Kategori Akhlak

Cara bergaul seorang hamba terhadap Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dan para manusia lainnya.
Kajian Islam

Bismillah

๐Ÿ“šโ”ƒMateri : KUMPULAN HADIST AKHLAK (Syarah Kitab Ahadits Akhlak, Karya Syaikh Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr)
๐ŸŽ™โ”ƒPemateri : Ustadz Ja'far Ad Demaky,S.Ag ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ (Pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo )
๐Ÿ—“| Hari: Senin, 13 April 2026 / 24 Syawal 1447 H
๐Ÿ•Œโ”ƒTempat : Masjid Al Kautsar Puri Gading - Jl. Puri Gading Raya Perum Puri Gading, Dusun I, Grogol, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
๐Ÿ“–|Daftar Isi: 


ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ุฃุฎู„ุงู‚ - ุญูู‚ููˆู‚ู ุงู„ู’ุฌูŽุงุฑู  
 Ahaditsul Akhlak - Bab 7: Hak-hak Tetangga


Berbuat Buruk Kepada Tetangga

Tetangga yang buruk adalah sumber kesengsaraan dan penderitaan yang besar di dunia ini, terutama di tempat tinggal seseorang. Ini seperti membangun rumah, bersusah payah dalam pembangunannya, dan menghabiskan harta berharga untuk itu, hanya untuk dikejutkan oleh tetangga yang buruk. Ia tidak menemukan kebahagiaan di rumahnya, tidak ada kenyamanan di sana, dan tidak ada ketenangan pikiran mengenai anak-anaknya, keluarganya, dan harta miliknya. Inilah sesuatu yang seharusnya kita hindari dengan berlindung kepada Allah.

Hadits#1: Berlindung dari Tetangga yang Buruk

Diriwayatkan dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya:

ุชูŽุนูŽูˆูŽู‘ุฐููˆุง ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฌูŽุงุฑู ุงู„ุณูŽู‘ูˆู’ุกู ูููŠ ุฏูŽุงุฑู ุงู„ู’ู…ูู‚ูŽุงู…ูุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุฌูŽุงุฑูŽ ุงู„ู’ุจูŽุงุฏููŠ ู…ูุญูŽูˆูŽู‘ู„ูŒ ุนูŽู†ู’ูƒูŽ.

 โ€œRasulullah ๏ทบ bersabda: 'Berlindunglah kepada Allah dari tetangga yang buruk di tempat tinggal tetapmu, karena tetanggamu di padang gurun akan berubah.'โ€ Diriwayatkan oleh An-Nasaโ€™i dalam Al-Kubra (7886), dan disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jamiโ€™ (2963).

Kejahatan tetangga orang-orang fasik di alam nyata adalah selamanya, dan penderitaan mereka terus-menerus. Adapun tetangga dari Kesulitan yang dihadapi saat bepergian atau di tempat penginapan sementara bersifat sementara, hanya berlangsung beberapa jam atau hari, lalu berlalu kemudian berubah.

Hadits#2: Larangan Menyakiti Tetangga

Dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ููŽู„ูŽุง ูŠูุคู’ุฐููŠ ุฌูŽุงุฑูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠูŽูƒู’ุฑูู…ู’ ุถูŽูŠู’ููŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠุณู’ูƒูุซูŽู‘.

โ€œBarangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia tidak menyakiti tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia menghormati tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia berbicara yang baik atau diam.โ€ (Diriwayatkan Al-Bukhari (6018) dan Muslim (47) dan redaksinya adalah miliknya).

Hadits#3: Perintah Memperlakukan Tetangga dengan Baik

Dan dari Abu Shurayh al-Khuzaโ€™i (semoga Allah meridainya), beliau berkata: Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠูุญู’ุณูู†ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฌูŽุงุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠููƒู’ุฑูู…ู’ ุถูŽู‘ูŠู’ููŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆูŽู‘ ู„ููŠูŽุณู’ูƒูุชู’.

โ€œBarangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia memperlakukan tetangganya dengan baik. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia menghormati tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia berbicara yang baik atau diam.โ€ (Diriwayatkan Al-Bukhari (6019) dan Muslim (48) dan redaksinya adalah miliknya). Dalam riwayat lain:

(ููŽู„ู’ูŠููƒู’ุฑูู…ู’ ุถูŽูŠู’ููŽู‡ู)

 โ€œHendaklah ia menghormati tamunya.โ€ (HR. Al-Bukhari (6019) dan Muslim (48)).

Nabi menyebutkan kepadanya tentang keyakinan kepada Allah, yaitu Zat yang menjadi tujuan penyembahan dan tempat berlindung, dan beliau juga menyebutkan tentang keyakinan kepada Hari Kiamat, yaitu tempat pembalasan. Dan perhitungan amal perbuatan:

ููŽู…ูŽู† ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽุฑูŽู‘ุฉู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ูŠูŽุฑูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู† ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽุฑูŽู‘ู‚ู ุดูŽุฑู‹ู‘ุง ูŠูŽุฑูŽู‡ู.

โ€œSiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.Dan Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.โ€ [Al-Zalzalah: 7-8]

Ini adalah pengingat bahwa jika hati dipenuhi dengan kedua prinsip ini, anggota tubuh akan saleh dan teguh dalam ketaatan kepada Allah Yang Maha Tinggi.

Dan apa yang dituntut dari seorang tetangga dalam hal hak-haknya meliputi dua hal besar:

1. Pertama: Bahwa seseorang harus memperhatikan untuk menghormati dan berbuat baik kepada tetangganya, dengan segala implikasi yang terkandung dalam kedua kata ini. Ini adalah dua persyaratan mulia yang harus diperhatikan oleh seorang Muslim terhadap tetangganya. Tidak ada jenis penghormatan dan kebaikan tertentu yang telah didefinisikan untuk mencakup semuanya. Menghormati dan menunjukkan kebaikan kepada sesama sebisa mungkin, sehingga hal ini menjadi sumber persaingan sehat di antara tetangga, masing-masing sesuai dengan kemampuan mereka. Semakin besar kebaikan dan kemurahan hati, semakin besar pula pahala dan balasannya.

2. Kedua, seseorang harus berhati-hati untuk menghindari hal yang menyebabkan kerugian apa pun kepada tetangganya, baik secara verbal maupun fisik, karena ini merupakan pelanggaran hak tetangga, suatu penghinaan terhadap mereka, dan akan mendatangkan hukuman dari Allah Yang Maha Berkah dan Maha Tinggi.

Jika seseorang menginginkan pedoman untuk dirinya sendiri dalam hal ini, hendaklah ia mempertimbangkan bagaimana ia ingin tetangganya memperlakukannya, dan hendaklah ia memperlakukan mereka sesuai dengan keinginannya.

Hadits#4: Perlakukan Orang lain sebagaimana Kita Ingin Diperlakukan

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽุญู’ุฒูŽุญูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูุŒ ูˆูŽูŠูุฏู’ุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽุŒ ููŽู„ู’ุชูŽุฃุชูู‡ู ู…ูŽู†ููŠูŽู‘ุชูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑูุŒ ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุฃุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูุญูุจูู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุคู’ุชูŽู‰ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู.

โ€œBarangsiapa ingin selamat dari api neraka dan masuk surga, hendaklah ia meninggal dunia dengan beriman kepada Allah dan hari kiamat, dan hendaklah ia memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan.โ€ (Diriwayatkan oleh Muslim (1844).

Hadits#5: Dikatakan Beriman Jika Seseorang Mencintai Saudaranya sebagaimana Ia Mencintai Dirinya Sendiri

Beliau juga bersabda:

ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุญูุจูŽู‘ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽุง ูŠูุญูุจูู‘ ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ู))ุŒ ู…ุชูŽู‘ูู‚ ุนู„ูŠู‡(ูข)ุŒ

โ€œTidak seorang pun di antara kalian benar-benar beriman sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.โ€ (Diriwayatkan oleh al-Bukhari (13) dan Muslim (45).

Dan dalam riwayat lain:

ูˆููŠ ู„ูุธ ุนู†ุฏ ู…ุณู„ู…: ((ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠ ุจููŠูŽุฏูู‡ูุŒ ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุนูŽุจู’ุฏูŒ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุญูุจูŽู‘ ู„ูุฌูŽุงุฑูู‡ -ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู- ู…ูŽุง ูŠูุญูุจูู‘ ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ู)

Menurut lafadz Muslim: โ€œDemi Dia yang jiwaku berada di tangan-Nya, seorang hamba tidak benar-benar beriman sampai ia mencintai untuk tetangganyaโ€”atau beliau berkata: untuk saudaranyaโ€”apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.โ€ (Diriwayatkan oleh Muslim (45).

Hadits#6: Ancaman bagi Orang yang Menyakiti Tetangganya

Dari Abu Hurairah, semoga Allah meridainya, bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda:

ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ู…ูŽู†ู ุฌูŽุงุฑูู‡ู ุจูŽูˆูŽุงุฆูู‚ูŽู‡ู

โ€œTidak akan masuk surga jika tetangganya tidak aman dari perbuatan jahatnya.โ€ Diriwayatkan oleh Muslim (Diriwayatkan oleh Muslim (46).

Hadits#7: Tidak Beriman bagi Orang yang Menyakiti Tetangganya

Dari Abu Hurairah, semoga Allah meridainya, bahwa Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda:

 )ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู) ู‚ููŠู„ูŽ: ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: (ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู…ูŽู†ู ุฌูŽุงุฑูู‡ู ุจูŽูˆูŽุงุฆู‚ูŽู‡ู(.

โ€œDemi Allah, ia tidak beriman! Demi Allah, ia tidak beriman! Demi Allah, ia tidak beriman!โ€ Dikatakan: โ€œSiapakah, wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab: โ€œOrang yang tetangganya tidak aman dari perbuatan jahatnya.โ€ Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6016).

Hadits#8: Tidak Beriman seorang tetangga yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya

Dari Abu Hurairah, semoga Allah meridainya, bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda:

 (ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู)) ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ูˆูŽู…ูŽุง ุฐูŽุงูƒูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ((ุงู„ู’ุฌูŽุงุฑูุŒ ุฌูŽุงุฑูŒ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู…ูŽู†ู ุฌูŽุงุฑูู‡ู ุจูŽูˆูŽุงุฆูู‚ูŽู‡ู)) ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽูˆูŽุงุฆูู‚ูู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ((ุดูŽุฑูู‘ู‡ู))

โ€œDemi Allah, ia tidak beriman!, Demi Allah, dia tidak beriman! Demi Allah, dia tidak beriman!โ€ Mereka bertanya, โ€œApakah itu, wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab, โ€œTetangga, seorang tetangga yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.โ€ Mereka bertanya lagi, โ€œWahai Rasulullah, apakah kejahatannya?โ€ Beliau menjawab, โ€œKerugiannya.โ€ (Diriwayatkan oleh Ahmad (7878), dan disahihkan oleh Al-Albani dalam Sahih At-Targhib wa At-Tarhib (2550).

Beliau mengingkari iman orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya dan mengancamnya dengan tidak masuk surga, karena menghormati hak-hak tetangga, dan karena merugikannya adalah salah satu dosa besar. Jika demikian halnya hanya karena takut akan kejahatannya, lalu bagaimana dengan orang yang berbuat jahat sementara tetangganya tidak aman darinya?!

Hadits#9: Dosa Besar yang Berlipat - Berzina dengan Isteri Tetangga

Dari Abdullah ibn Mas'ud, semoga Allah meridainya, yang berkata:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฃูŽูŠูู‘ ุงู„ุฐูŽู‘ู†ู’ุจู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ((ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฏู’ุนููˆูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู†ูุฐู‹ู‘ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูŽ)) ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽูŠู‘ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ((ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ู’ุชูู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุฏูŽูƒูŽ ุฎูŽุดู’ูŠูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุทู’ุนูŽู…ูŽ ู…ูŽุนูŽูƒูŽ)) ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽูŠูู‘ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ((ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ุชูุฒูŽุงู†ููŠูŽ ุจูุญูŽู„ููŠู„ูŽุฉู ุฌูŽุงุฑููƒูŽ(

Seorang laki-laki bertanya, โ€œWahai Rasulullah, apakah dosa terbesar di sisi Allah?โ€ Beliau menjawab, โ€œMenyekutukan Allah, padahal Dia telah menciptakanmu.โ€ Laki-laki itu bertanya lagi, โ€œLalu apa?โ€

Beliau menjawab, โ€œKemudian membunuh anakmu karena takut ia akan makan bersamamu.โ€ Dia bertanya, "Lalu apa?" Dia menjawab: "Lalu, berzina dengan istri tetanggamu."

Maka Allah Yang Maha Tinggi menurunkan penegasannya:

ูˆูŽุงูู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽู‡ูŽุง ุกูŽุงุฎูŽุฑูŽ ูˆูŽู„ุง ูŠูŽู‚ู’ุชูู„ููˆู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุณูŽ ุงู„ูŽู‘ุชูู‰ ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฒู’ุซููˆูู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽู† ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽ ุฃูŽุซูŽุงู…ู‹ุง

"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain selain Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk dibunuh), kecuali dengan hak, dan tidak berzina. Dan barangsiapa melakukan itu, maka ia akan mendapat hukuman." [Al-Furqan: 68], Muttafaqun โ€™Alaih. (Al-Bukhari (6861) dan Muslim (86).

Ibnu al-Qayyim, semoga Allah merahmatinya, berkata: "Tidak ada dosa yang lebih besar daripada berzina dengan istri sendiri. Berzina dengan seratus wanita yang belum menikah lebih mudah di sisi Allah daripada berzina dengan istri tetangga. Jika tetangga itu adalah saudara atau kerabat dekat, maka pemutusan hubungan kekerabatan ditambahkan padanya, dan dosanya menjadi berlipat ganda." (Al-Jawab Al-Kafi (112/1)).

Hadits#10: Berbuat Jelek dengan Tetangga, Dosanya lebih Berlipat Dibandingkan dengan yang Bukan Tetangga

Dari Al-Miqdad bin Al-Aswad, semoga Allah meridainya, beliau berkata: Rasulullah ๏ทบ bersabda kepada para sahabatnya:

((ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุฒูู‘ู†ูŽุงุŸ)) ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ูุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ููŽ ู„ู‡ ู„ูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู: (ยซู„ูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฒู’ู†ููŠูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุจูุนูŽุดู’ุฑูŽุฉู ู†ูุณู’ูˆูŽุฉูุŒ ุฃูŽูŠู’ุณูŽุฑู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฒู’ู†ููŠูŽ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุฌูŽุงุฑูู‡ู)). ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ((ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ูููŠ

((Apa pendapat kalian tentang zina?)) Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya telah melarangnya, maka zina dilarang hingga Hari Kiamat. Beliau bersabda: Kemudian Rasulullah ๏ทบ bersabda kepada para sahabatnya: (โ€œBagi seorang laki-laki, berzina dengan sepuluh wanita lebih mudah baginya daripada berzina dengan istri tetangganya)). Beliau bersabda: Kemudian beliau bersabda: โ€œApa pendapat kalian tentang โ€œPencurian?โ€ Mereka menjawab, โ€œAllah dan Rasul-Nya telah melarangnya, maka itu haram.โ€ Beliau bersabda, โ€œBagi seorang laki-laki, mencuri dari sepuluh rumah lebih mudah baginya daripada mencuri dari tetangganya.โ€  

Diriwayatkan oleh Ahmad (23854) dan Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (103), dan disahihkan oleh Al-Albani.

Nabi ๏ทบ bertanya kepada mereka tentang zina, meskipun mereka menyadari larangan dan keseriusannya, untuk menarik perhatian pada sesuatu yang sangat jahat dan berbahaya. Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya telah melarangnya, maka itu haram sampai Hari Kiamat.

Kemudian Rasulullah ๏ทบ bersabda kepada para sahabatnya:

ู„ูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฒู’ู†ููŠูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุจูุนูŽุดู’ุฑูŽุฉู ู†ูุณู’ูˆูŽุฉูุŒ ุฃูŽูŠูŽุณูŽุฑู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฒู’ู†ููŠูŽ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุฌูŽุงุฑูู‡.

 โ€œBagi seorang laki-laki, berzina dengan sepuluh wanita lebih mudah baginya daripada berzina dengan istri tetangganya,โ€ karena tetangga memiliki kesucian, hak, dan perlindungan yang telah Allah tetapkan baginya dalam Kitab-Nya, dan yang diperintahkan oleh Jibril, Rasulullah ๏ทบ, kepadanya dengan sangat tegas. Nabi menghubungkan keimanan kepada Allah dan Hari Kiamat dengan menghormati dan berbuat baik kepada-Nya, menjaga kesuciannya, dan membela-Nya. Sesungguhnya, jika seseorang mencoba melanggar kesucian tetangganya, ia akan menjadi orang pertama yang membela dan melindunginya. Tetapi baginya untuk jatuh ke jurang kebejatan, keburukan, dan kesalahan sedemikian rupa sehingga ia menimbulkan kerugian dan kejahatan; inilah puncak kebejatan dan kehinaan, sebagaimana sabda Nabi:

ู„ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฒู’ู†ููŠูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุจูุนูŽุดู’ุฑูŽุฉู ู†ูุณู’ูˆูŽุฉูุŒ ุฃูŽูŠู’ุณูŽุฑู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฒู’ู†ููŠูŽ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุฌูŽุงุฑูู‡ู

 โ€œBagi seorang laki-laki, berzina dengan sepuluh wanita lebih mudah baginya daripada berzina dengan istri tetangganya.โ€

Prinsip mendasar mengenai tetangga Muslim adalah bahwa tetangganya mempercayainya dan merasa aman dalam kehormatan dan hartanya. Prinsip mendasar mengenai tetangga adalah bahwa ia merupakan sumber keamanan bagi tetangganya, karena ia mengetahui aktivitas tetangganya. Oleh karena itu, agresi dari seseorang seperti dia lebih mudah karena dia mengetahui rahasia rumah tersebut, tidak seperti seseorang yang berada jauh dan, jika dia ingin mencuri dari rumah atau melanggar kehormatan seseorang, akan membutuhkan waktu untuk menyelidiki urusan rumah tersebut.

Dan jika istri tetangga adalah kerabat, maka tiga hal tergabung: hubungan bertetangga, Islam, dan kekerabatan. Dengan demikian, dosa tersebut lebih besar di sisi Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€โโœฟโโ€โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

  • Media
    Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
    Ebook
    Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh. Ebook Islami sebagai bahan referensi dalam beberapa topik yang insyaAllah bermanfaat.
  • image
    Abu Hazim Salamah bin Dรฎnรขr Al-Aโ€™raj berkata, โ€œSetiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka.โ€ [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyรข dalam Asy-Syukr Lillรขh]
    image
    โ€˜Ammรขr bin Yรขsir radhiyallรขhu โ€˜anhumรข berkata,โ€œAda tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran.โ€ [Diriwayatkan oleh Al-Bukhรขry secara Muโ€™allaq dan Al-Baihaqy]

Share Some Ideas

Punya artikel menarik untuk dipublikasikan? atau ada ide yang perlu diungkapkan?
Kirim di Sini