawa kebaikan bagiku. Dan matikanlah aku, bila kematian itu lebih baik bagiku. Ya Allah, aku mohon untuk memiliki khasyyah (rasa takut) kepada-Mu di saat aku dalam kondisi sunyi dan ramai. Aku mohon kepada-Mu, agar dapat berpegang teguh dengan kalimat haq di saat aku rela atau marah. Aku mohon kepada-Mu, agar aku senantiasa bersikap sewajarnya (moderat) ketika sedang fakir dan ketika sedang kaya. Aku mohon kepada-Mu kenikmatan yang tidak dapat habis. Aku minta kepada-Mu, penyejuk mata yang tak pernah terputus. Aku mohon kepada-Mu agar aku dapat rela setelah setiap ketentuan/takdir-Mu. Aku mohon kepada-Mu kehidupan yang menyejukkan setelah aku meninggal dunia. Aku mohon kepada-Mu kelezatan memandang wajah-Mu (di Surga), dan kerinduan bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan serta kekacauan (fitnah) yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan dan jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan (lurus) yang memperoleh bimbingan dari-Mu.❞ (Ahmad, an-Nasa'i dan lainnya).

✍ Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله [via FB beliau]

 

  • Media
    Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
    Ebook
    Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh. Ebook Islami sebagai bahan referensi dalam beberapa topik yang insyaAllah bermanfaat.
  • image
    Abu Hazim Salamah bin Dînâr Al-A’raj berkata, “Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
    image
    ‘Ammâr bin Yâsir radhiyallâhu ‘anhumâ berkata,“Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]

Share Some Ideas

Punya artikel menarik untuk dipublikasikan? atau ada ide yang perlu diungkapkan?
Kirim di Sini