Menu Al-Qur'an

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya". (Al-Hijr: 9).
Baca Al-Qur'an Digital Mushaf Kuno Tafsir Al-Qur'an Tajwid Murotal Juz 30 Download

بسم الله الرحمن الرحيم

📚 ┃Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr Al-Qur`ān Al-Karīm
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.i حفظه الله تعالى - Staff Pengajar Ponpes Al-Madinah Surakarta
🗓┃Pertemuan 1: Kamis, 16 April 2026 / 27 Syawal 1447 H
🕰┃ Ba'da Isya [19:30-20:30]
🕌┃ Masjid Ponpes Joglo Qur'an - Boyolali



Tadabbur Surat Al-Muzzammil | Ayat 1-11

 

Allah ﷻ berfirman dalam ayat 1-11:

١. يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ

1. Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!

Tafsir: Wahai orang yang menyelimuti diri dengan pakaian (maksudnya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-).

٢. قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا

2. Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali [1] sebagian kecil,

[1]. Salat malam ini mula-mula wajib, sebelum turun ayat ke-20 dalam surah ini. Setelah turun ayat ke-20 ini hukumnya menjadi sunnah.

Tafsir: Shalatlah pada malam hari kecuali sedikit saja darinya.

٣. نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا

3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.

Tafsir: Shalatlah separuh malam jika engkau menghendaki atau shalatlah kurang sedikit dari separuh malam hingga sampai sepertiganya.

٤. أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا

4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur`ān itu dengan perlahan-lahan.

Tafsir: Atau tambahkan hingga sampai dua pertiga malam, dan bacalah Al-Qur`ān dengan perlahan-lahan dan memberi setiap huruf hak-haknya serta memperhatikan waqafnya.

٥. إِنَّا سَنُلۡقِي عَلَيۡكَ قَوۡلٗا ثَقِيلًا

5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.

Tafsir: Sesungguhnya Kami -wahai Rasul- akan menurunkan kepadamu Al-Qur`ān, yaitu perkataan yang berat karena berisi berbagai kewajiban, hudud, hukum, adab, dan lain sebagainya.

٦. إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيۡلِ هِيَ أَشَدُّ وَطۡـٔٗا وَأَقۡوَمُ قِيلًا

6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

Tafsir: Sesungguhnya waktu-waktu malam itu lebih menyentuh hati dan membuatnya khusyuk dengan bacaan dan lebih tepat pengucapannya.

٧. إِنَّ لَكَ فِي ٱلنَّهَارِ سَبۡحٗا طَوِيلٗا

7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).

Tafsir: Sesungguhnya pada siang hari kamu mempunyai kesibukan dengan pekerjaan-pekerjaanmu yang melalaikanmu dari salat, maka salatlah di malam hari.

٨. وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلۡ إِلَيۡهِ تَبۡتِيلٗا

8. Sebutlah nama Tuhan-mu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

Tafsir: Berzikirlah kepada Allah dengan bermacam-macam zikir dan fokuslah kepada Allah -Subḥānahu- dengan mengikhlaskan ibadahmu untuk-Nya.

٩. رَّبُّ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱتَّخِذۡهُ وَكِيلٗا

9. Dia-lah) Tuhan masyrik dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

Tafsir: Dia pemilik timur dan pemilik barat, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung-Mu yang engkau bersandar kepada-Nya dalam segala urusanmu.

١٠. وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱهۡجُرۡهُمۡ هَجۡرٗا جَمِيلٗا

10. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

Tafsir: Bersabarlah terhadap ucapan orang-orang yang mendustakanmu berupa olok-olokan dan cercaan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang tidak menyakiti.

١١. وَذَرۡنِي وَٱلۡمُكَذِّبِينَ أُوْلِي ٱلنَّعۡمَةِ وَمَهِّلۡهُمۡ قَلِيلًا

11. Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.

Tafsir: Janganlah engkau pedulikan urusan orang-orang yang mendustakanmu yang hanya menikmati kenikmatan dunia, biarkanlah Aku yang mengurusi mereka dan tunggulah sebentar hingga ajal mereka datang.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

Surat Al-Muzzammil memiliki 73 ayat-ayat yang pendek. Masuk dalam surat Makkiyah, yaitu surah Al-Qur'an yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, umumnya berfokus pada penanaman akidah, tauhid, kisah nabi terdahulu, dan hari kiamat. Ciri utamanya meliputi ayat yang pendek, panggilan "wahai manusia", dan tidak membahas hukum fikih mendetail. Surat ini turun setelah surat Al-Mudatsir.

📃 Penjelasan:

Ayat 1:

  1. Menunjukkan keindahan Ushlub Al-Qur’an (gaya bahasa), dimana Allah ﷻ tidak memanggil Muhammad langsung, tetapi menggunakan pengganti kiasan 'yang berselimut'.
  2. Penghormatan dan pemuliaan Allah ﷻ kepada Nabi ﷺ dengan tidak memanggilnya secara langsung. Dalam ayat-ayat lain, Allah ﷻ memanggil nama nabi dengannya secara langsung, seperti: Ya Nuh, ya Adam, ya Musa, ya Zakariya dan ayat-ayat lainya. Tetapi Muhammad, disebut dengan nama kiasan lainya, seperti pada ayat ini: Ya Ayyuhal Muzzammil, Ya Ayyuhal muddatsir, Ya ayyuhan Nabi dan lainnya.

Ayat 2:

  1. Perintah untuk melaksanakan shalat malam. Meskipun sedikit saja.
  2. Perintah ini untuk Nabi ﷺ tetapi berlaku untuk seluruh umatnya.
  3. Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat malam. Karena perintah ini disebut dalam Al-Qur’an. Berikut adalah beberapa ayat yang mendasari shalat malam/tahajjud:
  • QS. Al-Isra: 79 (Perintah Tahajjud)
  • QS. Al-Muzzammil [73]: 1-6 (Perintah Bangun Malam)
  • QS. Az-Zariyat [51]: 17-18 (Ciri Orang Bertakwa)
  • QS. Al-Furqan: 64 (Ciri Hamba Allah)
  • QS. Ali 'Imran: 113-114 (Keutamaan Ahli Kitab yang Beriman)
  • QS. As-Sajdah [32]: 16-17 (Lambung Jauh dari Tempat Tidur)

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَأفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ : صَلاَةُ اللَّيْلِ

"Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” [HR. Muslim, no. 1163]

  • Shalat malam yang wajib: Shalat Maghrib dan Isya, sedangkan yang sunnah seperti Tahajjud, tarawih dan witir.

Ayat 3:

  1. Pilihan waktu untuk shalat malam, bisa separuh malam, atau sedikit saja di waktu lainnya, dan yang paling afdhal pada 1/3 malam terakhir.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari no. 6321 dan Muslim no. 758).

  1. Anjuran shalat witir (bagian dari shalat malam) meskipun sebelum tidur. Hal ini berdasarkan hadits Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّكُمْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ ثُمَّ لْيَرْقُدْ وَمَنْ وَثِقَ بِقِيَامٍ مِنَ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ مِنْ آخِرِهِ فَإِنَّ قِرَاءَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَحْضُورَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ

“Siapa di antara kalian yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia mengerjakan witir, baru kemudian tidur. Dan siapa yang yakin akan terbangun di akhir malam, hendaklah ia mengerjakan witir di akhir malam karena bacaan di akhir malam dihadiri (oleh para Malaikat) dan itu tentu lebih utama.” (HR. Muslim no. 755)

Ayat 4:

Perintah membaca Al-Qur’an secara tartil. Maknanya antara lain:

  1. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan : bacalah Al-Qur'an dengan perlahan-lahan karena sesungguhnya bacaan seperti ini membantu untuk memahami dan merenungkannya, dan demikianlah Nabi ﷺ membacanya.
  2. Imam Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan: membaca Al-Qur’an dengan perlahan-lahan dan memperjelas ucapan huruf-hurufnya.
  3. Imam Al-Baghawi rahimahullah menjelaskan: membaca dengan jelas dan tenang.
  4. Imam At-Thabari rahimahullah menjelaskan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, tartil adalah memperbagus huruf-hurufnya (tahsin) (makhraj dan hukum tajwidnya). Dan mengetahui tempat-tempat waqafnya dengan benar.
  5. Imam Ibnu Al-Jazari (w. 833 H) menegaskan bahwa membaca Al-Qur'an dengan tajwid hukumnya wajib. Melalui karya monumentalnya, Matan Al-Jazariyyah, beliau menekankan penerapan kaidah makharijul huruf dan sifat-sifat huruf secara tepat (tahqiq) untuk melafalkan Al-Qur'an dengan benar, serta menyebutkan bahwa :
    "Membaca (Al-Qur’an) dengan tajwid hukumnya wajib, barangsiapa yang tidak memperbaiki bacaan Al-Qur'an ia berdosa. Karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Al-Qur'an dan demikian pula Al-Qur'an itu sampai kepada kita."

Ayat 5:

  1. Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah ﷻ.
  2. Rasulullah ﷺ berasal dari orang yang ummi (buta huruf) menjadi bukti bahwa Al-Qur'an bukan ucapan nabi Muhammad ﷺ.
  3. Al-Qur'an dikatakan sebagai - Ucapan yang berat maknanya:
  • Berat dalam Pengamalan: Perintah dan larangan dalam Al-Qur'an membutuhkan kesungguhan, keteguhan hati, dan perjuangan dalam melaksanakannya (seperti shalat malam, jihad, dan menegakkan kebenaran).
  • Berat dalam Timbangan: Al-Qur'an adalah kalimat yang sangat berbobot, mulia, dan mantap, tidak ada keraguan di dalamnya.
  • Berat saat Diterima: Ketika wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, kondisi tersebut terasa berat secara spiritual dan fisik karena keagungan wahyu tersebut.

Ayat 6:

  1. Hikmah dari shalat malam: menguatkan jiwa, lebih khusyu' dan bacaannya lebih berkesan.
  2. Terutama bagi para pengemban risalah (dakwah) sangat perlu penguatan jiwa dengan shalat malam, agar dakwahnya dimudahkan dan diberikan taufik kepada para muridnya.
  3. Shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﻘِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺩَﺃْﺏُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ، ﻭَﻫُﻮَ ﻗُﺮْﺑَﺔٌ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ، ﻭَﻣُﻜَﻔِّﺮَﺓٌ ﻟِﻠﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ، ﻣَﻨْﻬَﺎﺓٌ ﻋَﻦِ ﺍْﻹِﺛْﻢِ

“Lakukanlah shalat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” [HR. Tirmidzi, Hadist hasan]

Ayat 7:

Waktu siang disibukkan dengan urusan duniawi, maka sibukkanlah malam dengan urusan ukhrawi. Dalam Surat An-Naba' ayat 10: Allah menciptakan kegelapan malam untuk menutupi bumi dan manusia, memberikan ketenangan serta istirahat layaknya pakaian yang melindungi dan menyelimuti jasad pemakainya.

Ayat 8:

  1. Perintah untuk berdzikir mengingat Allah ﷻ. Ayat ini menegaskan pentingnya memutuskan diri sejenak dari kesibukan duniawi untuk fokus beribadah dan bertawakal kepada-Nya.
  • Ketenangan hati sejati bersumber dari berzikir mengingat Allah, sesuai QS. Ar-Ra'd ayat 28, yang menghilangkan kegalauan dan menggantinya dengan kebahagiaan. Dzikir, membaca Al-Qur'an, dan taat kepada-Nya adalah cara utama mengatasi kegelisahan hidup. Hanya dengan mendekatkan diri kepada Pencipta, jiwa menemukan kedamaian mutlak.
  • Dzikir adalah amalan terbaik, paling suci, dan tertinggi derajatnya di sisi Allah, bahkan lebih utama daripada infak emas, perak, maupun berjihad. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa mengingat Allah (dzikir) lebih baik daripada menginfakkan harta, karena dzikir merupakan wujud ketaatan tertinggi dan aktivitas hati yang menyucikan. (HR. Tirmidzi, no. 3377; Ibnu Majah, no. 3790).
  1. Perintah untuk beribadah dengan sebenar-benarnya. Tujuan Penciptaan (QS. Az-Zariyat: 56): Allah ﷻ menegaskan bahwa manusia dan jin diciptakan tidak lain hanya untuk beribadah kepada-Nya.

Ayat 9:

  1. Penetapan akan Tauhid Rububiyyah Allah ﷻ. Allah ﷻ lah yang mengatur matahari dan bumi.
  2. Penetapan akan Tauhid Uluhiyyah pada kalimat laa ilaaha illa huwa. Beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
  3. Menjadikan Allah ﷻ sebagai pelindung dan penolong dari segala kesulitan kita.

Ayat 10:

  1. Perintah sabar atas gangguan ucapan dan perbuatan orang-orang kafir.
  2. Perintah menjadi pemaaf, dan tinggalkanlah orang-orang yang jahil. Dalam Surah Al-Furqan Ayat 63, yang bermakna hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang, ketika disapa atau diganggu oleh orang-orang bodoh/jahil dengan kata-kata kasar, mereka membalas dengan ucapan yang baik, damai, dan penuh keselamatan.

Ayat 11:

Ancaman Allah ﷻ bagi orang-orang yang mendustakan Allah ﷻ dan kenabian Rasulullah ﷺ.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم