Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.”
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. Hadits: https://shamela.ws/
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jumat [Sebelum Maghrib], 21 November 2025 M / 30 Jumadil Awal 1447
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo


  Daftar Isi:



[كتاب الجهاد]  ٢٣٤- باب فضل الجهاد

Bab-234 : Keutamaan Jihad

📖 Hadits ke-23/1307: Sedekah yang Paling Utama

٢٣/١٣٠٧-وَعَنْ أَبي أُمامة، رضي اللَّه عنْهُ قَالَ: قالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: "أفْضَلُ الصَّدَقات ظِلُّ فُسْطَاطٍ في سَبِيلِ اللَّه ومَنِيحةُ خادمٍ في سَبِيلِ اللهِ أَوْ طَروقهُ فحلٍ في سَبِيلِ اللَّه "رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح.

1307. Dari Abu Umamah Radhiyallahu’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah yang paling utama adalah memberi naungan tenda fi sabilillah, menghibahkan seorang pelayan fi sabilillah atau meminjamkan unta betina untuk dikawinkan pejantannya fi sabilillah”.

  • HR. At-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata: Hadits hasan shahih.

📗 Pengesahan Hadits

Hasan li ghairih. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (1627), at-Thabrani (7916) melalui jalur Yazid bin Harun, al-Walid bin Jamil mengabarkan kepada kami, dari al-Qasim Abu Abdurrahman, dari dia dengan lafazh ini.

Saya (penulis) berkata: “Ini sebuah sanad yang dapat dinyatakan hasan. Sebab, al-Walid bin Jamil haditsnya lebih mendekati derajat hasan.”

Hadits ini mempunyai jalur lain dari Ubaidillah bin Zahr, dari Ali bin Yazid, dari al-Qasim, dari dia dengan hadits ini. Diriwayatkan oleh Ahmad (V/269-270). Ubaidilah mendapatkan di dalam kitab ayahnya dengan tulisan tangan.

Saya (penulis) berkata: “Penyandaran sanad pada hadits ini sangat lemah. Sebab, Ali al Alhani adalah seorang perawi yang dinilai matruk (ditinggalkan riwayatnya), sehingga haditsnya tidak dapat dijadikan sebagai penguat.”

Hadits ini juga diriwayatkan dari Musnad Adi bin Hatim sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat at-Tirmidzi (1626), dan ath-Thabrani (XVII/255) melalui jalur Mu'awiyah bin Shalih, dari Kasir bin al Harits, dari al-Qasim bin Abdurrahman, dari Adi bin Hatim (selanjutnya dia menyebutkan hadits ini).

Saya (penulis) berkata: “Penyandaran sanadnya lemah. Sebab, setelah diteliti, ternyata Katsir itu adalah seorang perawi yang dinilai maqbul, minimal layyin.”

Atas dasar sejumlah jalur-jalur tersebut, maka status hadits ini naik menjadi hasan, dengan jalur pertama dari hadits Abu Umamah Radhiyallahu’anhu dan hadits penguatnya dari Adi bin Hatim. Wallahu a'lam.

📃 Kosa Kata Hadits

  • Makna الفُسْطَاطٍ: Tenda.
  • Makna الطَروقهُ: Unta betina yang sudah sampai umur untuk dikawin.

💡 Kandungan Hadits

  1. Diwajibkan tolong menolong antar sesama kaum Muslimin untuk perlengkapan peralatan pasukan perang kaum Muslimin fi sabilillah untuk meninggikan kalimat Allah.
  2. Sedekah yang paling utama, serta ibadah yang paling agung untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, dan paling agungnya ketaatan adalah ibadah untuk sabilillah, karena manfaatnya menyebar kepada seluruh masyarakat Muslim seutuhnya.

*****

📖 Hadits ke-24/1308: Wajibnya Persiapan Sebelum Berperang

٢٤/١٣٠٨- وعنْ أنسٍ، رضي اللَّه عنْه، أنَّ فَتىً مِن أسْلَمَ قَالَ: يَا رَسُول اللَّهِ إنِّي أُريد الغَزْو ولَيْس معِى مَا أتَجهَّزُ بِهِ، قَالَ:"ائتِ فُلاناً، فَإنَّه قَد كانَ تَجهَّزَ فَمَرِضَ" فَأتَاهُ فَقَال: إنًَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُقْرِئَكَ السَّلامَ ويقولُ: أعطِني الَّذِي تَجهَّزتَ بِهِ، قَالَ: يَا فُلانَةُ، أعْطِيهِ، الَّذِي كُنْتُ تَجهَّزْتُ بِهِ، وَلاَ تَحْبِسي عِنْهُ شَيْئاً، فوَاللَّهِ لاَ تَحْبِسي مِنْه شَيْئاً فَيُبارَكَ لَكِ فِيهِ. رواه مسلمٌ.

1308. Dari Anas Radhiyallahu’anhu, bahwasanya ada seorang pemuda dari suku Aslam berkata: “Wahai, Rasulullah, sesungguhnya saya ingin ikut berperang, tetapi saya tidak mempunyai persiapan perang.” Rasulullah ﷺ bersabda: “Datangilah si Fulan. Sesungguhnya persiapannya telah lengkap, namun dia sakit.”

Setelah didatanginya, pemuda ini berkata: “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ mengucapkan salam untuk Anda.” Selanjutnya, dia berkata: “Berikanlah kepadaku perlengkapan perang yang telah Anda persiapkan.”

Orang itu lantas berkata (kepada istrinya): “Wahai Fulanah, berikanlah perlengkapan perang yang telah aku persiapkan itu kepadanya, jangan biarkan ada sedikit pun yang tertinggal. Demi Allah, janganlah sekali-kali engkau menyisakan sedikit pun, maka Allah pasti akan memberkatimu karenanya.”

  • HR. Muslim no. 1894

📃 Kosa Kata Hadits

  • Makna فَتىً : Seorang pemuda.
  • Makna أسْلَمَ : Aslam. Aslam adalah salah satu suku Arab.
  • Makna الغَزْو : Berperang. Yakni berjihad di jalan Allah ﷻ.
  • Makna أتَجهَّزُ : Aku tidak mempunyai bekal untuknya. Yang dimaksud adalah apa apa atau segala apa yang kubutuhkan selama perjalanan jihad (berperang di jalan Nya).
  • Makna يُقْرِئَكَ: Menyampaikan ucapan (salam) kepadamu.
  • Makna تَحْبِسي: Kamu menyimpan. Maksudnya adalah menyisakan untuk dirimu sendiri.

Pengesahan hadits dan penjelasannya telah diberikan pada bahasan hadits nomor (176) dalam Bab (20): “Memberi Petunjuk kepada Kebaikan dan Mengajak kepada Kebenaran atau Kesesatan”.

💡 Kandungan Hadits

  1. Siapa saja yang ingin jihad (berperang di jalan Allah ﷻ) tapi tidak mempunyai bekal untuk dibawanya, hendaklah memberitahukan kondisi itu kepada pemimpinnya. Jangan sampai hal ini dijadikan alasan untuk tidak ikut serta di dalamnya, kecuali sang pemimpin telah mengizinkannya.
  2. Dalam berjihad seseorang harus memiliki kesiapan dan persiapan.
  3. Seseorang boleh mengambil senjata sebagai bekal untuk berjihad dari orang yang tidak bisa ikut pergi atas izin imam (pemimpinnya).
  4. Perintah Nabi ﷺ wajib ditaati dan tidak boleh ditentang. Demikian juga terhadap para pemimpin setelah beliau.
  5. Dianjurkan menunjukkan kebaikan kepada orang lain, juga berusaha mendapatkannya, dan memberi bantuan agar bisa mengerjakannya.
  6. Siapa yang kikir untuk berkurban di jalan Allah ﷻ dan di jalan-jalan kebaikan maka lenyaplah keberkahan hartanya, bahkan sebenarnya dia telah mencampakkan dirinya ke jurang kebinasaan.
  7. Kesungguhan dan keseriusan para Sahabat dalam menjalankan apa yang diperintahkan Rasulullah ﷺ, serta sigapnya mereka di dalam menyambut seruan beliau, karena dengan sikap seperti itulah akan diraih kehidupan, cahaya, dan petunjuk.

*****

📖 Hadits ke-25/1309: Mengurus Keluarga Mujahid Mendapatkan Separuh Pahala Jihad

٢٥/١٣٠٩- وعن أَبي سَعيدٍ الخُدْرِيِّ، رضي اللَّهُ عنهُ، أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بَعثَ إِلَى بَني لِحيانَ، فَقَالَ: "لِيَنْبَعِثْ مِنْ كُلِّ رجُلَيْنِ أحدَهُما، والأَجْرُ بينَهُما" رواهُ مسلمٌ.

وفي روايةٍ لهُ:"لِيخْرُجْ مِنْ كُلِّ رَجُلَيْنِ رجُلٌ"ثُمَّ قَالَ لِلقاعِدِ: " أَيُّكُمْ خَلَفَ الخَارِجَ في أَهْلِهِ ومالِهِ بخَيْرٍ كَانَ لهُ مِثْلُ نِصْفِ أَجرِ الخارِجِ".

1309. Dari Abi Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah mengirim pasukan ke Bani Lahyan lantas bersabda: “Hendaklah setiap dua orang, salah seorang di antara mereka berangkat untuk berperang. Dan pahalanya (dibagi) di antara keduanya.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat Muslim: “Hendaklah pergi berperang dari setiap dua orang satu orang Saja.” Kemudian, beliau bersabda kepada yang tidak ikut berperang: “Siapa pun di antara kamu yang mengurus dengan baik keluarga dan harta tentara yang ditinggalkan berperang, maka baginya seperti separuh pahala dari yang pergi berperang.”

📗 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (1896). Riwayat Muslim yang kedua dengan nomor (1896) dan (138).

💡 Kandungan Hadits

  1. Wajib memerangi orang-orang kafir yang menghambat sabilillah. Para ulama sepakat bahwa Bani Lahyan ketika itu masih kafir. Maka itu, Rasulullah gg mengirim pasukan untuk memerangi mereka.
  2. Wajib tolong menolong di antara sesama Muslim untuk melengkapi persiapan perang pasukan kaum Muslimin.
  3. Wajib melindungi rumah-rumah para mujahid, menjaga kehormatan (harta dan keluarga) mereka, serta membantu menjaga kehidupan keluarga para mujahid.
  4. Orang yang mengurusi kebutuhan keluarga tentara yang ditinggal berperang fi sabilillah, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala para tentara yang turun ke medan perang.

*****

📖 Hadits ke-26/1310: Masuk Islam Dahulu sebelum Beramal

٢٦/١٣١٠- وعنِ البراءِ، رضي اللَّه عَنْهُ، قَالَ: أتَى النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، رجلٌ مقنَّعٌ بِالحدِيدِ، فَقال: يَا رَسُول اللَّهِ أُقَاتِلُ أوْ أُسْلِمُ؟ فقَال: " أسْلِمْ، ثُمَّ قاتِلْ"فَأسْلَم، ثُمَّ قَاتَلَ فَقُتِلَ، فقَال رَسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم:"عمِل قَلِيلاً وَأُجِر كَثيراً". متفقٌ عليهِ، وهذا لفظُ البخاري.

1310. Dari al-Bara Radhiyallahu’anhu, dia berkata: “Pernah seorang laki laki bertopeng besi datang kepada Nabi ﷺ, lalu berkata: “Wahai, Rasulullah, apakah saya berperang lebih dahulu ataukah masuk Islam lebih dahulu? Beliau menjawab: “Islam dahulu lalu berperang.” Maka dia memeluk Islam lebih dahulu, kemudian berperang sampai gugur. Selanjutnya, Rasulullah ﷺ bersabda: “Walaupun baru beramal sedikit, dia telah memperoleh pahala yang banyak.” (Muttafaq 'alaih. Hadits ini lafazh al-Bukhari.)

📗 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (VI/24—Fathul Bari) dan Muslim (1900).

📃 Kosa Kata Hadits

  • Makna مقنَّعٌ بِالحدِيدِ : Bertopeng besi.

💡 Kandungan Hadits

1. Dibolehkan memakai baju besi dan tameng pelindung yang dapat melindungi diri dari serangan musuh. Hal tersebut tidak termasuk menghindari kecintaan untuk mendapatkan pahala mati syahid.
2. Barangsiapa tidak memeluk Islam, namun ia melakukan suatu amal yang lahiriyahnya yang baik lalu meninggal (sebelum masuk Islam), maka perbuatan tersebut tidak mendapatkan pahala.
3. Islam didahulukan daripada membela kaum Muslimin.
4. Tidak boleh meminta bantuan kaum musyrikin dalam peperangan.
5. Allah ﷻ memandang hati para hamba-Nya dan kesetiaan mereka kepada Nya, tidak melihat bentuk mereka.
6. Amal sedikit terkadang melebihi amal yang banyak.

*****

📖 Hadits ke-27/1311: Keutamaan Orang yang Mati Syahid

٢٧/١٣١١- وعَنْ أنَسٍ، رضي اللَّه عنْهُ، أنَّ النَّبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: "مَا أَحدٌ يدْخُلُ الجنَّة يُحِبُّ أنْ يرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا ولَه مَا عَلَى الأرْضِ منْ شَيءٍ إلاَّ الشَّهيدُ، يتمَنَّى أنْ يَرْجِع إِلَى الدُّنْيَا، فَيُقْتَلَ عشْرَ مَرَّاتٍ، لِما يَرَى مِنَ الكرامةِ".

وفي روايةٍ: "لِمَا يرَى مِنْ فَضْلِ الشَّهَادَةِ ". مُتفقٌ عليهِ.

1311. Dari Anas Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda: “Tidak satu pun orang yang masuk Surga lalu ingin kembali ke dunia, padahal seluruh isi bumi telah diberikan kepadanya, kecuali orang yang mati syahid. Dia berharap untuk kembali ke dunia kemudian gugur sepuluh kali (di medan perang) karena mengetahui betapa mulianya orang yang mati syahid.”

Dalam suatu riwayat: “... Karena dia mengetahui betapa besarnya keutamaan orang mati syahid.” (Muttafaq 'alaih)

📗 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh al Bukhari (VI/32—Fathul Bari), dan Muslim (1877) (109). Riwayat Muslim yang kedua pada nomor (1877).

💡 Kandungan Hadits

Maksud hadits ini telah dijelaskan pada hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dengan nomor hadits (1294) Lihat di sini...

*****

📖 Hadits ke-28/1312: Allah ta'aala Mengampuni Dosa Mujahid Kecuali Utang

٢٨/١٣١٢- وعَنْ عبدِ اللَّهِ بنِ عَمرو بنِ العاص، رضي اللَّه عنْهما، أنَّ رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: "يغْفِرُ اللَّه للشَّهيدِ كُلَّ شَيْئٍ إلاَّ الدَّيْنَ" رواه مسلمٌ.

وفي روايةٍ له: "القَتْلُ في سَبِيلِ اللَّهِ يُكفِّرُ كُلَّ شَيءٍ إلاَّ الدَّيْن".

1312. Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash , bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: "Allah ﷻ mengampuni semua dosa orang yang mati syahid kecuali utang." (HR. Muslim)
Dalam riwayat Muslim disebutkan: "Gugur fi sabilillah menebus segala sesuatu kecuali utang."

📗 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (1886) (119). Riwayat Muslim yang kedua dengan nomor (1886) dan (120).

💡 Kandungan Hadits

Kandungan dan maksud hadits ini telah dijelaskan dalam hadits Abu Qatadah al-Harits bin Rib'i dengan nomor (217) dalam Bab (26): "Larangan Berbuat Zhalim dan Perintah Mengembalikan
Hak Orang yang Dizhalimi." :  

  • Terbunuhnya seseorang di jalan Allah tidaklah menghapuskan hak sesama manusia, apabila dia mampu menunaikannya semasa hidup. Adapun seseorang yang memang tidak mampu membebaskan diri darinya, namun dia telah bertaubat dan menyesal sebelum wafatnya, maka Allahlah yang menjadi wali (Pelindung)nya kelak; sehingga Dia pun menjadikan lawannya (pemilik harta) ridha terhadap
    orang itu, sebagaimana akan dijelaskan nanti, insya Allah.
  • Mati syahid (karena berperang fi sabilillah) bisa menghapus berbagai kesalahan dan dosa.

******

📖 Hadits ke-29/1313: Allah ta'aala Mengampuni Dosa Mujahid Jika Mereka Bersabar dan Tidak Berhutang

 ٢٩/ ١٣١٣- وعَنْ أَبي قتَادَةَ، رضي اللَّه عَنْه، أنَّ رَسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَامَ فيهمْ فَذَكَرَ أنَّ الجِهادَ في سبِيلِ اللَّهِ، وَالإيمانَ بِاللَّهِ، أَفْضَلُ الأَعْمَال، فَقَامَ رجُلٌ، فَقَال: يَا رَسُول اللَّهِ أَرأَيْتَ إنْ قُتِلْتُ في سبيلِ اللَّهِ أتُكَفَّرُ عنِّي خَطاياي؟ فَقالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم:"نعمْ إنْ قُتِلت في سبيلِ اللَّهِ وَأَنْتَ صابِرٌ، مُحْتسِبٌ مُقبلٌ غيْرُ مُدْبِرٍ"ثُمَّ قَال رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم:"كَيْفَ قُلْتَ؟ "قَالَ: أَرأَيْتَ إنْ قُتِلْتُ في سَبيلِ اللَّهِ أَتُكَفَّرُ عنِّي خَطَايَايَ؟ فَقَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم:"نَعمْ وأَنْتَ صابِرٌ مُحْتَسِبٌ، مُقْبلٌ غَيْرُ مُدْبرٍ، إلاَّ الدَّيْنَ، فَإنَّ جِبْرِيلَ عليه السلامُ قَالَ لي ذلكَ". رواهُ مسلمٌ.

1313. Dari Abu Qatadah Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah berdiri di tengah-tengah Sahabat lalu memberitahu kepada mereka bahwa jihad fi sabilillah dan beriman kepada Allah adalah amal yang paling utama. Kemudian, ada seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai, Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau jikalau saya gugur fi sabilillah? Apaķah dapat menggugurkan dosa-dosaku?" Rasulullah bersabda kepadanya: "Ya, jika kamu gugur fi sabilillah sementara kamu sabar, ikhlas karena Allah, serta tabah, dan tidak mundur menghadapi musuh." Selanjutnya, Rasulullah bertanya lagi: "Apa pertanyaanmu tadi?" Orang itu pun mengulangi pertanyaannya: "Bagaimanakah menurut engkau jikalau saya gugur fi sabilillah? Apakah dapat menggugurkan dosa-dosaku?" Rasulullah bersabda kepadanya: "Ya, jika kamu gugur fi sabilillah sementara kamu sabar, ikhlas karena Allah, tabah dan tidak mundur menghadapi musuh, kecuali kamu memiliki utang. Begitulah kata Jibril kepadaku."

Pengesahan hadits dan penjelasannya diberikan pada pembahasan hadits nomor (217), dalam Bab: "Larangan Berbuat Zhalim dan Perintah Mengembalikan Hak Orang yang Dizhalimi".

💡 Kandungan Hadits

  1. Hendaklah seorang imam (pemimpin umat Islam) mendorong dan mengingatkan para sahabatnya agar memperhatikan amal-amal yang utama dan terbaik, tidak lain supaya mereka senantiasa mengarah kepadanya seraya terus memperbarui iman di dalam hati.
  2. Kesungguhan para Sahabat Rasul ﷺ dalam mencari amalan-amalan yang dapat menghapuskan dosa.
  3. Berjihad fi sabilillah (di jalan Allah) demi meninggikan kalimat-Nya dan mengalahkan musuh-musuh-Nya adalah ibadah yang teragung dan salah satu upaya pendekatan diri kepada Dia yang terbaik.
  4. Syarat-syarat jihad adalah sabar atas berbagai hal yang menimpamu ketika berjuang di jalan Allah, ikhlas dalam menjalankannya demi menggapai keridhaan Allah, serta tidak melarikan diri tatkala perang berkecamuk (yakni ketika dua pasukan, antara golongan Mukmin dan golongan kafir, bertemu di medan perang).
  5. Terbunuhnya seseorang di jalan Allah tidaklah menghapuskan hak sesama manusia, apabila dia mampu menunaikannya semasa hidup. Adapun seseorang yang memang tidak mampu membebaskan diri darinya, namun dia telah bertaubat dan menyesal sebelum wafatnya, maka Allahlah yang menjadi wali (Pelindung)nya kelak; sehingga Dia pun menjadikan lawannya (pemilik harta) ridha terhadap orang itu, sebagaimana akan dijelaskan nanti, insya Allah.
  6. Mati syahid (karena berperang fi sabilillah) bisa menghapus berbagai kesalahan dan dosa.
  7. Diperbolehkan bertanya dan menyela pembicaraan selama memberi manfaat atau menambah penjelasan.
  8. Sunnah Nabawiyyah merupakan wahyu dari Allah ﷻ, tetapi tidak disampaikan dalam bentuk firman (seperti halnya al-Qur'an).

*****

📖 Hadits ke-30/1314: Sahabat yang Merindukan Surga

٣٠/١٣١٤- وعَنْ جابرٍ رضي اللَّه عَنْهُ، قالَ: قالَ رَجُلٌ: أيْنَ أنَا يَا رسُولَ اللَّهِ إنْ قُتِلتُ؟ قَالَ:"في الجَنَّةِ". فَألْقَى تَمَرَاتٍ كُنَّ في يَدِهِ، ثُمَّ قاتَلَ حتَّى قُتِلَ، رواهُ مسلم

1314. Dari Jabir Radhiyallahu’anhu, dia menuturkan: "Seorang laki-laki pernah berkata: 'Di manakah aku, wahai Rasulullah?' Beliau lalu menjawab: 'Di Surga.' Maka orang itu melemparkan beberapa butir kurma yang dipegangnya, kemudian berperang sampai dia gugur." (HR. Muslim)

  • Pengesahan hadits dan penjelasannya telah diberikan pada bahasan hadits nomor (89), dalam Bab (10): "Segera Berbuat Kebajikan".
  • Perhatian: Penyusun kitab ini ai menyandarkan hadits ini kepada tempat yang ditunjuknya di kitab ash-Shahîhain. Itulah yang benar. Hanya di sini dia punya bayangan lagi lalu menyandarkannya ke Shahîh Muslim saja.

📗 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (VII/354-Fathul Bâri) dan Muslim (no. 1899).

💡 Kandungan Hadits

  1. Dianjurkan bersegera dalam berbuat kebajikan, dan hendaklah tidak menyibukkan diri dengan keinginan-keinginan syahwat.
  2. Bertanyalah kepada orang lain pada hal-hal yang tidak diketahui.
  3. Kerinduan para Sahabat radhiyallahu’anhum, yang begitu mendalam terhadap Surga, dan keinginan keras mereka untuk memasukinya.
  4. Kezuhudan para Sahabat di dunia, juga upaya mereka dalam mencari kesempatan agar dapat mati syahid di jalan Allah.
  5. Siapa saja yang meninggal dunia dalam keadaan syahid di jalan Allah termasuk penghuni Surga, selama dia tidak ditahan utangnya.

******

📖 Hadits ke-31/1315: Sahabat yang Merindukan Surga

٣١/١٣١٥- وعنْ أنَسٍ رضي اللَّه عَنْهُ، قالَ انْطَلقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وَأَصْحَابُهُ حَتَّى سَبَقُوا المشْركِينَ إِلَى بَدرٍ، وَجَاءَ المُشرِكونَ، فقالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: "لاَ يَقْدمنَّ أحَدٌ مِنْكُمْ إِلَى شيءٍ حَتَّى أكُونَ أنَا دُونَهُ" فَدَنَا المُشرِكونَ، فقَال رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: "قُومُوا إلى جَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمواتُ وَالأَرْضُ "قَالَ: يَقولُ عُمَيْرُ بنُ الحُمَامِ الأنْصَارِيُّ رضي اللَّه عَنْهُ: يَا رسولَ اللَّه جَنَّةٌ عَرْضُهَا السَّمواتُ والأرضُ؟ قالَ:"نَعم"قالَ: بَخٍ بَخٍ، فقالًَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم:"مَا يَحْمِلُكَ عَلَى قَولِكَ بَخٍ بخٍ؟ "قالَ لاَ وَاللَّهِ يَا رسُول اللَّه إلاَّ رَجاءَ أَنْ أكُونَ مِنْ أهْلِها، قَالَ:"فَإنَّكَ مِنْ أهْلِهَا"فَأخْرج تَمَرَاتٍ مِنْ قَرَنِهِ، فَجَعَل يَأْكُلُ منْهُنَّ، ثُمَّ قَال لَئِنْ أنَا حَييتُ حَتَّى آكُل تَمَراتي هذِهِ إنَّهَا لحَيَاةٌ طَويلَةٌ، فَرَمَى بمَا كَانَ مَعَهُ مَنَ التَّمْرِ. ثُمَّ قَاتَلَهُمْ حَتَّى قُتِلَ. رواهُ مسلمٌ.

"القرَنَ"بفتح القاف والراءِ: هو جُعْبَةُ النشَّابِ

1315. Dari Anas Radhiyallahu’anhu, dia berkata: "Rasulullah dan Para Sahabat beliau berangkat hingga tiba di Badar lebih dahulu daripada kaum musyrikin. Setelah kaum musyrikin tiba, Rasulullah berpesan: 'Jangan sekali-kali seseorang di antara kamu bertindak sebelum adanya komando dariku.' Ketika kaum musyrikin mendekat, Rasulullah berseru: 'Majulah kamu ke Surga yang lebarnya selebar tujuh langit dan bumi.'

Umair bin al-Humam al-Anshari Radhiyallahu’anhu bertanya: 'Wahai Rasulullah, lebarnya Surga selebar tujuh langit dan bumi?' Beliau bersabda: 'Ya.' Umair berkata: 'Wah ..! Wah ..! ' Maka Rasulullah bersabda: 'Apa yang membuatmu berkata Wah ..! Wah ..? ' Jawabnya: 'Wahai, Rasulullah, tidak lain karena saya berharap menjadi bagian dari penghuni Surga itu.' Beliau bersabda: 'Kamu adalah bagian dari penghuni Surga.'

Kemudian Umair mengeluarkan beberapa butir kurma dari kantong perbekalannya. Setelah dia memakan sebagiannya, dia berkata: 'Sungguh, jika saja aku masih hidup sampai kurma-kurmaku ini habis kumakan, maka hidupku masih lama sekali!' Dilemparkanlah sisa kurma yang dipegangnya, lalu dia maju bertempur menyerang musuh sampai gugur."" (HR. Muslim)

📗 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (1901).

📃 Kosa Kata Hadits

  • Makna  بَخٍ بخٍ : Ungkapan yang dipakai untuk menyatakan kekaguman (artinya wah ... wah ... ).

💡 Kandungan Hadits

  1. Panglima perang Islam harus menguasai pusat-pusat strategis untuk mencegah supaya jangan sampai pasukan musuh mempergunakan dan memanfaatkannya. Oleh karena itu, kaum Muslimin di bawah pimpinan Rasulullah menguasai mata air di Badar lebih dahulu, sehingga dapat mencegah kaum musyrikin untuk menguasai satu elemen penting dalam strategi perang.
  2. Panglima perang atau komandan pasukan hendaknya berada di baris depan untuk menggerakkan tentaranya untuk bertempur fi sabilillah.
  3. Sunnahnya pemimpin itu memberi semangat pasukan untuk menggapai kesyahidan. 
  4. Siapa yang mencari kesyahidan dengan jujur, maka Allah ﷻ akan angkat kejujurannya dengan kedudukannya sebagai syuhada. 
  5. Semangat sahabat kepada kebaikan. 

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم