بسم الله الرحمن الرحيم
📚 ┃Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr Al-Qur`ān Al-Karīm
🎙┃ Ustadz Abdul Fattach, S.Pd.i حفظه الله تعالى - Staff Pengajar Ponpes Al-Madinah Surakarta
🗓┃Pertemuan 2: Kamis, 23 April 2026 / 5 Dzulqa'idah 1447 H
🕰┃ Ba'da Isya [19:30-20:30]
🕌┃ Masjid Ponpes Joglo Qur'an - Boyolali
Tadabbur Surat Al-Muzzammil | Ayat 12-19
Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu.
Sesungguhnya salah satu faedah dalam menuntut ilmu adalah diampuninya dosa-dosa. Umar bin Khattab berkata:
"Ada seseorang yg keluar dari rumahnya membawa dosa sebesar gunung Tihamah. Di jalan ia mendengar ilmu, ia pun takut, kembali & bertaubat. Ia pulang ke rumah dalam keadaan bersih dari dosa. Maka jangan jauhi majelisnya ulama!"
(Miftah Darissa'adah 1/77)
Terdapat bentangan sayap malaikat dan doa permohonan ampunan dari penghuni langit dan bumi bagi orang-orang yang menuntut ilmu.
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْـقًـا يَبْـتَغِي فِيْهِ عِلْمًا سَهَّـلَ اللهُ لَهُ طَرِيْـقًـا إِلَى الْجَنَّـةِ، وَإِنَّ الْمَـلاَئِـكَةَ لَتَضَعُ أَجْـنِحَـتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَـسْـتَغْـفِـرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَـا وَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ حَتَّى الْحِـيْتَـانُ فِي الْمَـاءِ .
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.”
(Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3641), Tirmidzi (no. 2682), dan ulama lainnya)
📖 Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Muzzammil:
١٣. إِنَّ لَدَيۡنَآ أَنكَالٗا وَجَحِيمٗا
12. Sesungguhnya di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat), dan (neraka) Jahim yang menyala-nyala.
Tafsir: Sesungguhnya Kami mempunyai belenggu-belenggu yang berat dan api yang menyala-nyala di akhirat kelak.
١٣. وَطَعَامٗا ذَا غُصَّةٖ وَعَذَابًا أَلِيمٗا
13. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
Tafsir: Kami juga mempunyai makanan yang menjadikan kerongkongan tersedak karena sangat pahit dan mempunyai siksa yang menyakitkan sebagai tambahan atas hukuman hal tersebut.
١٤. يَوۡمَ تَرۡجُفُ ٱلۡأَرۡضُ وَٱلۡجِبَالُ وَكَانَتِ ٱلۡجِبَالُ كَثِيبٗا مَّهِيلًا
14. Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.
Tafsir: Siksa itu menimpa orang-orang yang mendustakan pada hari bumi dan gunung-gunung berguncang keras. Saat itu gunung-gunung menjadi butiran pasir yang mengalir beterbangan dikarenakan dahsyatnya hari itu.
١٥. إِنَّآ أَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ رَسُولٗا شَٰهِدًا عَلَيۡكُمۡ كَمَآ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ رَسُولٗا
15. Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun.
Tafsir: Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kalian seorang rasul sebagai saksi atas amal perbuatan kalian pada hari Kiamat sebagaimana Kami juga telah mengutus kepada Firaun seorang utusan, yaitu Musa -'alaihissalām-.
١٦. فَعَصَىٰ فِرۡعَوۡنُ ٱلرَّسُولَ فَأَخَذۡنَٰهُ أَخۡذٗا وَبِيلٗا
16. Maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
Namun, Firaun mendurhakai rasul yang diutus kepadanya dari Tuhannya, sehingga Kami menyiksanya dengan siksaan yang dahsyat di dunia dengan ditenggelamkan dan di akhirat dengan siksa neraka. Oleh sebab itu, janganlah kalian mendurhakai Rasul kalian agar kalian tidak ditimpa oleh azab yang menimpa Firaun.
١٧. فَكَيۡفَ تَتَّقُونَ إِن كَفَرۡتُمۡ يَوۡمٗا يَجۡعَلُ ٱلۡوِلۡدَٰنَ شِيبًا
17. Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
Tafsir: Bagaimana kalian akan melindungi dan menjaga diri kalian -jika kalian kafir terhadap Allah dan kalian mendustakan Rasul-Nya- dari hari yang dahsyat dan panjang yang menjadikan anak kecil berubah menjadi tua karena kedahsyatan dan panjangnya hari itu.
١٨. ٱلسَّمَآءُ مُنفَطِرُۢ بِهِۦۚ كَانَ وَعۡدُهُۥ مَفۡعُولًا
18. Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.
Tafsir: Langit terpecah karena dahsyatnya hari itu, itu adalah janji Allah yang terlaksana, tidak ada keraguan sama sekali.
١٩. إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًا
19. Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya.
Tafsir: Sesungguhnya nasihat ini -yang berisi penjelasan tentang kedahsyatan dan huru-hara pada hari Kiamat- merupakan peringatan yang bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa ingin mengambil jalan yang mengantarkannya kepada Tuhannya maka hendaknya ia mengambil jalan ini.
💡 Beberapa Faedah Ayat-ayat di Halaman Ini:
• أهمية قيام الليل وتلاوة القرآن وذكر الله والصبر للداعية إلى الله.
- Pentingnya shalat malam, membaca Al-Qur`ān dan zikir kepada Allah bagi seorang yang berdakwah ke jalan Allah.
• فراغ القلب في الليل له أثر في الحفظ والفهم.
- Kosongnya hati pada malam hari berpengaruh positif terhadap hafalan dan pemahaman.
• تحمّل التكاليف يقتضي تربية صارمة.
- Kemampuan menahan beban mengharuskan pendidikan yang kuat.
• الترف والتوسع في التنعم يصدّ عن سبيل الله.
- Berleha-leha dan berlebihan dalan berbagai kenikmatan menghalangi dari jalan Allah.
📃 Penjelasan:
- Ayat 12-13:
Ancaman bagi orang-orang kafir:
- Ancaman belenggu
- Makanan yang pahit dan menyakitkan. Menu penghuni neraka antara lain, pohon Zaqqum (buah berduri), Adh-Dhari' (tumbuhan berduri), Al-Ghislin (darah dan nanah), Al-Hamim (air mendidih), dan Ghassaq (cairan sangat dingin/nanah).
Dalil - dalilnya:
Allah ﷻ berfirman,
إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ ﴿٤٣﴾ طَعَامُ الْأَثِيمِ﴿٤٤﴾ كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ ﴿٤٥﴾ كَغَلْيِ الْحَمِيمِ ﴿٤٦﴾
“Sungguh pohon zaqqum itu adalah makanan bagi orang-orang yang berbuat dosa. Rasanya seperti lelehan logam yang mendidih di dalam perut, seperti air mendidih yang amat panas” (QS. Ad-Dukhan: 43-46).
Dalam ayat lanjutan dari ayat-ayat tentang zaqum di atas dijelaskan,
فَإِنَّهُمْ لَآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ﴿٦٦﴾ ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيمٍ ﴿٦٧﴾
“Orang-orang kafir dan musyrik itu akan memakan sebagian dari buah pohon zaqum itu. Namun tidak menjadikan mereka kenyang. Kemudian orang-orang kafir itu akan mendapatkan hamim; minuman air mendidih yang sangat panas” (QS. As-Shaffat: 66-67).
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا ٢٤ إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا ٢٥
“Penduduk neraka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak pula mendapat minuman, selain hamim dan ghassaq” (QS. An-Naba’: 24-25).
Dalam surat Al-Ghasyiyah ayat ke 6 dinyatakan,
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ ٦
“Mereka tiada memperoleh makanan selain dhari’.”
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ ٣٦
“Tiada pula makanan sedikitpun bagi penduduk neraka itu kecuali ghisliin” (QS. Al-Haqqah: 36).
- Ayat-14: Kengerian pada hari kiamat, dimana siksa itu menimpa orang-orang yang mendustakan pada hari bumi dan gunung berguncang dan berhamburan.
- Ayat-15: Penetapan Rukun Iman yang ke empat:
- Beriman kepada para Rasul.
- Sebagai saksi atas kalian. - Ayat-16: Ancaman bagi yang mendustai para Rasul seperti halnya Fir'aun yang mendustakan nabi Musa alaihissalam. Yaitu berupa adzab di dunia, alam kubur dan akhirat.
- Ayat-17: Orang-orang kafir tidak akan mampu melindungi dirinya dari adzab Allah ﷻ.
- Ayat-18: Menjelaskan tanda lainya di hari kiamat, yaitu langit yang terbelah. Sesuai janji dan ancaman Allah ﷻ. Sesungguhnya janji Allah ﷻ Maha Benar.
- Ayat-19: Al-Qur'an adalah peringatan bagi kaum muslimin.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
Membaca satu ayat dengan penuh tafakkur dan memahaminya lebih baik dari pada membaca seluruh al-Qur'an hingga khatam (selesai) namun tanpa merenungkan dan memahaminya, dan yang demikian itu lebih bermanfaat bagi hati dan lebih kuat untuk bisa meraih keimanan dan merasakan manisnya al-Qur'an.
Miftaah Daar as-Sa'adah 1/187.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم