ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
Kajian Sabtu: Tematik
Tanggal: 14 Rabi’ul Awal 1447 / 6 September 2025
Tempat: Masjid Al-Qomar Purwosari, Surakarta
Bersama: Ustadz Abu Adib Hafidzahullah
Daftar Isi:
Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dapat bermuwajahah dalam majelis ilmu. Semoga kita bertambah ilmu dan amalan shalih yang menjadi pemberat timbangan di akhirat kelak.
Yang dimaksud dengan Hari Akhir adalah hari kiamat, dimana ketika itu seluruh manusia dibangkitkan untuk dihisab dan diberi balasan. Dinamakan hari akhir karena tidak ada hari lagi sesudahnya. Ketika itu para penghuni surga maupun penghuni neraka menetap pada tempatnya, tidak ada kelompok yang ketiga.
Iman kepada hari akhir terkandung tiga elemen (karena kekurangan iman ada pada ilmu):
Yaitudihidupkannya orang yang sudah mati pada tiupan sangkakala kedua, dalam kondisi tanpa alas kaki, telanjang dan tidak dikhitan. (Dalam riwayat lain tanpa harta), yaitu seperti saat kita baru lahir. Hal ini akan mengikis segala macam kesombongan.
Alloh Ta'ala berfirman:
كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُۥ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَآ ۚ إِنَّا كُنَّا فَٰعِلِينَ
"... sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya.suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan rnelaksanakannya" - (Al-Anbiya:104)
Tiupan sangkakala pertama ini ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala,
وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ
“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” - (QS. An-Naml [27]: 87)
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
☪ Kajian Masjid Al-Mukarromah
🎙 Bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
🗓 Bandung, 2 Rabi’ul Awal 1447 / 25 Agustus 2025
Tanda Kiamat Kecil: Melimpahnya Harta dan Tidak Dibutuhkannya Sedekah
Fenomena "melimpahnya harta dan tidak dibutuhkannya sedekah" adalah salah satu tanda-tanda kecil datangnya Hari Kiamat, di mana kekayaan melimpah ruah hingga orang enggan untuk bersedekah karena merasa tidak ada lagi orang miskin yang membutuhkan. Hal ini diriwayatkan dalam beberapa hadits berikut:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيْكُمُ الْمَالُ، فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُهُ مِنْهُ صَدَقَةً وَيُدْعَى إِلَيْهِ الرَّجُلُ فَيَقُولُ: لاَ أَرَبَ لِي فِيهِ.
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga harta menjadi banyak pada kalian, harta itu terus melimpah sehingga membingungkan pemiliknya siapa-kah yang mau menerima shadaqah darinya, lalu seseorang dipanggil kemudian dia berkata, ‘Aku tidak membutuhkannya.’”
📖 Shahiih al-Bukhari , kitab al-Fitan (XIII/81-82, al-Fat-h), dan Shahiih Muslim, kitab az-Zakaah, bab Kullu Nau’in minal Ma’ruuf Shadaqah (VII/97, Syarah an-Nawawi).
وَمِنَ الْإِيْمَانِ بِالْيَوْمِ الْآخِرِ: الْإِيْمَانُ بِكُلِّ مَا أَخْبرَ بِهِ النَّبِيُُّ ﷺ مِمَّا يَكُوْنُ بَعْدَ الْمَوْتِ(١)، فَيُؤْمِنُوْنَ بِفِتْنَةِ لْقَبْرِ، وَبِعَذَابِ الْقَبْرِ، وَنَعِيْمِهِ (٢)، فَأَمَّاالْفِتْنَةُ فَإِنَّ النَّاسَ يُفْتَنُوْنَ(٣) فِي قُبُوْرِهِمْ(٤)، فَيقَالُ لِلرَّجُلِ(٥): مَنْ رَبُّكَ(١)؟ وَمَا دِيْنُكَ(٧)؟ وَمَنْ نَِبِيِّكَ(٨)؟ فَيَثَبِتُ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيًّا وَفِي الْآخِرَةِ(٩)، فَيقُولُ الْمُؤْمِنُ: رَبِّيَ الله، وَالْإِسْلَامُ دِينِني، وَمُحَمَّدٌ نَبِيِّيْ(١٠) وَأَمَّا الْمُرْتَابُ فَيَقُوْلُ: هَاه هَاة؛ لَا أَدْرِيْ، سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُوْلُوْنَ شَيِئًا فَقُلْتُهُ(١١)، فَيَضْرَبُ(١٢) بِمِرْزَبَةٍ مِنْ حَدِيْدٍ(١٣)، فَيَصِيْحُ ضيْحَةً يَسْمَعُهَا كُلُّ شَيْءٍ(١٤)؛ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَّوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصُعِقَ(١٥).
PASAL
Termasuk iman kepada Hari Akhir adalah: beriman kepada seluruh apa yang diberitakan Nabi ﷺ yang akan terjadi setelah kematian.(1) Mereka beriman kepada fitnah, azab dan nikmat kubur(2). Adapun fitnah, maka manusia akan diuji(3) di dalam kubur mereka(4), maka seorang laki-laki akan ditanya,(5) "Siapa tuhanmu?(6) Apa agamamu? (7) Dan siapa Nabimu?"(8) Maka, "Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan kalimat tauhid dalam kehidupan di dunia dan di Akhirat."(9) Maka seorang Mukmin menjawab Tuhanku adalah Allah, agamaku Islam dan Nabiku Muhammad.(10) Adapun orang yang ragu-ragu, maka dia menjawab, "Hah .. hah .. aku tidak tahu, aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, maka aku menirunya,"(11) maka dia dipukul(12) dengan palu dari besi,(13) dia berteriak dengan teriakan yang didengar oleh segala sesuatu(14), kecuali manusia, dan kalau manusia mendengarnya, niscaya dia pingsan(15)
Selengkapnya: Syarah Aqidah Wasithiyah: Beriman Kepada Hari Akhir
بسم الله الرحمن الرحيم
Tabligh Akbar bersama Fadhilatus Syeikh Dr. Abdullah bin Mar’i Hafidzahullah
(Mudir Daarul Hadits Fiyusy, Yaman)
Sesi 2:
✍ Tema: Dakwah Tauhid di Persimpangan Harapan dan Tantangan
⏰ Waktu: Jum'at, 1 Agustus 2025 / 7 Shafar 1447 H (Ba’da Subuh - selesai)
🎙 Penerjemah: Ustadz Hanifa, B.A., M.Pd. Hafidzahullah
🕌 Lokasi: Masjid Al Umar Windan Baru, Windan, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jateng.
Setelah salam dan memuji Allâh, segala puji bagi Allah ﷻ Dzat yang wajib disembah dan Nabi ﷺ adalah hambaNya dan Rasul-Nya.
Kita bersyukur atas nikmat dipertemukan dalam majelis ilmu di pagi ini. Kita bersyukur atas limpahan karunia-Nya hingga Allah ﷻ memberikan taufik untuk menjalankan shalat subuh berjama'ah. Dan ini karunia yang besar.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra Ayat 78:
وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Dan Rasul-Nya telah memberikan penjelasan akan keutamaan Shalat subuh berjama'ah. Seandainya hanya ada satu keutamaan ini saja, maka ini sudah cukup menjadi motivasi kita untuk semangat dalam beramal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللَّهِ
“Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah.
Selengkapnya: Dakwah Tauhid di Persimpangan Harapan dan Tantangan