Kategori Akhlak

Cara bergaul seorang hamba terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para manusia lainnya.
Kajian Islam

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

Kajian Mukhtashar fii Khuluqil Muslim#22 | Oleh: Sulthan Bin Abdullah Al-‘Umary Hafidzahullah
Download Kitab: s-alamri.com

🎙| Bersama: Al Ustadz Abu Adib Hafidzahullah
🗓 | Hari/Tanggal: Rabu, 9 Sya'ban 1447 / 28 Januari 2026
🕰 | Waktu: ba'da maghrib - isya
🕌 | Tempat: Jajar Islamic Center Surakarta


 

Daftar Isi:

خَلْقُ اَلْمُسْلِمِ معَ المسْجدِ

Akhlak Seorang Muslim dalam Masjid

Keutamaan masjid sangat besar, meliputi fungsi utama sebagai tempat ibadah (shalat berjamaah yang pahalanya berlipat ganda), pusat pendidikan, penyebaran syiar Islam, penyelesaian masalah umat, kegiatan sosial, hingga tempat berlindung dan mendapatkan ampunan dosa serta rahmat Allah ﷻ, bahkan pahala membangunnya adalah rumah di surga.

Maka, selayaknya seorang muslim menerapkan akhlak yang baik di dalam masjid.

١. محبَّةُ المَسَاجدِ لأنَّها أحَبُّ الأمَاكِنِ إلَى اللهِ تعَالى، كما في الحديث (أحبُّ البلادِ إلَى اللهِ مساجدُها) رواه مسلم.

1. Mencintai masjid, karena masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah

Sebagaimana disebutkan dalam hadits: "Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Karena Allah ﷻ mencintai masjid, maka Allah ﷻ mencintai orang-orang yang memakmurkan masjid. Tidak mungkin yang datang adalah orang yang dihinakan Allah ﷻ.

Bahkan Allah ﷻ akan melindungi orang-orang yang memakmurkan masjid. Salah satu dari tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat (saat matahari didekatkan) adalah seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid.

٢. محبةُ أهْلِ المساجدِ في الله تعَالی.

2. Mencintai orang-orang yang sering mengunjungi masjid karena Allah.

Allah ﷻ berfirman bahwa yang memakmurkan masjid hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapapun selain Allah (QS. At-Taubah: 18).

Syaikh Utsaimin Rahimahullah menyebutkan bahwa memakmurkan masjid ('imaratul masajid) maknanya:

  • Memakmurkan secara fisik (hissi): Membangun, memperindah, dan menjaga kebersihan serta fasilitas masjid agar jemaah merasa nyaman.
  • Memakmurkan secara maknawi (shalat berjamaah, berdzikir, menuntut ilmu, dan kajian).

Maka, menjadi takmir masjid adalah tugas yang mulia yang mencakup dua makna memakmurkan masjid.

٣. أداءُ تحِيَّةِ المَسْجِدِ قبْلَ الجُلوسِ، وهي ركعتان، والدليلُ (إذَا دَخَلَ أحدُكمُ المسجدَ فلا يجلِس حتّى يصلِّيَ رَ کعتین) متفق علیه.

3. Melakukan Shalat tahiyatul masjid sebelum duduk, yang terdiri dari dua rakaat.

Dalilnya adalah hadits: "Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah ia duduk sebelum ia mengerjakan dua rakaat." (Disepakati oleh Muslim).

Shalat Tahiyatul Masjid adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan saat memasuki masjid sebelum duduk, sebagai bentuk penghormatan (tahiyyat) kepada masjid.

Hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan) bahkan sebagian ulama mewajibkan dan dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam. Jika terlanjur duduk sebentar karena lupa, masih boleh berdiri kembali untuk mengerjakannya.

Shalat ini bisa digabung dengan shalat sunnah yang lain, karena:
1. Jenis shalatnya sama-sama Sunnah.
2. Jumlah raka'atnya sama.
3. Waktunya sama.

Khusus shalat Jum'at, disarankan langsung shalat meskipun sedang adzan, karena mendengarkan khutbah adalah wajib dan lebih didahulukan dibanding shalat sunnah.

٤. عدمُ البصاقِ في المسجدِ أوْ وضعِ الأذى فِيه، كَالمِنْديل، أو غَير ذلك، وإنما يوضعُ في الصَّنَاديقِ المخصصَة لذلك.

4. Tidak meludah di masjid atau membuang sesuatu yang berbahaya di dalamnya, seperti tisu atau benda lainnya.

Sebaliknya, buanglah ke tempat sampah yang telah disediakan.

Meludah di dalam masjid dianggap sebagai tindakan meremehkan rumah Allah dan perbuatan dosa. Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa membiarkan dahak/ludah di masjid tanpa dibersihkan termasuk perbuatan buruk.

Jika terlanjur melakukannya, penebusannya adalah dengan menanam atau membersihkan ludah tersebut. Pada zaman Nabi, jika ada dahak di lantai tanah masjid, beliau memerintahkan untuk menguburnya, dan jika di lantai modern, wajib dihilangkan agar tidak mengotori masjid.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ الْبُزَاقُ فِي الْمَسْجِدِ خَطِيئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنُهَا ‏"‏ ‏.‏

Anas bin Malik melaporkan: Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Meludah di masjid adalah dosa, dan kafaratnya adalah menguburnya.' (Hadits Shahih Muslim No. 552).

Hendaklah tidak mengedarkan kotak Infak disaat khutbah Jum'at berlangsung.

٥. التّبكيرُ للمسْجدِ عندَ سمَاعِ النِّدَاءِ.

5. Datang lebih awal ke masjid setelah mendengar adzan.

Yaitu agar seseorang memperoleh shaf pertama dan agar mendapatkan pahala karena menunggu shalat.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

“Seandainya setiap orang tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka ingin memperebutkannya, tentu mereka akan memperebutkannya dengan berundi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

٦. الحرصُ على دعاء دُخول المسجدِ مع تقديم الرجْل اليُمنى (اللهم افتح لي أبواب رحمتك) رواه مسلم، وفي رواية أبي داود (إذا دَخَلَ أحدُكم المسجدَ فليسَلِّمْ على النبيِّ وليَقُلْ اللهمَّ افتحْ لي أبوابَ رحمتِك).

6. Pastikan untuk membaca doa masuk masjid dengan kaki kanan terlebih dahulu.

اللهم افتح لي أبواب رحمتك (Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu). (Diriwayatkan oleh Muslim). Dan dalam riwayat Abu Dawud (Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, hendaklah ia memberi salam kepada Nabi dan mengucapkan: Allahummaftahli abwaaba rahmatik - Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu).

٧. الحرصُ على دعاء الخروج من المسجدِ، معَ تقديمِ الرجلِ اليسرى (اللهمَّ إنِّي أسألُكَ من فضْلِك) رواه مسلم، وفي روايةِ ابنِ ماجه (وإذا خرجَ فليسَلِّمْ على النبيِّ وليقلْ: اللهمَّ اعصِمْني من الشَّيْطَانِ الرجيم) وسنده صحيح.

قال العلماء: والسرُّ في الدعاءِ بفتحِ أبوابِ الرحمةِ عندَ الدخولِ لأَنَّ المسجدَ موطنٌ للرحمة والفضائل، وأما عند الخروج فيسأل الله من فضله لأنه سيخرج في طلب الرزق فناسب الدعاء بذلك، كما قال تعالى ﴿فَانتَشِرُوا فِىِ الْأَرْضِ وَابْنَغُواْ مِن فَضْلِ اُللهِ﴾ [سورة الجمعة: آية ١٠].

فائدة: تقديمُ الرجل اليُمْنَى عندَ الدخولِ، لما جاءَ عن أنسٍ أنَّه قَالَ: من السنَّةِ إذَا دخَلَّتَ المسجدَ أن تبدأَ برجْلِكَ اليُمنى، وإذا خرجتَ أنْ تبدأَ برِجْلِكَ اليُسْرَى، أخرجهُ الحَاكِم، وقالَ: صحیحٌ علَى شرطِ مسلم، وهذا كما ترَى موقوفٌ وليسَ بمرفوع.
قال ابن حجر: والصحيحُ أن قولَ الصحابيِّ من السُنةِ كذا محمول على الرفع، وقال البخاريُّ في صحيحه: بابُ التيَمُّنِ في دخولِ المسجدِ وغيره، وكان ابنُ عمرَ رَضّ لَلهَ عَنْةا يبدأُ برجْلِهِ اليُمْنَى، حتى إذا خرجَ بدَأَ برجْلِهِ الیُسْرَى.

7. Pastikan untuk membaca doa saat meninggalkan masjid, dengan kaki kiri terlebih dahulu.

(اللهمَّ إنِّي أسألُكَ من فضْلِك) “Ya Allah, aku memohon karunia-Mu.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Dalam riwayat Ibnu Majah, disebutkan: “Dan ketika ia keluar, hendaklah ia memberi salam kepada Nabi dan mengucapkan: اللهمَّ اعصِمْني من الشَّيْطَانِ الرجيم) )‘Ya Allah, lindungilah aku dari setan yang terkutuk.’” Sanad periwayatannya sahih.

Para ulama berkata: Hikmah di balik berdoa memohon dibukanya pintu rahmat saat memasuki masjid adalah karena masjid adalah tempat rahmat dan kebajikan. Adapun saat meninggalkan masjid, hendaknya seseorang memohon karunia Allah karena ia akan keluar untuk mencari rezeki, sehingga tepat untuk berdoa untuk hal ini, sebagaimana firman Allah ﷻ:

فَانتَشِرُوا فِىِ الْأَرْضِ وَابْنَغُواْ مِن فَضْلِ اُللهِ

“Maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah karunia Allah” [Surat Al-Jumu’ah: Ayat 10].

Manfaat: Dianjurkan memasuki masjid dengan kaki kanan terlebih dahulu, berdasarkan riwayat dari Anas yang berkata: “Termasuk Sunnah bahwa ketika memasuki masjid, hendaklah kamu memulai dengan kaki kanan, dan ketika keluar, hendaklah kamu memulai dengan kaki kiri.” Riwayat ini dicatat oleh al-Hakim, yang berkata: “Hadits ini sahih menurut syarat-syarat Muslim.” Seperti yang Anda lihat, ini adalah pernyataan yang dinisbahkan kepada seorang Sahabat (bukan langsung kepada Nabi) dan bukan hadits yang berasal dari Nabi.

Ibn Hajar berkata: “Pandangan yang benar adalah bahwa pernyataan seorang Sahabat, ‘Itu termasuk Sunnah,’ harus dipahami sebagai hadits yang berasal dari Nabi.”

Al-Bukhari memasukkan sebuah bab dalam Shahihnya yang berjudul: “Tentang Memulai dengan Kaki Kanan Ketika Memasuki Masjid dan Tempat Lainnya.” Beliau juga menyebutkan bahwa Ibnu Umar (semoga Allah meridainya) akan memulai dengan kaki kanannya, dan ketika keluar, beliau akan memulai dengan kaki kirinya.

٨. بناءُ المساجدِ أو المساهمَةُ في ذَلك.

8. Membangun masjid atau berkontribusi dalam pembangunannya.

Membangun masjid adalah amal jariyah mulia yang berpahala besar, menjanjikan rumah di surga, dan memperkuat keimanan serta ikatan sosial umat Muslim, dengan syarat dilakukan karena Allah (ikhlas) dan bukan untuk pamer (riya).

Prosesnya melibatkan penggalangan dana (wakaf/infaq), perencanaan desain, perizinan (jika perlu), pembangunan fisik sesuai syariat, hingga memakmurkannya untuk kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

  • Media
    Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
    Ebook
    Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh. Ebook Islami sebagai bahan referensi dalam beberapa topik yang insyaAllah bermanfaat.
  • image
    Abu Hazim Salamah bin Dînâr Al-A’raj berkata, “Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
    image
    ‘Ammâr bin Yâsir radhiyallâhu ‘anhumâ berkata,“Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]

Share Some Ideas

Punya artikel menarik untuk dipublikasikan? atau ada ide yang perlu diungkapkan?
Kirim di Sini