بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃Materi : Kitab Adabul Mufrad | Hadits: https://shamela.ws
🎙┃ Pemateri : Ustadz Yunan Hilmi, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
🗓┃ Hari/ Tanggal : Senin, 11 Mei 2026 M / 23 Dzulqa’dah 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Adi Sucipto Jajar Solo.
📖┃Daftar Isi:
- Bab-228. Do'a-do'a Rasulullah ﷺ
- 📖 Hadits ke-668: Do'a Untuk Perbaikan Agama dan Dunia
- 📖 Hadits ke-669: Do'a Nabi ﷺ Berlindung dari Empat Hal.
- 📖 Hadits ke-670: Do'a Berlindung dari Lima Hal
- 📖 Hadits ke-673: Do'a Diampuninya Dosa sebelum maupun sesudahnya
- 📖 Hadits ke-674: Do'a Memohon Petunjuk, penjagaan, Kekayaan dan Kehormatan
- 📖 Hadits ke-675: Do'a perlindungan dari hal-hal yang buruk
- 📖 Hadits ke-676: Do'a Dicucinya Dosa-dosa Seperti Dicucinya Pakaian
٢٢٨ - بَابُ دَعَوَاتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Bab-228. Do'a-do'a Rasulullah ﷺ
📖 Hadits ke-668: Do'a Untuk Perbaikan Agama dan Dunia
668. Yahya bin Bisyr menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Qathan menceritakan kepada kami dari Ibnu Abi Salamah -yakni 'Abdul 'Aziz- dari Quddamah bin Musa, dari Abu Shalih:
٦٦٨ - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو: «اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَحْمَةً لِي مِنْ كُلِّ سُوءٍ» ، أَوْ كَمَا قَالَ. صحيح
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, iu berkata, "Rasulullah ﷺ berdo'a, 'Allahumma ashlih lii diinilladzii huwa 'ishmatu amrii, wa ashlih lii dunyaayallati fihaa ma'aasyi, waf'alil mauta rahmatan lii min kulli suu'.' (Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan benteng urusanku, perbaikilah duniaku yang di dalamnya adalah penghidupanku, dan jadikanlah kematian sebagai rahmat bagiku dari setiap keburukan)," atau sebagaimana beliau bersabda.
📖 Diriwayatkan Muslim kitab adz-Dzikr wad Du'a, bab memohon perlindungan dari kejahatan amalan. (No. 71 ).
- Makna عِصْمَةُ أَمْرِي: Yang menjadi penjaga seluruh urusanku.
- Makna رَحْمَةً لِي مِنْ كُلِّ سُوءٍ : Jadikan kematianku sebagai sebab keselamatan diriku dari kesulitan, kesedihan dan kesusahan dunia untuk mendapatkan kesenangan yang abadi dengan masuk ke dalam surga.
Do'a ini termasuk jawami'ul kalim karena di dalamnya tercakup kebaikan dunia dan kebaikan agama.
Jawami'ul kalim adalah salah satu keistimewaan Rasulullah ﷺ, yaitu kemampuan berbicara dengan kalimat yang ringkas, padat, dan pendek, namun memiliki makna yang luas, mendalam, dan komprehensif. Secara bahasa, Jawami' artinya mengumpulkan, dan al-Kalim artinya perkataan. Konsep ini mencakup hikmah yang luar biasa dalam sabda-sabda Nabi ﷺ.
*****
📖 Hadits ke-669: Do'a Nabi ﷺ Berlindung dari Empat Hal.
669. Ali menceritakan kepada kami, ia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, ia berkata: Sumayy menceritakan kepada kami dari Abu Shalih:
٦٦٩ - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ قَالَ سُفْيَانُ: فِي الْحَدِيثِ ثَلَاثٌ، زِدْتُ أَنَا وَاحِدَةً، لَا أَدْرِي أَيَّتُهُنَّ. صحيح.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata, "Nabi ﷺ berlindung dari bencana yang memberatkan dan mengalami kesulitan serta ketetapan yang buruk dan pelecehan musuh." Sufyan mengatakan, "Dalam riwayat ini Nabi ﷺ menyebutkan tiga hal, dan aku menambahkan satu hal, (namun) aku tidak tahu yang mana.
- Makna جَهْدِ الْبَلَاءِ: Setiap hal yang menimpa seseorang, seperti kesulitan yang tidak sanggup dia terima.
- Makna دَرَكِ الشَّقَاءِ : Kesulitan yang sangat berat dalam urusan dunia dan kesempitan dunia baginya.
- Makna سُوءِ الْقَضَاءِ : Maksudnya adalah ketetapan yang buruk.
- Makna لَا أَدْرِي أَيَّتُهُنَّ : ("Aku tidak tahu yang mana'") Mengenai ungkapan ini, syaikh al-Albani Rahimahullah berkata, "Yang dimaksud adalah pelecehan dari pihak musuh, sebagaimana tercantum dalam Mustakhraj al-lsma'ili dari jalur Syuja' bin Makhlad, dari Sufyan ats- Tsauri bahwa hadits ini berkisar padanya sebagaimana yang ditahqiq oleh al-Hafizh dalam al-Fath (11/148). Akan tetapi, permohonan perlindungan dari pelecehan musuh ini disebutkan dalam hadits lain dari riwayat Ibnu 'Umar secara marfu' dengan lafazh.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الْعَدُوِّ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang, kekuasaan musuh dan pelecehan musuh."
Hadits ini ditakhrij dalam ash-Shahihah (7541).
Faedah memohon perlindungan dan berdo'a kepada Allah ﷻ adalah menampakkan kebutuhan dan ketundukan hamba kepada Rabb-nya.
*****
📖 Hadits ke-670: Do'a Berlindung dari Lima Hal
670. 'Ubaidullah menceritakan kepada kami dari Isra'il, dari Abu Ishaq, dari'Amr bin Maimun:
٦٧٠ - حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، عَنْ عُمَرَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنَ الْخَمْسِ: مِنَ الْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ، وَسُوءِ الْكِبَرِ، وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ. ضعيف.
Dari 'Umar, ia berkata, "Nabi ﷺ berlindung dari lima hal, yaitu dari sifat malas, bakhil, buruknya masa tua, fitnah dada, dan adzab kubur."
Shahih Lighairihi, seperti kesimpulan Al-Albaniy dalam pernyataan terakhir beliau, diriwayatkan Ahmad (1/22) , Abu Daud dalam kitab Shalat bab isti'adzoh, (1539), An-Nasaa'iy Kitab lsti'adzah, bab memohon perlindungan dari fitnah dada (5458), lbnu Majah datam Kitab Doa, bab hat-hat yang Rasulullah ﷺ berlindung terhadapnya (3844), lihat Dha'if Sunan Abi Daud (270) dan Shahihnya (1376).
Lihat penjelasan hadits no. 615 dan 648.
*****
📖 Hadits ke-671: Do'a berlindung dari kelemahan dan sifat malas
671. Musaddad menceritakan kepada kami, ia berkata: Mu'tamir menceritakan kepada kami, ia berkata: aku mendengar ayahku berkata:
٦٧١ - سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ». صحيح.
Aku mendengar Anas bin Malik mengatakan, "Nabi ﷺ mengucapkan, 'Allaahumma innii a'uudzubika minal 'ajzi wal kasali, wal jubni wal harami wa a'uudzubika min fitnatil mahyaa wal mamaati, wa a'uudzu bika min 'adzaabil qabri' (Ya Allah, aku berlindung dari kelemahan dan sifat malas, sifat pengecut dan usia lanjut, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian serta aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur)."
Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy Kitab Doa-doa bab memohon perlindungan terhadap fitnah hidup dan mati (6367) Muslim kitab Dzikir dan doa bab memohon perlindungan terhadap sifat lemah, malas dan lainnya (50).
- Makna الْهَرَمِ : Maksudnya, memohon perlindungan agar tidak dikembalikan pada keadaan usia yang tidak berguna.
- Disunnahkan berdo'a dan memohon perlindungan dari segala hal yang disebutkan dalam hadits ini dan juga hal-hal yang semakna dengannya.
- Permohonan perlindungan beliau ﷺ dari hal-hal yang disebutkan ini adalah untuk menunjukkan kesempurnaan sifat-sifat beliau dalam setiap keadaan. Demikian pula untuk menunjukkan kesempurnaan syari'at beliau ﷺ.
*****
📖 Hadits ke-672: Do'a Berlindung dari Gundah, Sedih dan Malas
672. Al-Makki menceritakan kepada kami, ia Sa'id bin Abi Hind menceritakan kepada 'Amr:
٦٧٢ - عَنْ أَنَسٍ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ» صحيح
Dari Anas, ia berkata, "Aku mendengar Nabi ﷺ mengucapkan, 'Allaahumma innii a'uudzubika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasali wal jubn wal bukhl wa dhala'id dain wa ghalabatir rijaal' (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, kelelahan dan sifat malas, rasa takut (pengecut) dan bakhil, lilitan hutang dan penindasan penguasa)."
- Makna وَضَلَعِ الدَّيْنِ : Hutang yang berat dan sulit.
- Makna غَلَبَةِ الرِّجَالِ : Kesewenangan kekuasaan mereka.
Do'a ini termasuk jawami'ul kalim karena mengandung tiga jenis kerendahan, yaitu kerendahan akal, amarah dan syahwat. Kegundahan dan kesedihan berkaitan dengan akal, pengecut berkaitan dengan amarah, dan bakhil berkaitan dengan nafsu. Do'a ini mengandung semua hal tersebut.
*****
📖 Hadits ke-673: Do'a Diampuninya Dosa sebelum maupun sesudahnya
673. Abdullah bin Abdil wahhab menceritakan kepada kami, ia berkata: Khalid bin Al-Harits menceritakan kepada kami, ia berkata, 'Abdurrahman Al-Mas'udi menceritakan kepada kami dari 'Alqamah bin Martsad, dari Abur Rabi:
٦٧٣ - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ مِنْ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، إِنَّكَ أَنْتَ الْمُقَدَّمُ وَالْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ» صحيح
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, iu berkata, "salah satu dari do'a Nabi ﷺ adalah, Allaahummaghfirlii maa qaddamtu wamaa akhkhartu wamaa asrartu wamaa a'lantu wamaa Anta a'lamu bihi minnii, innaka Antal muqaddimu wal mu'akhkhiru, laa ilaaha illaa Anta' (Ya Allah, ampunilah aku atas (dosa) apa yang telah aku lakukan dan (dosa) yang belum aku lakukan, apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan, dan apa yang lebih Engkau ketahui daripada aku. sesungguhnya Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau).
Shahih Lighairihi. lni adalah isnad yang hasan, karena Abur Rabii, adalah periwayat yang terpercaya, lihat Ash-Shahihah (2944). Diriwayatkan Ahmad (2/291), ini diperkuat oteh hadits Abu Musa yang akan dilalui pada No. (688), dan hadits lbnu Abbas datam Shahih At-Bukhariy (7442).
Makna أَنْتَ الْمُقَدَّمُ وَالْمُؤَخِّرُ: Mendahulukan siapa yang dikehendaki-Nya diantara makhluk-Nya menuju rahmat-Nya dengan cara memberi taufiq kepadanya, dan mengakhirkan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya untuk menelantarkannya.
- Hadits ini termasuk jawami'ul kalim.
- Dalam hadits ini terdapat petunjuk tentang bertambahnya ma'rifah Nabi ﷺ terhadap keagungan Rabb-nya dan keagungan kekuasaanNya, selain itu, juga menunjukkan sifat beliau yang senantiasa berdzikir dan berdo'a kepada Rabb-nya serta memuji-Nya.
*****
📖 Hadits ke-674: Do'a Memohon Petunjuk, penjagaan, Kekayaan dan Kehormatan
674. 'Amr bin Marzuq menceritakan kepada kami, ia berkata: syu'bah mengabarkan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Abul Ahwash:
٦٧٤ - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَى» . وَقَالَ أَصْحَابُنَا، عَنْ عَمْرٍو «وَالتُّقَى» صحيح
Dari Abdullah (bin Mas'ud), ia berkata, "Nabi ﷺ berdo'a, 'Allaahumma innii as'alukal huda wal 'afaafa wal ghinaa' (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, penjagaan kehormatan, dan kekayaan). Dan para sahabat kami meriwayatkan dari 'Amr, 'Wattuqa' (Dan ketakwaan)."'
Diriwayatkan oteh Muslim kitab adz-Dzikr wad Du'a, Bab Memohon perlindungan dari keburukan apa yang telah dilakukon (72).
- Makna الْعَفَافَ : Bersih dan menjaga diri dari sesuatu yang tidak dibolehkan.
- Makna الْغِنَى: Kekayaan yang dimaksud adalah kekayaan hati, tidak membutuhkan orang lain, dan tidak membutuhkan apa yang dimiliki orang lain.
Hadits ini juga termasuk jawami'ul kalim. Dalam hadits ini Nabi ﷺ memohon kepada Rabb-nya hidayah, kesucian diri dan kekayaan yang membuat hati bisa lepas dari pesona dunia dan keterbuaian terhadapnya.
*****
📖 Hadits ke-675: Do'a perlindungan dari hal-hal yang buruk
675. Bayan menceritakan kepada kami, ia berkata: Yazid menceritakan Xepiaa kami, ia berkata: Al-Jurairi menceritakan kepada kami:
٦٧٥ - عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ حَزْنٍ قَالَ: سَمِعْتُ شَيْخًا يُنَادِي بِأَعْلَى صَوْتِهِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ لَا يَخْلِطُهُ شَيْءٌ "، قُلْتُ: مَنْ هَذَا الشَّيْخُ؟ قِيلَ: أَبُو الدَّرْدَاءِ. صحيح
Dari Tsumamah bin Hazn, ia berkata, "Aku pernah mendengar seorang lelaki tua yang berdoa dengan suaranya yang keras: Alaahumma innii a'uudzu bika minasy syarri laa yakhluthuhu syai" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang tidak dicampuri sesuatu). Lalu aku bertanya, 'siapa lelaki tua ini?' Dijawab, 'Abu Darda'."'
Shahih. Diriwayatkan lbnu Abi Syaibah (295401 melalui jalur lain.
Dalam riwayat ini terdapat penjelasan tentang perhatian para Shahabat mengenai permohonan perlindungan dari hal-hal yang buruk.
****
📖 Hadits ke-676: Do'a Dicucinya Dosa-dosa Seperti Dicucinya Pakaian
676. 'Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu 'Amir menceritakan kepada kami, ia berkata: Isra'il menceritakan kepada kami dari Majza'ah:
٦٧٦ - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ، كَمَا يُطَهَّرُ الثَّوْبُ الدَّنِسُ مِنَ الْوَسَخِ» صحيح
Dari 'Abdullah bin Abi Aufa bahwa Nabi ﷺ mengucapkan, "Allaahumma thahhirnii bits tsaljii wal barad wal maa'il baarid, kamaa yuthahharuts tsaubud danas minal wasakh" (Ya Allah, sucikanlah aku dengan salju, embun, dan air dingin sebagaimana baju kotor disucikan dari segala kotoran). Kemudian beliau mengucapkan, 'Allaahumma Rabbanaa lakal hamdu mil'as samaa'i wa mil'al ardhi wa mil'a maa syi'ta min syai'in ba'du" (Ya Allah Rabb kami, segala puji bagi-Mu sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang setelahnya sesuai kehendakMu)".
Shahih. Diriwayatkan lbnu Abi Syaibah (29540) melalui jalur lain.
- Makna مِنَ الْوَسَخِ : Dalam riwayat lain disebutkan "Minad daran," dan riwayat lain disebutkan, "Minad danas." Makna semua ungkapan ini sama, yakni, "Ya Allah, sucikanlah aku dengan kesucian yang sempurna sebagaimana disucikannya pakaian putih dari kotoran yang mengenainya."
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah ditanya, "Bagaimana-kesalahan-kesalahan disucikan dengan air dingin, padahal air panas lebih bisa membersihkan?"
Beliau menjawab, "Kesalahan-kesalahan menyebabkan hati menjadi panas, bernajis dan lemah, seperti kayu bakar yang membuat api semakin besar dan menyalakannya. Semakin banyak kesalahan yang ada, maka hati semakin panas dan semakin lemah, sementara air dapat mencuci kotoran dan memadamkan api. Jika air itu dingin, maka ia dapat membuat badan menjadi kuat dan segar. Jika ditambah salju dan embun, maka ia akan bisa membuat badan menjadi lebih dingin, kuat, dan kokoh. Dengan demikian lebih bisa menghilangkan bekas-bekas kesalahan yang ada."
Disunnahkan membaca dzikir ini. Setiap orang yang mengerjakan shalat hendaknya mengucapkan, "Sami'allaahu liman hamidah, Rabbanaa lakal hamdu" dan menggabungkan keduanya, yakni ketika bangkit dari ruku' mengucapkan, "Sami'allaahu liman hamidah," dan setelah berdiri tegak mengucapkan, "Rabbanaa lakal hamdu."
Beda afwu dan maghfirah
- Al-Afwu (Penghapusan): Berasal dari kata yang berarti menghapus jejak, seperti angin menghapus jejak di pasir. Ini adalah puncak permohonan, seperti doa lailatul qadar: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka hapuslah dosaku).
- Al-Maghfirah (Penutupan): Berasal dari kata mighfar (helm/topi besi untuk berperang) yang menutupi dan melindungi kepala. Allah menutupi dosa hamba-Nya di dunia dan tidak menuntutnya di akhirat.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم