Kategori Fiqh

Pemahaman muslimin mengenai praktik-praktik ibadah berdasarkan Syariat
Kajian Bertema Fiqh

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

📚┃ Materi : Bulughul Maram - Kitabul Jami' [Bab Do'a dan Dzikir Hadits 1-4].
🎙┃ Pemateri : Ustadz Ibnu Amny Sahid hafizhahullah.
🗓️┃ Hari, Tanggal : Ahad, 28 Juni 2026 M / 13 Muharram 1448
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Safira Residence Singopuran
📖 | Daftar Isi

 


Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu.

Selanjutnya, Ustadz mengingatkan kembali beberapa bab yang telah Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah tulis dalam Kitab Bulughul Maram:

  1. Hadits-hadits tentang Adab
  2. Hadits-hadits tentang Anjuran Menyambung Silaturahim
  3. Hadits-hadits Tentang Keutamaan Zuhud dan Wara'
  4. Hadits-hadits tentang Peringatan dari Akhlak yang Buruk
  5. Hadits-hadits tentang Keutamaan Akhlak yang baik.

Selanjutnya Imam Ibnu Hajar Rahimahullah membawakan hadits-hadits tentang Do'a dan Dzikir.

Para ulama menjelaskan alasan dibalik penutup hadits-hadits tersebut. Yaitu, setelah diberikan hadits-hadits di atas, maka seyogyanya seseorang yang mencintai ilmu, hendaknya membantu dirinya dengan banyak berdzikir mengingat Allah ﷻ. Dan jangan sampai kita lalai dari berdo'a kepada Allah ﷻ.

Ada 29 hadits yang berada dalam Bab ini yaitu:

Hadits No. 1 : Allah selalu bersama hamba-Nya (Ma'iyatullah) yang Ingat Kepada Nya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

يَقُولُ اَللَّهُ -تَعَالَى-: أَنَا مَعَ عَبْدِي مَا ذَكَرَنِي وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ

“Allah berfirman: Aku selalu bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut-Ku.”

أَخْرَجَهُ ابْنُ مَاجَهْ وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ وَذَكَرَهُ اَلْبُخَارِيُّ تَعْلِيقًا

Riwayat Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan mu’allaq menurut Bukhari.

📃 Penjelasan Hadits #1:

Hadits ini termasuk dari hadits Qudsi, yaitu hadits dari Allah ﷻ yang redaksinya dari Nabi ﷺ.

1. Kebersamaan yang umum ('amah) yaitu membersamai seluruh makhluk-Nya.

Diantara ciri ayat-ayat Al-Qur’an yang sifatnya umum adalah konteks yang isinya balasan, bukan sanjungan. Sebagaimana dalam surat Al-Hadid Ayat 4:

وَهُوَ مَعَكُمۡ اَيۡنَ مَا كُنۡتُمۡ​ؕ

Dan Dia bersama kamu dimanapun kamu berada.

2. Kebersamaan yang khusus (Khaashah). Yaitu hanya untuk orang-orang yang beriman.

Seorang hamba yang mendapat ma'iyah ini akan mendapat pertolongan dan taufiq dari Allah ﷻ. Salah satunya adalah orang-orang yang selalu berdzikir mengingatNya, dan kebersamaan Allah ﷻ ini didapatkan kedua ma'iyah di atas.

Dan Dzikir yang terbaik adalah dzikir yang kedua bibir bergerak, ada lafadz dan redaksi yang dibacakan. Adapun suara tidak dipersyaratkan, karena bisa mengganggu orang di sekitarnya.

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ :

Dari Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku, maka beritahulah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang selalu.” Beliau menjawab,

“Hendaklah lisanmu selalu basah karena berdzikir kepada Allah.”

(HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3375. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan].

*****

Hadits No. 2 : Keutamaan Dzikir Kepada Allah ﷻ

وَعَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم

Dari Muadz Ibnu Jabal Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ عَمَلاً أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اَللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اَللَّهِ

“Amal yang diperbuat anak Adam tidak ada yang menyelamatkannya dari adzab Allah selain dzikir kepada Allah.”

أَخْرَجَهُ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَالطَّبَرَانِيُّ بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ

Riwayat Ibnu Abu Syaibah dan Thabrani dengan sanad hasan.

📃 Penjelasan Hadits #2:

Hadits ini menunjukkan bahwa amalan dzikir memiliki keutamaan khusus yaitu menyelamatkan dari azab Allah ﷻ.

Jika kita perhatikan, para salaf terdahulu, mereka menghilangkan kekhawatiran siksa-Nya dengan banyak berdzikir kepada Allah ﷻ.

Nabi Ayyub alaihi salam tatkala mengalami cobaan berat, sampai isterinya meninggalkannya, beliau menutupnya dengan dzikir kepada Allah ﷻ, tidak berputus asa kepada Allah ﷻ.

Surat Al-Anbiya ayat 83-84 mengisahkan kesabaran Nabi Ayyub alaihi salam saat diuji dengan penyakit parah. Ayat 83 berisi doa permohonan kesembuhan beliau, dan ayat 84 adalah jawaban Allah ﷻ yang mengabulkan doa tersebut, melenyapkan penyakitnya, serta melipatgandakan keluarganya.

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, '(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.'"

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِن ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

"Maka Kami memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan jumlah mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah."

Kisah Nabi Yunus 'alaihis salam mengajarkan umat Islam untuk memanjatkan doa, menyucikan Allah, dan mengakui kesalahan saat ditimpa kesulitan. Beliau menyanjung Allah dari dalam perut ikan dengan doa yang sangat masyhur:

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

"Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz-dzaalimiin"

"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.

*****

Hadits No. 3 : Keutamaan Duduk Berdzikir Kepada Allah ﷻ

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا يَذْكُرُونَ اَللَّهَ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Suatu kaum tidak duduk dalam suatu tempat untuk berdzikir kepada Allah kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat dan diliputi rahmat dan Allah menyebut mereka termasuk orang-orang yang ada di dekat-Nya.”

أَخْرَجَهُ مُسْلِم

Riwayat Muslim.

📃 Penjelasan Hadits #3:

Hadits ini menjelaskan tentang keutamaan duduk di majelis dzikir. Dan majelis ini sifatnya umum, tidak mengenal tempat, tetapi majelis yang di dalamnya, menyanjung dan mengingat Allah ﷻ dengan dibacakan Al-Qur’an dan Hadits (Berdzikir kepada Allah ﷻ).

Keutamaan dalam hadits ini disebutkan:

  1. Dikelilingi malaikat. Dan mereka menaungi dengan sayap-sayapnya. Maka dalam majelis dzikir ada proteksi dari para malaikat. Berbeda dengan majelis-majelis setan, yang isinya menjauhkan dari dzikir kepada Allah ﷻ. Biasanya berisi cacian dan amarah. Karena tidak ada malaikat yang melindunginya.
  2. Diliputi rahmat Allah ﷻ. Yaitu kasih sayang, cinta, kelembutan, dan anugerah dari Allah ﷻ kepada makhluk-Nya. Hal ini mencakup karunia, ampunan dosa, kemudahan dalam hidup, dan petunjuk yang diberikan-Nya agar manusia selamat di dunia dan akhirat.
  3. Disanjung oleh Allah ﷻ di depan para MalaikatNya.

*****

Hadits No. 4: Tercelanya Majelis yang Tidak Digunakan untuk Berdzikr dan Shalawat

وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرُوا اَللَّهَ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ

“Tidaklah suatu kaum itu duduk di suatu tempat yang tidak digunakan untuk berdzikir kepada Allah dan membaca shalawat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam kecuali mereka akan ditimpa penyesalan pada hari kiamat.”

أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَسَنٌ

Hadits hasan menurut riwayat Tirmidzi.

📃 Penjelasan Hadits #4:

Hadits ini menjelaskan tercelanya majelis yang tidak dibacakan ayat-ayat Allah ﷻ.

Mafhum mukhalafah (pemahaman terbalik) dari hadits ini adalah duduk dalam majelis dzikir adalah majelis yang beruntung.

Maka, apapun kumpulan yang dilakukan, jadikanlah di dalamnya ada peringatan untuk mengingat Allah ﷻ. Mengingatkan jamaáh untuk berdzikir kepada Allah ﷻ dan bershalawat atas Nabi-Nya.

💡 Faedah-faedah Hadits:

  1. Kita belajar tentang 4 hadits yang berisi keutamaan berdzikir kepada Allah ﷻ. Semakin banyak ayat dan hadits yang disebutkan akan semakin meringankan kita untuk menggerakkan amalan-amalan tersebut.
  2. Allah ﷻ akan membersamai hamba-hamba-Nya yang selalu berdzikir kepada Allah ﷻ.
  3. Berdzikir akan menghilangkan kekhawatiran akan azab Allah ﷻ.
  4. Orang-orang yang duduk dalam suatu majelis akan mendapatkan tiga keutamaan sekaligus: dikelilingi oleh para malaikat, diliputi rahmat dan Allah menyebut mereka termasuk orang-orang yang ada di dekat-Nya.
  5. Majelis yang isinya berdzikir kepada Allah ﷻ akan terbebas dari celaan Allah ﷻ.
  6. Dihadirkannya hadits-hadits ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para penuntut ilmu untuk mengisi hatinya dengan berdzikir kepada Allah ﷻ. Siapkan waktu khusus antara kita dengan Allah ﷻ saja dalam kesendirian kita.

Semoga Allâh ta'ala memberikan kita taufik untuk selalu berdzikir kepada Allah ﷻ dimanapun berada.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

  • Media
    Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
    Ebook
    Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh. Ebook Islami sebagai bahan referensi dalam beberapa topik yang insyaAllah bermanfaat.
  • image
    Abu Hazim Salamah bin Dînâr Al-A’raj berkata, “Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
    image
    ‘Ammâr bin Yâsir radhiyallâhu ‘anhumâ berkata,“Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]

Share Some Ideas

Punya artikel menarik untuk dipublikasikan? atau ada ide yang perlu diungkapkan?
Kirim di Sini