Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.”
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. 
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 10 Juli 2026 M / 25 Muharram 1448 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo


  Daftar Isi:



٤7 ــ باب عَلامات حب الله تعالى للعبد والحث على التخلق بها والسعي في تحصيلها

Bab 47: Tanda-tanda Cinta Allah ﷻ Kepada Hamba-Nya dan Perintah Untuk Menghiasi Diri dengannya serta Berusaha Menggapainya

Hadits No. 2/387: Jika Allah ﷻ Mencintai Hamba-Nya

2/387 ــ وعنه عن النَّبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: «إذَا أَحَبَّ الله تعالىٰ العَبْدَ نَادَىٰ جِبْرِيلَ: إنَّ اللهَ تعالىٰ يُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ، فَيُحبُّه جِبْريلُ، فَيُنَادي في أَهْلِ السَّمَاءِ: إنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلاناً فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأرْضِ». متفقٌ عليه.

2/387- Masih dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia meriwayatkan dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, bahwa beliau bersabda, "Jika Allah -Ta'ālā- mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril, 'Sesunnguhnya Allah -Ta'ālā- mencintai si polan, maka cintailah dia.' Maka Jibril pun mencintainya. Selanjutnya Jibril berseru di tengah-tengah para penghuni langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia.' Para penghuni langit pun mencintainya. Setelah itu, dia dijadikan dicintai di muka bumi." (Muttafaq ‘Alaih)

وفي روايةٍ لمسلمٍ: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «إنَّ الله تعالىٰ إذَا أَحَبَّ عَبْداً دَعَا جِبْرِيلَ، فقال: إنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ، فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّمَاءِ، فَيَقُولُ: إنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلاناً فَأَحِبّوهُ، فَيُحِبُّهُ أهْلُ السَّماءِ، ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ. وإذا أبْغَضَ عَبْداً دَعا جِبْرِيلَ، فيقُولُ: إنِّي أُبْغِضُ فُلاناً، فَأَبْغِضْهُ، فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّمَاءِ: إنَّ الله يُبْغِضُ فُلاناً، فَأَبْغِضُوهُ، فَيُبْغِضهُ أَهْلُ السَّماءِ، ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ البَغْضاَءُ في الأَرْضِ».

Dalam riwayat Imam Muslim: Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sungguh, jika Allah -Ta'ālā- mencitai seorang hamba maka Allah memanggil Jibril seraya berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai polan, maka cintailah dia.' Maka Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril menyeru di langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai polan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian dia dijadikan dicintai di muka bumi. Dan jika Allah membenci seorang hamba, Allah memanggil Jibril seraya berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci polan, maka bencilah dia.' Maka Jibril pun membencinya. Setelah itu Jibril menyeru di penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah telah membenci polan, maka bencilah dia. Maka penduduk langit pun membencinya. Kemudian dia dijadikan dibenci di muka bumi."

📖 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (VI/303-Fathul Bâri), dan Muslim (2637) (158). Riwayat yang kedua milik Muslim (2637).

📗Kosa Kata Hadits

  •  أهْلُ السَّماءِ : Para penghuni langit. Maksudnya, para Malaikat.

  • يُوْضَعُ لَهُ الْقَبُوْلُ : Dia diterima. Maksudnya, diletakkan perasaan cinta kepadanya ke dalam hati orang-orang yang berpegang teguh pada agama, diberikan kebaikan kepadanya, dan dianugerahkan kepadanya nama baik, sebagaimana hal itu sudah diberlakukan oleh Allah pada orang-orang shalih dari kaum Salafush Shalih umat Muhammad ini, misalnya Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khathab.

💡kandungan Hadits

  1. Yang menjadi ibrah dalam kecintaan dan kebencian terhadap seorang manusia terletak pada kecintaan dan kebencian atas orang-orang yang mempunyai keutamaan dan kebaikan. Dan dalam hal itu, kebencian orang-orang fasik kepada orang shalih tidaklah akan menggentarkan, demikian pula kecintaan mereka terhadap sesama orang-orang fasik. Dengan demikian, orang mukmin melihat dengan cahaya Allah dan mencintai orang yang mencintai Allah.
  2. Penetapan sifat mahabbah (cinta) dan kalam (perkataan) bagi Allah ﷻ , Rabb semesta alam.
  3. Ketaatan para Malaikat bersifat mutlak dan tidak diragukan.
  4. Jibril 'alaihissalam adalah pemuka para Malaikat sekaligus penyampai misi dari Allah tentang hal-hal yang diwahyukan kepada hamba-Nya.
  5. Barang siapa yang dicintai oleh Allah ﷻ maka dia akan dicintai oleh penghuni langit dan bumi. Dan barang siapa yang dibenci oleh Allah maka dia akan dibenci oleh penghuni langit dan bumi. Oleh sebab itu, hendaklah setiap orang berusaha menggapai cinta Allah, yaitu dengan mengikuti Rasul-Nya serta taqarrub (mendekatkan diri) kepada-Nya dengan melaksanakan semua yang Dia wajibkan dan meningkatkan amal ketaatan serta meninggalkan segala bentuk kemunkaran.

******

Hadits No. ke-3/388: Allah Mencintai Orang-orang yang Mencintai-Nya

3/388ــ وعن عائشةَ رضي الله عنها أنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم بَعَثَ رَجُلاً عَلىٰ سَرِيَّةٍ، فَكَانَ يَقْرَأُ لأَصحَابِهِ في صَلاتِهِمْ، فَيَخْتِمُ بـ {قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ}، فلَمَّا رَجَعُوا، ذَكَرُوا ذلِكَ لرسولِ الله صلى الله عليه وسلم ، فقال: «سَلُوهُ لأيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذلِكَ؟» فَسَأَلُوهُ، فَقَالَ: لأنَّها صِفَةُ الرَّحْمَنِ، فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِها، فقال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: «أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللهَ تعالىٰ يُحِبُّهُ». متفقٌ عليه.

3/388- Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah mengutus seseorang memimpin sebuah pasukan. Ketika shalat bersama rekan-rekannya dia selalu mengakhiri bacaannya dengan Qul Huwallāhu Aḥad (Surah Al-Ikhlāṣ)'. Setelah kembali ke Madinah mereka melaporkan hal itu kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Beliau lalu bersabda, "Tanyakan kepadanya, apa alasannya melakukan hal itu?" Maka mereka menanyakan hal itu kepadanya. Dia menjawab, "Karena di dalamnya terdapat sifat Ar-Raḥmān. Sehingga aku senang membacanya." Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Beri tahu kepadanya bahwa Allah -Ta'ālā- mencintainya." (Muttafaq ‘Alaih)

📖 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (III/347-Fathul Bâri), dan Muslim (813).

📗Kosa Kata Hadits

  • Maka   سَرِيَّةٍ: KSekumpulan pasukan tentara yang di dalamnya tidak terdapat Rasulullah ﷺ.

💡kandungan Hadits

  1. Dalam satu sariyyah (pasukan) harus ada seorang pemimpin, dan pemimpin pasukan itu hendaknya menjadi imam bagi mereka dalam setiap shalat yang mereka kerjakan.

  2. Tidak dibolehkan menentang pemimpin selama dia tidak menyuruh kemaksiatan yang nyata, dan yang demikian itu karena dikhawatirkan menimbulkan perpecahan dan terjadinya perselisihan orang-orang yang dipimpinnya.

  3. Protes yang dilakukan atas seorang pemimpin hendaknya dilakukan di depan pimpinan atau panglima tertinggi.

  4. Penetapan tauhid sifat-sifat Allah, dan bahwasanya Allah mempunyai Dzat dan sifat, dan sifat-sifat itu bukan Dzat.

  5. Para Sahabat selalu merujuk kepada Rasulullah ﷺ untuk meminta fatwa tentang setiap hal yang mereka belum mengetahui hukumnya.

  6. Keutamaan surah Al-Ikhlâsh. Surah ini mencakup tauhid yang wajib diperuntukkan bagi Allah dan keterangan ihwal berbagai hak-Nya atas hamba-hamba-Nya, baik itu berupa pengarahan makhluk dan kebutuhan mereka kepada-Nya beserta tujuan mereka dalam segala urusan. Mencakup juga pensucian terhadap Allah dan bahwasanya Dia adalah Ilah yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

  7. Perbuatan tergantung pada tujuannya. Oleh karena itu, siapa yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan melakukan perbuatan yang dicintai-Nya, maka Allah akan mencintainya.

  8. Tidak menghinakan suatu ketaatan sekecil apa pun bentuknya. Sebab, di antara amal perbuatan ada yang mengantarkan seseorang sampai ke derajat tertinggi meskipun amal perbuatan itu kecil dalam pandangan manusia. Dan dalam hadits ini terdapat penolakan terhadap pendapat orang yang membagi agama menjadi dua: isi dan kulit.

  9. Diperbolehkan mengulangi satu surah dalam shalat, sebab Sahabat di atas membaca surah Al-Ikhlâsh setiap selesai membaca Al-Fâtihah dalam satu shalat.

****

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم